4 Cerita Lucu Humor Disunat Yang Lucu Gila

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Disunat Terbaru – Anda penggemar cerita lucu? Ingin membaca cerita pendek paling lucu yang konyol, gokil, dan kocak? riajenaka.com tempatnya. Koleksi cerita humor disini terdiri dari beragam topik yang bisa membuat Anda tertawa lebih ngakak dari sebelumnya. Setiap terbitan artikel cerita lucu humor hanya disajikan dalam satu tema supaya Anda lebih puas dan terhibur.

Posting terbaru kali ini mengupas cerita lucu Disunat. Silahkan disimak dengan baik dan siapkan ekstra energi untuk tertawa setengah mati. Kumpulan cerita lucu banget tentang Disunat dikumpulkan dari berbagai sumber gokil cerita pendek lucu. Tentunya cerita humor Disunat paling lucu yang dipilih sudah lulus uji standar kelayakan ngakak dan konyol minimum yang disyaratkan oleh pemerintah. Akhir kata, selamat menikmati cerita lucu gokil bikin ngakak dibawah ini.

4 Cerita Lucu Humor Disunat Yang Lucu Gila

1. Cerita Lucu Sunat: Menengok Anak Tetangga
Seorang ibu menengok anak tetangga yang habis disunat.

Ibu 1: “Mana jeng anaknya yang baru di sunat?”

Ibu 2: “Itu di kamar.” (Beberapa saat kemudian).

Ibu 1: “Wah jeng, bentuknya bagus dan rapi ya, jadi gemes nih.”

Ibu 2: “Emang jeng liat yang mana?”

Ibu 1: “Yang di kasur.”

Ibu 2: “Anak gua di kursi!”

Ibu 1: “Terus yang di kasur?”

Ibu 2: “Itu laki gua!”


2. Cerita Lucu Sunat: Ujungnya Diukir

Saat liburan sekolah telah tiba, seorang anak dari desa Gianyar bernama Semar Sudjana sedang disunat dan temannya yang bernama Anak Bagong melihat proses pemenggalan kulit tak berguna milik Semar. Usai Semar disunat, papanya si Anak Bagong bertanya,

Papa: “Kamu gak kepengen di sunat kayak si Semar, Gong?”

Bagong: “Pengen sih, pah.”

Papa: “Yaudah, besok di sunat yah?”

Bagong: “Iya deh. Tapi.”

Papa: “Tapi apa?”

Bagong: “Bagong gak mau di sunat model si Semar, pah.”

Papa: “Loh, model sunat Semar kan bagus. Sunat ketat, Dokternya itu dokter sunat terhebat dari Surabaya.”

Bagong: “Justru Bagong maunya di sunat sama dokter asli dari Bali, pah.”

Papa: “Emang kenapa?”

Bagong: “Karena Bagong pengen abis disunat, ujungnya diukir.”


3. Cerita Lucu Disunat sama Jin

Alkisah Petruk, temennya si Gareng yang bermain di sebuah hutan, tiba-tiba iya merasa ada yang aneh pada anunya. Setelah dia periksa, anunya berdarah-darah, dia menangis dan lari kerumah.

Petruk: “Emaaaak, emaaak, anuku maakk berdarah.”

Emak: “Wah, kenapa bisa begini Petruk.”

Petruk: “Gatau mak, saya main di hutan tiba-tiba begini.”

Emak: “Wah, ini pasti disunat jin, ayo kita bawa ke dokter.”

Emak Petruk langsung menghubungi suaminya yang sedang kerja di ladang agar cepat pulang dan membawa Petruk ke dokter.

(Setelah sampai dirumah dokter).

Emak: “Dokter, anunya anakku disunat jin dok, berdarah-darah dok, tolong cepat diobati” (Dengan ter engah-engah).

Dokter: “Cepat kalau begitu, cepat baring biar saya periksa.” (Dengan nada gugup).

(Setelah diperiksa, dokter bernafas lega, dia pun tidak gugup lagi).

Dokter: “Ibu, wah selamat ibu, tidak ada masalah yang serius pada anaknya ibu, tidak ada pendarahan sama sekali dan hasil sunatnyapun sempurna. Bahkan seperti di sunat dua bulan lau.”

Emak: “Tapi dok.”

Dokter: “Ibu tenang saja, saya jamin tidak akan ada masalah setelah ini.”

Emak: “Tapi dok, yang dokter periksa tadi suami saya dok.”

Dokter: (Gubrak).


4. Kisah Lucu Disunat Pak Gareng

Ini cerita di sewaktu saya masih duduk di kelas 6 SD, waktu itu temen2 saya yang sebaya udah pada pada sunat semua, karena merasa malu belum di sunat saya minta ke orang tua untuk di sunat. Karena orang tua juga senang saya mau di sunat, besok pagi saya di bawa ke Gareng (Klinik). Si Gareng mempersilahkan saya naik ke tempat tidurnya, dengan memberanikan diri saya langsung naik ke tempat tidur. Engga berapa lama selesai saya di sunat, alangkah senangnya karena engga merasa sakit.

Trus si Gareng mempersilahkan turun karena sudah selesai saya langsung aja pergi keluar untuk pulang. Kemudian si Gareng memanggil saya karena saya belum di suntik, saya kembali beranikan diri untuk naik ke tempat tidur namun,

si Gareng: “Engga usah naik di sini aja, buka sarungnya.”

Dengan posisi lagi nungging si Gareng menyuntik pantat saya. Karena saya terkejut saya secara reflex saya kentut, aduh malu banget sama tuh Gareng karena muka si Gareng pas di belakang pantat saya.