3 Cerita Lucu Humor Palu Yang Kocak Abis

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Palu Terbaru – Anda penggemar cerita lucu? Ingin membaca cerita pendek paling lucu yang konyol, gokil, dan kocak? riajenaka.com tempatnya. Koleksi cerita humor disini terdiri dari beragam topik yang bisa membuat Anda tertawa lebih ngakak dari sebelumnya. Setiap terbitan artikel cerita lucu humor hanya disajikan dalam satu tema supaya Anda lebih puas dan terhibur.

Posting terbaru kali ini mengupas cerita lucu Palu. Silahkan disimak dengan baik dan siapkan ekstra energi untuk tertawa setengah mati. Kumpulan cerita lucu banget tentang Palu dikumpulkan dari berbagai sumber gokil cerita pendek lucu. Tentunya cerita humor Palu paling lucu yang dipilih sudah lulus uji standar kelayakan ngakak dan konyol minimum yang disyaratkan oleh pemerintah. Akhir kata, selamat menikmati cerita lucu gokil bikin ngakak dibawah ini.

3 Cerita Lucu Humor Palu Yang Kocak Abis

1. Cerita Lucu Dimanakah Letak Palu?

Suatu hari, di SMPN 1 Bogor sedang berlangsung pelajaran Geografi tentang letak-letak wilayah di Indonesia. Semua murid terlihat sangat serius dalam belajar, kecuali si Ateng. Ateng memang nggak suka sama Guru Geografinya dari pertama dia masuk, karena dia punya catatan buruk oleh Guru itu. Yaitu, dia dituduh mencuri permen milik guru itu saat pelajaran berlangsung. Makanya Ateng sangat amat tidak suka sama guru Geografinya.

Guru: “Okay anak-anak, sekarang ibu mau tanya. Hmm,, Ateng, sebutkan 1 daerah apa saja yang ada di Indonesia?”

Ateng: “Palu bu!!”

Guru: “Pinterr (sambil melirik sinis ke Ateng) “Ateng!! sekarang ibu tanya, dimana letak palu itu?”

Ateng: “Hah? saya gak tau bu sumpah, saya gak nyuri bu! palu yang ada dirumah saya lagian di taronya sama bapak saya bukan sama saya!”

Guru: (Nangis sambil ngemilin kapur) “#$%^&*()#$%^&*”


2. Cerita Lucu Gara-Gara Jari Ayah Terkena Palu

Mono Kecil datang ke bawah dari lantai atas rumahnya, sambil menangis.

Ibu: “Kenapa kamu nak?”

Mono: “Ayah sedang menggantung pigura gambar, dan ibu jarinya terkena palu.” (dengan air matanya yang berderai).

Ibu: (Menenangkan). “Itu bukan perkara yang begitu serius, Ibu tahu kamu sedih, tapi anak laki-laki besar seperti kamu tidak harus menangis pada sesuatu seperti itu. Mengapa kamu tidak tertawa?”

Mono: “Saya tadinya tertawa! Kemudian ayah yang membuat saya menangis!” (Sambil terisak).


3. Cerita Lucu Palu: Pukulan Seperti Kilat Dan Petir

Saat kami merenovasi apartemen kami kembali, kakekku sering berdiri di sampingku melihat aku memaku. Ia melukiskan gerak-gerikku.

Kakek: “Kamu memukul dengan palu besi bagaikan kilat dan petir.”

Aku: (Dengan sangat girang) “Benarkah sedemikian?”

Kakek: “Ya, benar sekali, aku melihat kamu tak pernah memukul dengan jitu pada satu sasaran.”