Obat Herbal Tradisional Untuk Penyakit Malaria

Obat Herbal Tradisional Untuk Penyakit Malaria – Malaria adalah suatu infeksi sel darah merah yang disebabkan oleh plasmodium. Malaria disebarkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina, tranfusi darah yang terkontaminasi, dan suntikan jarum yang sebelumnya telah digunakan oleh penderita malaria. Setelah digunakan obat-obatan dan insektisida, malariajarang ditemukan. Tetapi infeksi ini masih sering terjadi di negara-negara tropis. Pendatang dari daerah tropis atau pelancong yang baru kembali dari daerah tropis kadang membawa infeksi ini ke suatu negara atau ke negara asalnya dan kemungkinan menyebabkan Wabah yang ringan.

 

Obat Herbal Tradisional Untuk Penyakit Malaria

Terdapat 4 spesies parasit malaria yaitu plasmodium vivax, plasmodium ovale, plasmodium falciparum dan plasmodium malariae. Kesemuanya bisa menginfeksi manusia dan menyebabkan malaria. Plasmodium falciparum merupakan penyebab infeksi terbanyak dan paling berbahaya. Siklus hidup parasit malaria berawal ketika seekor nyamuk betina menggigit penderita malaria. Nyamuk yang menghisap darah mengandung parasit malaria, selanjutnya berpindah ke dalam kelenjar liur nyamuk jika nyamuk ini menggigit manusia, parasit ditularkan melalui air liurnya Di dalam tubuh manusia, parasit masuk ke dalam hati dan berkembang biak.

Pematangan parasit berlangsung selama 2-4 minggu, setelah itu mereka akan meninggalkan hati dan menyusup ke dalam sel darah merah. Parasit berkembang biak di dalam sel darah merah, dan pada akhirnya menyebabkan sel yang terinfeksi ini pecah dan pada akhirnya modium ovale mungkin akan tetap berada di dalam sel-sel hati. dan secara periodik akan melepaskan parasit yang matang ke dalam aliran darah, sehingga menyebabkan serangan dari gejala-gejala malaria.

Plasmodium falciparum dan plasmodium malariae akan keluar dari hati. Jika infeksi tidak diobati atau diobati sampai tuntas, maka bentuk plasmodium falciparum dewasa akan tetap berada di dalam darah selama berbulan-bulan, dan plasmodium malariae dewasa tetap berada di dalam darah selama bertahun-tahun, menyebabkan serangan gejala malaria yang berulang-ulang.

Gejala mulai timbul dalam waktu 10-35 hari setelah parasit masuk ke dalam tubuh manusia. Gejala awalnya seringkali berupa demam ringan yang hilang dan timbul sakit kepala, sakit otot dan mengigil, bersamaan dengan perasaan tidak enak badan (malaise). Gejala ini berlangsung selama 2-3 hari dan sering diduga sebagai gejala flu. Gejala berikutnya dan pola penyakitnya pada keempat jenis malaria ini berbeda. Pada malaria falciparum bisa terjadi kelainan fungsi otak yaitu suatu komplikasi yang disebut malaria serebral. Gejalanya adalah demam minimal 40 derajat celcius, sakit kepala hebat, mengantuk, delirium (menggigau), dan linglung.

Malaria serebral bisa berakibat fatal, paling berakibat fatal dan paling sering terjadi pada bayi, wanita hamil dan pelancong yang baru datang dari daerah malaria. Pada malaria vivax, menggigau bisa terjadi jika demamnya tinggi, sedangkan gejala otak lainnya tidak ada.

Setiap jenis malaria jumlah sel darah putih total biasanya normal tetapi jumlah limfosit dan monosit meningkat. Jika tidak diobati, akan timbul jaundice ringan, serta pembesaran hati dan limpa. Kadar gula darah rendah dan hal ini lebih berat pada penderita yang di dalam darahnya mengandung lebih banyak parasit. Jika sejumlah kecil parasit menetap di dalam darah, kadang malaria bersifat menetap. Gejalanya adalah apati, sakit kepala yang timbul secara periodik, merasa tidak enak badan, nafsu makan berkurang, lelah disertai serangan menggigil, dan demam. Gejala tersebut sifatnya lebih ringan dan serangannya berlangsung lebih pendek dari serangan pertama.

Blackwater Fever

Blackwater Fever adalah suatu komplikasi malaria yang jarang terjadi. Demam ini timbul akibat pecahnya sejumlah sel darah merah. Sel yang pecah melepaskan pigmen merah (hemoglobin) ke dalam aliran darah. Hemoglobin ini dibuang melalui air kemih, sehingga warna air kemih-menjadi gelap. Blackwater fever hampir selalu terjadi pada penderita malaria falciparum menahun, terutama yang mendapat pengobatan kuinin.

Gejala dan Pola Malaria

Malaria Vivax dan Ovale
Serangan dimulai secara samar-samar dengan menggigil, diikuti berkeringat dan demam yang hilang dan timbul. Dalam 1 minggu, terbentuk pola khas dari serangan yang hilang dan timbul. Suatu periode sakit kepala atau rasa tidak enak badan akan diikuti oleh menggigil. Demam berlangsung hukum 1-8 jam .Setelah dcmam reda, penderita merasa sehat sampai terjadi menggigil berikutnya. Pada malaria Vivax, serangan berikutnya cenderung terjadi setiap 48 jam.

Malaria Falciparum
Suatu serangan bisa diawali dengan menggigil, suhu tubuh naik secara bertahap kemudian tiba-tiba turun. Serangan bisa berlangsung selama 20-36 jam. Penderita tampak lebih sakit dibanding dengan malaria vivax. Di antara serangan (dengan selang waktu 36-72 jam), Penderita biasanya dan mengalami demam ringan.

Malaria Malariae
Suatu serangan seringkali dimulai secara samar-samar. Serangannya menyerupai malaria vivax dengan selang waktu antara dua serangan adalah 72 jam.

Dugaan malaria akan semakin kuat jika dalam waktu 1 tahun sebelumnya. Penderita pernah mengunjungi daerah malaria dan pada pemeriksaan fisik ditemukan pembesaran limpa. Untuk memperkuat diagnosis dilakukan pemeriksaan darah guna menemukan parasit penyebabnya. Mungkin perlu dilakukan beberapa kali pemeriksaan. karena kadar parasit di dalam darah bervariasi dari waktu ke waktu. Pengobatan, komplikasi, dan prognosis dari malaria ditentukan oleh jenis parasit penyebabnya.

Pengobatan Tradisional Herbal Untuk Malaria

Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia, Swingle.)
Cara membuat : 1 Buah jeruk nipis diperas untuk diambil airnya. Tambahkan 1 sendok makan kecap dan garam secukupnya. Saring, minum setiap pagi menjelang sarapan.

Kenanga (Canangium Odoratium, (Lamk.)
Cara membuat : 3 Kuntum bunga kenanga yang sudah dikeringkan diseduh dengan 1 gelas air panas. Tutup rapat. Saring dan diminum secara teratur.

Pepaya (Carica Papaya, Linn.)
Cara membuat : 1 Lembar daun Pepaya, tempe busuk sebesar ibu jari, garam secukupnya. Semua bahan ditumbuk halus. Peras. kemudian saring untuk diambil airnya. Minum 1x sehari selama 7 hari.

Pulai (Alstonia Scholaris [L] R. Br.)
Cara membuat : 2 Senduk makan bubuk kulit batang pulai (digiling) direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas, setelah dingin, saring. Minum sekaligus. Lakukan setiap hari sampai sembuh. Selama minum obat ini. hindari makanan yang asam dan pedas. Bila penyakitnya berat, gunakan kulit pulai hitam.

Jika Anda ingin membaca artikel kesehatan sebelumnya tentang obat herbal, silahkan kunjungi Obat Herbal Tradisional Untuk Penyakit Lambung. Topik yang serupa dengan artikel Obat Herbal Tradisional Untuk Penyakit Malaria ini, dapat Anda temukan dalam kategori Obat Herbal Tradisional. Silahkan kunjungi artikel kesehatan tentang Obat Herbal Tradisional kami yang lain.

Obat Herbal Tradisional Untuk Penyakit Kolesterol

Obat Herbal Tradisional Untuk Penyakit Kolesterol – Sebenarnya merupakan salah satu komponen lemak yang sangat diperlukan oleh tubuh disamping zat gizi lain seperti karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral. Lemak merupakan salah Satu sumber energi yang memberikan kalori paling tinggi.

Obat Herbal Tradisional Untuk Penyakit Kolesterol

Di samping di sebagai salah satu sumber energi, kolesterol memang merupakan zat yang sangat dibutuhkan untuk membentuk dinding sel-sel dalam tubuh, dan merupakan bahan dasar pembentukan hormon steroid. Tetapi bila keberadaan kolesterol dalam tubuh berlebih, akan tertimbun di dalam dinding pembuluh darah dan timbul suatu kondisi yang disebut aterosklerosis yaitu penyempitan atau pengerasan pembuluh darah. Kondisi ini merupakan cikal bakal terjadinya penyakit jantung dan stroke.

Kolesterol yang kita butuhkan, secara normal diproduksi sendiri oleh tubuh dalam jumlah yang tepat. Tetapi ia akan meningkat jumlahnya bila tubuh menerima makanan dari luar yang berasal dari lemak hewani, telur, dan lain-lain yang disebut sebagai makanan sampah (iunkfood). Unsur lemak dalam darah terdiri atas kolesterol, trigliserida, fosfolipid, dan asam lemak bebas. Hanya seperempat dari kolesterol yang terkandung dalam darah berasal langsung dari makanan yang diserap dari saluran pencernaan. Sisanya merupakan hasil produksi tubuh (oleh sel-sel hati).

Lemak yang didapat dari makanan akan diuraikan menjadi kolesterol, trigliserida, fosfolipid dan asam lemak bebas pada saat dicerna dalam usus dan masuk ke dalam darah (kolesterol dan unsur lemak laintidak larut dalam darah). Agar dapat diangkut dalam aliran darah kolesterol bersama lemak lainnya (trigliserida dan fosfolipid) harus berkaitan dengan protein membentuk senyawa baru lipoprotein agar bisa larut dalam darah.

Kilomikron merupakan liprotein yang mengangkut lemak menuju ke hati. Dalam hati, ikatan lemak tersebut akan diuraikan sehingga terbentuk akan dipakai sebagai sumber energi atau bila jumlahnya berlebih akan disimpan dalam jaringan lemak. Bila asupan kolesterol tidak mencukupi sel hati akan memproduksinya.

Dari hati, kolesterol diangkut oleh lipoprotein yang bernama LDL (Low Density Lipoprorein) untuk dibawa ke sel-sel tubuh yang memerlukan agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya (termasuk sel otot jantung, otak dan lain-lain). Sedang kolesterol yang berlebih akan diangkut kembali oleh lipoprotein yang disebut HDL (High Density Lipoprotein) untuk dibawa ke hati, yang selanjutnya akan diuraikan lalu dibuang ke dalam kandung empedu sebagai asam (cairan) empedu.

Kolesterol terbagi dua macam. yaitu LDL (Low Density Lipoprorein) dan HDL (High Density Lipoprotein). LDL sering disebut sebagai kolesterol jahat karena dapat melekat di dinding pembuluh darah dan menyebabkan penumpukan lemak sedangkan HDL disebut sebagai kolesterol baik karena mampu mengangkat kolesterol dan pembuluh darah yang kemudian dikeluarkan sebagai asam empedu.

Kolesterol yang berlebihan dalam darah akan mudah melekat pada dinding sebelah dalam pembuluh darah dan melalui lapisan sel endotel, masuk ke lapisan dinding pembuluh darah yang lebih dalam yaitu intima. Makin kecil ukuran LDL atau makin tinggi kepadatannya, makin mudah pula LDL tersebut menyusup ke dalam intima (disebut LDL kecil padat).

LDL yang telah menyusup ke dalam intima akan mengalami oksidasi tahap pertama, sehingga terbentuk LDL teroksidasi yang memacu terbentuknya zat yang dapat melekatkan dan menarik monosit (salah satu jenis sel darah putih), menembus lapisan endotel dan masuk ke dalam intima. Selain itu LDL teroksidasi juga menghasilkan zat yang dapat mengubah monas& yang telah masuk ke dalam intima menjadi makrofag. Pada tahap kedua, LDL teroksidasi akan menjadi LDL teroksidasi sempurna yang dapat mengubah makrofag menjadi sel busa. Sel busa yang terbentuk akan saling berikatan membentuk gumpalan yang semakin membesar, sehingga terbentuk benjolan yang mengakibatkan penyempitan lumen pembuluh darah. Keadaan semakin memburuk jika LDL teroksidasi sempuma dan merangsang sel-sel otot pada lapisan pembuluh darah yang lebih dalam (media) masuk ke lapisan intima. dan kemudian membelah-belah diri sehingga jumlahnya semakin banyak. Melihat mekanisme pembentukan sumbatan pembuluh darah di atas, LDL semakin berbahaya bila mempunyai ukuran kecil dengan kepadatan tinggi, atau yang klta kenal sebagai LDL kecil padat.

Nilai Klasifikasi LDL, HDL, Total Kolesterol dan Triglyccrides

– LDL (Kolesterol Jahat)
Kurang dari 100 Berarti Optimal
100-129 berarti Mendekati Optimal
130-159 berarti Batas Normal Tertinggi
160-189 berarti Tinggi
Lebih dari 190 berarti Sangat Tinggi

– HDL (Kolesterol Baik)
Kurang dari 40 berarti Rendah
Lebih dari 60 berarti Tinggi

– Total Kolesterol
Kurang dari 200 berarti Yang Diperlukan
200-239 berarti Batas Normal Tertinggi
Lebih dari 240 berarti Tinggi

– Triglycerides
Kurang dari 150 berarti Normal
150 – 199 berarti Batas Normal Tertinggi
200 – 499 berarti Tinggi
Lebih dari 500 berarti Sangat Tinggi

Pengobatan Tradisional Herbal untuk Kolesterol

Keji Beling (Reullu napifera Zoll Mor.)
Cara membuat : 3 Lembar daun keji beling mentah dan segar dimakan sebagai lalapan. Lakukan secara teratur. Pantangan : Makanan yang berlemak.

Ngokilo (Stachytarpheta Mutabillis, Vahl.)
Cara membuat : 3 Lembar daun ngokilo mentah dan segar dimakan sebagai lalapan. Lakukan secara teratur. Pantangan : Makanan berlemak.

Jeruk Nipis (Citrus auramifblia Swingle)
Cara membuat : Pilih jeruk nipis yang segar lalu cuci dengan bersih, belah jeruk nipis menjadi empat bagian, lalu iris tipis-tipis. Masukkan irisan tadi kedalam gelas. Irisan jeruk nipis tadi adalah irisan yang lengkap dengan kulit nya, tuangkan air panas hingga penuh, kemudian tutup rapat. Tunggu kira-kira 30 menit, lalu minum sampai habis, Lakukan secara rutin sehari dua kali pagi dan malam.

Asam Jawa (Tamarindus Indica L.)
Cara membuat : tumbuk 150-200 daun asam jawa, lalu campur dengan 1 gelas air matang panas (200 ml), kemudian diperas, disaring dan diminum untuk satu kali minum. Dianjurkan untuk membuatnya kali sehari.

Jika Anda ingin membaca artikel kesehatan sebelumnya tentang obat herbal, silahkan kunjungi Obat Herbal Tradisional Untuk Keracunan. Topik yang serupa dengan artikel Obat Herbal Tradisional Untuk Penyakit Kolesterol ini, dapat Anda temukan dalam kategori Obat Herbal Tradisional. Silahkan kunjungi artikel kesehatan tentang Obat Herbal Tradisional kami yang lain.