Perhatikan Tips Ini Saat Membeli Furniture

detikLife – Memasuki tahun baru merupakan saat menyenangkan untuk memoles interior rumah. Belanja furniture baru mungkin jadi kebutuhan. Dengan mudah, Anda bisa membeli furniture di toko-toko furniture besar yang tersebar di pusat-pusat perbelanjaan. Namun, jika harga menjadi masalah utama Anda bisa mempertimbangkan untuk membeli furniture bekas, atau Anda ingin mencari furniture antik dengan pengalaman berbelanja yang unik, bertandanglah ke sentra-sentra perajin furniture.

tips membeli furniture
Belanja Furniture tak cukup hanya mengandalkan mata dan kemampuan menawar. Ikuti tips membeli furniture dibawah ini!

• Jangan kaget kalau buruk rupa
Tak semua barang yang dijual benar-benar merupakan produk baru sentra setempat. Banyak pengusaha furniture memesan barang mentah (belum dipoles akhir) dari daerah lain, misalnya Jepara. Lalu para pekerja di sentra-sentra melakukan finishing, seperti mengampelas dan mengoleskan cairan pelitur. Jadi, jangan heran bila di sejumlah toko, penjual memajang perabotan yang sama sekali belum dipelitur dan terlihat kurang bagus. Proses akhir baru dilakukan jika sudah ada transaksi. Trik ini dilakukan untuk menjaga awetnya produk yang dijual.

• Bandingkan dulu
Bagaimana dengan patokan harga? Memang sulit dipastikan. Sebuah lemari di kawasan yang satu bisa lebih murah daripada lemari yang sama di kawasan lain dan sebaliknya. Pebisnis furniture sebenarnya tak mengambil keuntungan tinggi, apalagi mereka membuka toko disentra furniture. Alasannya jelas, saingan ada di kanan-kiri. Jika coba-coba memasang harga mahal, bisnis bisa mati. Cara paling tepat mendapatkan harga terbaik adalah datangi dulu beberapa toko di kawasan tersebut untuk membanding-bandingkan harga sebelum Anda memutuskan membeli. Dan jangan ragu untuk menawar!

• Cerewet itu perlu!
Jangan malu untuk cerewet. Karena, mutu barang belum tentu seperti penampakan luarnya. Ada satu pengalaman pahit. Seorang pembeli membeli sebuah meja sudut dari jati. Ternyata, setelah satu bulan dipajang di rumahnya, baru ketahuan ‘borok’nya. Ada bagian meja sudut itu yang melengkung, dan bahkan beberapa sambungannya merenggang karena kayunya menyusut. Belakangan, dari seorang kenalannya, ia tahu bahwa meja kayu itu dibuat dari bahan jati muda alis jati panjarangan, yang ‘belum cukup umur’ untuk ditebang (belum berusia 60 tahun). Si pembeli memang hanya tergiur pada harga murah dan bentuk luar barang yang menarik.

Hati-hati juga dengan penggunaan kayu “campur sari”. Bagian luar perabotan dari kayu ramin bermutu tinggi, sementara bagian dalam dari tripleks atau multipleks, bahkan bahan hardboard yang diberi tempelan bahan pelapis dengan corak tekstur mirip kayu ramin utamanya. Untuk hal ini, lagi-lagi, Anda sangat perlu cerewet.

• Mintalah garansi
Pengusaha furniture yang baik akan membeli garansi pada barang-barang yang dijualnya. Minimal, garansi memperbaiki bagian-bagian yang mendadak ‘cacat’ dengan sendirinya.

Advertisements