Cara Menyimpan Pakaian Agar Awet, Rapi dan Terawat

detikLife.com – Penampilan modis, modern, keren, dan unik adalah dambaan semua orang terutama bagi para perempuan. Bagaimana penampilan Anda melalui pilihan pakaian yang Anda kenakan juga bisa memberikan gambaran kepada orang lain yang belum mengenal Anda mengenai bagaimana karakter kepribadian Anda. Semuanya bisa ditunjang dengan pemilihan pakaian atau busana yang tepat.

Namun sayangnya, tidak semua pakaian atau busana yang kita inginkan berharga murah dan terjangkau. Terkadang untuk mendapatkan pakaian yang kita inginkan, kita harus ‘puasa’ menahan nafsu belanja barang yang lain.

Nah, sayang ‘kan kalau pakaian atau baju yang sudah kita beli mahal-mahal cepat rusak, kusam, tidak sehat/berjamur karena lembab dan tidak terawat!? Agar baju pakaian Anda awet, rapi dan terawat, detikLife.com kali ini akan memberikan tips tentang cara menyimpan pakaian dengan baik dan benar agar pakaian kesayangan Anda awet, tahan lama, rapi dan terawat.

Cara Menyimpan Pakaian Agar Awet/Tahan Lama, Rapi dan Terawat
 Atasan kaos: Simpan dengan cara dilipat. Untuk memudahkan, susun sesuai warnanya (warna terang diletakkan di atas, sedangkan yang berwarna gelap di bagian bawah).
 Atasan dari bahan yang kaku: Sebaiknya digantung.
 Rok: Rok dari bahan kaku dan mudah kusut sebaiknya digantung, sedangkan yang berbahan kaus, wol, atau bahan elastis lainnya dapat disimpan dengan cara dilipat.
 Setelan jas dari bahan wol, tweed, dan gabardin : Digantung dan dimasukkan ke dalam kantong lain.
 Celana panjang: Simpan dengan cara digantung.
 Kemeja: Letakkan dengan cara digantung. Untuk yang terbuat dari bahan tipis beraksen payet atau manik-manik, lipat dan simpan dalam boks khusus.
 Terusan: Disimpan dengan cara digantung.
 Busana dari bahan kulit atau suede: Disimpan dengan cara digantung dan dimasukkan ke dalam kantong khusus dari katun.
 Busana dari bahan lace atau brokat, seperti kebaya: jangan digantung. Simpan dengan cara dilipat dan dimasukkan ke dalam boks khusus yang telah dilapisi kertas tipis atau bahan katun (agar detail bordir atau payet tidak tersangkut dan rusak).
 Sandal, selop, dan sepatu: Sebelum diletakkan di rak, isi bagian dalam sandal dengan kertas atau busa untuk menjaga bentuknya. Jika jarang dikenakan, simpan di dalam kantong dari katun/belacu, dan simpan di dalam boks sepatu.
 Sepatu boots: Simpan dalam keadaan berdiri (bukan ditidurkan). Untuk menjaga bentuknya, isi bagian dalam boots dengan kextas atau busa. Masukkan ke dalam kantong katun/belacu atau books sepatu khusus.
 Tas: Isi bagian dalam tas dengan kertas atau busa untuk menjaga bentuknya. Masukkan ke dalam kantong dari katun, atau books khusus.

Saudara / Teman Pinjam Uang, Tolak Atau Beri?

Menolak Teman Pinjam Uang

Memang susah bila Anda harus menentukan sikap untuk memberi pinjaman atau menolak meminjamkan uang kepada teman apalagi kepada saudara yang mau pinjam uang. Posisi Anda jadi serba salah, apa pun alasan mereka meminjam uang pada Anda. “Kita dapat terlibat dalam situasi ini karena merasa bertanggung jawab untuk membantu mereka,” kata Edie Milligan, konselor keuangan di Columbus, Ohio. “Masalahnya, kadang akhirnya kita malah menyakiti diri sendiri dengan memberi hutang kepada orang lain.”

Menolak Teman Pinjam Uang
Bagaimana caranya supaya Anda dapat mengatasi masalah ini? Ikuti 6 tips berikut sebelum memutuskan untuk memberi pinjaman uang:

1. Lakukan pendekatan “Head and Heart”. Jika permintaannya kelihatan cukup adil dan mengena pada sisi emosional Anda, silahkan mengambil kesempatan untuk meminjamkannya uang. “Bila kepala dan hati sudah setuju, tidak salah kalau Anda menolongnya. Tapi, salah satunya tidak acc, berarti Anda harus pikir-pikir lagi,“ kata David Kruger, MD., pengarang buku Emotional Business The Meaning and Mastery of Work, Money and Sucess.

2. Konsultasilah dengan pihak ketiga. Saran dari para profesional, seperti perencana keuangan, akan sangat berharga untuk mengambil sebuah keputusan. Atau minimal meminta saran dan pendapat kepada orang yang lebih bijak seperti orang tua. Jika teman Anda yang akan meminjam uang, maka pihak ketiga ini dapat menawarkan perspektif yang tidak memihak. Apakah uang benar-benar akan memecahkan masalahnya? Anda juga bisa meminta saran pada teman atau anggota keluarga lain yang biasanya sering Anda ‘todong’ pendapatnya untuk memecahkan masalah.

3. Serius mengatakan ‘tidak’. Seharusnya, Anda tak perlu ragu-ragu untuk menolak memberi pinjaman uang bila situasinya memiliki banyak risiko. Lebih baik, Anda membantu dengan cara lain. Misalnya, kalau ada teman Anda yang terjerat utang kartu kredit, beri saran padanya untuk mencari konselor keuangan nonprofit. Jangan lupa untuk memberi penjelasan padanya tentang penolakan Anda. Jangan biarkan ia yang mengambil keputusan tersebut. “Cari jalan untuk menyatakan bahwa keputusan Anda menolak meminjamkan uang karena pertimbangan keuangan, bukan karena hubungan persahabatan”.

4. Pikirkan matang-matang sebelum mengambil keputusan yang menyangkut masalah uang. Hati-hati bila Anda ingin memberikan suplemen (tambahan) kartu kredit pada orang terdekat Anda. Anda tidak mau kan kalau ia asal gesek dan Anda yang akhirnya menanggung bebannya? Lebih baik (bila Anda rela) berikan saja uang tunai.

5. Anggaplah pinjaman Anda sebagai hadiah untuknya. Bila problem keuangannya sudah membaik, katakan padanya bahwa Anda akan senang bila dia melunasi utangnya. Dengan ini, Anda dapat menjaga keutuhan hubungan dengan teman atau keluarga walaupun situasi keuangannya memburuk.

6. Jika Anda setuju untuk memberi pinjaman, buatlah perjanjian seformal mungkin. Buatlah surat pengakuan hutang dengan janji akan membayar pada waktu tertentu. Jadwalkan pembayarannya dan tentukan tingkat bunga yang reasonable (jika mau). Poin terakhir ini sangat krusial bila Anda meminjamkan uang dalam jumlah banyak.

Akhir kata, BERANIKAN DIRI BERKATA TIDAK jika Anda ragu untuk meminjamkan uang.

Hemat Pangkal Kaya – Tips Agar Kantong Anda Aman

detikLife – Hemat pangkal kaya, begitulah pribahasa yang dari kecil sering kita dengar. Mengatur strategi keuangan dengan benar adalah jalan yang harus ditempuh demi menyelamatkan Anda melalui perjalanan hidup yang penuh dengan tuntutan kebutuhan ekonomi.

Semakin hari harga semakin mahal dan semakin banyak jenis pengeluaran baru yang muncul. Sebagai contoh, dahulu mungkin Anda hanya mempunyai satu handphone yang cukup diisi pulsa reguler 50.000 per bulan. Saat ini, demi menyesuaikan dengan perkembangan, supaya nggak dibilang kuper dan gaptek, Anda minimal memiliki 1 smartphone atau handphone android tambahan  yang tentu saja akan menciptakan pengeluaran baru yaitu pulsa internet.

Hemat Pangkal Kaya - Tips Agar Kantong Anda Aman
Mensiasati hal tersebut, berikut ada beberapa tips sederhana dan mudah yang bisa membuat kantong keuangan Anda tetap aman tenteram:

 Buat stock banyak-banyak makanan dari supermarket. Soalnya, harganya lebih murah! Simpan di kantor, untuk menghadapi saat genting “kelaparan”. Jika tidak, Anda sering terpaksa beli kue di coffee Shop yang tentunya berharga lebih mahal.
 Simpan uang kembalian ke dalam celengan kecil. Letakkan di rumah, ‘kosongkan’ dompet Anda dan uang receh secara rutin. Meskipun celengan terdengar sepele, tapi surprise, surprise, Anda akan tahu berapa uang tambahan yang bisa didapatkan sebulan sekali.
 Saat sale, buat stok beberapa barang yang rutin diperlukan. Membeli beberapa barang saat diskon. Sewaktu-waktu Anda perlukan, Anda sudah punya stok dan tak harus beli baru dangan harga normal.
 Memasak di rumah. Terbukti, memasak di rumah bisa menghemat banyak uang daripada harus beli masakan matang. Jika makan di restoran, Anda harus beli minuman yang tak murah. Belum lagi jasa layanan yang harus dibayar!

AWAS, JANGAN TERGODA “SETAN JAHAT” BELANJA
Cerita ini bukan pertama kali terjadi. Sebetulnya Anda tak ingin membeli dua sepatu. Tapi karena di label tertulis “Beli Dua Bayar Satu”, terpaksa Anda harus mencari sepatu lain, agar bisa mendapatkan ‘keuntungan’. Atau, jika berbelanja hingga angka tertentu, Anda berhak untuk membeli suatu barang (yang seringkali harga normalnya dipatok kelewat mahal untuk barang seperti itu) dengan harga khusus. Celakanya, iming-iming ini sering menjebak Anda. Kesalahan pertama, Anda sering terpaksa harus menggenapkan belanjaan hingga batas tersebut. Kesalahan kedua Anda keluar uang ekstra untuk membeli hadiah yang sebetulnya tak diperlukan!

Jenis-Jenis Kartu Plastik Dalam Industri Keuangan

detikLife – Semakin hari kita semakin dimudahkan dalam hal bertransaksi. Hal ini didukung oleh inovasi dari industri keuangan yang bertujuan untuk memanjakan para nasabahnya dengan bebagai kemudahaan dalam menggunakan uang, berhutang dan bertransaksi. Saat ini untuk membayar barang yang mahal harganya kita tidak perlu repot membawa kantong uang. Begitu pula dengan kekurangan uang. Semua bisa diselesaikan hanya dengan menggesek kartu plastik terbitan lembaga keuangan. Apa saja jenis-jenis kartu plastik yang beredar umum di masyarakat? Berikut penjelasan singkatnya.

Jenis-Jenis Kartu Plastik Dalam Industri Keuangan
 Kartu Kredit. Produk yang memberikan keleluasaan pada pemegang kartu untuk membebankan belanjaan ke dalam rekening kartu kredit sesuai dengan batas yang diberikan. Biasa diberikan untuk keperluan belanja, yang pada waktu jatuh tempo bisa dibayar tunai atau dicicil.

 Debit card. Customer harus punya sejumlah uang dalam rekening tersebut yang cukup dipakai berbelanja dan tidak boleh dicicil. Setelah berbelanja, dana di rekening langsung dipotong. Pada umumnya tidak mempunyai laporan transaksi belanja setiap bulan. Ada yang harus memasukkan nomor pin tertentu atau tanda tangan. Bisa juga berfungsi sebagai ATM. Makanya harus dikeluarkan oleh Bank. Ada juga jenis mastercard electronic atau visa electron. Di Indonesia masih jarang menggunakan debit card yang bisa langsung mengambil di kasir, karena di sini memiliki banyak jaringan ATM.

 Charge card. Contohnya Dinners atau American Express green dan gold (untuk Amex, kartu berwarna biru berfungsi sebagai kartu kredit). Tagihan bulanan kartu ini ketika jatuh tempo harus dibayar penuh, tidak bisa dicicil. Kalaupun tidak mampu membayar penuh, akan dikenakan denda dan bunga yang jauh lebih tinggi daripada kartu kredit. Malah bisa diblok. Sifatnya hanya untuk pengganti uang. Iuran tahunannya juga lebih tinggi daripada kartu kredit. Jumlah merchant yang menerima charge card biasanya lebih sedikit daripada kartu kredit karena tidak memakai Visa atau MasterCard hingga ia harus memiliki merchant sendiri. Limit yang ditentukan charge card biasanya jauh lebih tinggi daripada kartu kredit.

 Kartu Prabayar. Kartu ini digunakan untuk membayar barang belanjaan ketika bertransaksi di merchant yang sudah bekerja sama dengan penerbit kartu prabayar. Saldo rupiah yang sudah atau hampir habis dalam kartu prabayar harus diisi ulang agar dapat digunakan kembali. Bedanya dengan kartu debit atau kartu ATM, kartu ini tidak memerlukan verifikasi PIN untuk bertransaksi. Oleh karena kemudahaan tersebut maka saldo yang bisa ditampung kartu ini tidak besar.

Siasati Kartu Kredit Anda Agar Tidak Terlilit Hutang

detikLife – Terkadang untuk menutupi kekurangan yang tidak bisa dihindari, berhutang adalah salah satu jalan yang mau tidak mau harus diambil. Tapi kadang kala utang pun bisa terjadi karena keinginan konsumtif yang tidak bisa dibendung. Iming-iming bunga 0 persen atau bunga murah menjadikan kegiatan meminjam uang ini menjadi hal yang tidak harus dipikirkan dengan matang. Memang dengan mencicil, segala sesuatu yang tidak sanggup dibeli secara tunai menjadi terjangkau. Tapi disisi lain ketika kebiasaan ini terus berlanjut, bayangan yang menakutkan terlilit oleh hutang akan menjadi kenyataan. Bagaimana cara agar tidak terjebak lilitan hutang, berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan.

Tips Agar Tidak Terlilit Hutang
JADWAL PEMBAYARAN ANDA

Kalau tak ingin terbebani utang, pahami cara kerja dan terminologi kartu kredit:

– Free interest / Masa pembayaran dengan tingkat suku bunga 0%. Biasanya ada pada awal penggunaan kartu kredit, atau jika pemegang kartu kredit selalu membayar lunas tagihan tepat waktu. Untuk jadi catatan tambahan, jangan langsung tergiur oleh barang dengan cicilan 0%. Karena bisa saja bunga yang harus Anda bayar disamarkan oleh harga barang yang menjadi lebih mahal dari harga di toko. Biaya kemahalan tersebut sebenarnya sama dengan biaya bunga. Ataupun bunga bisa saja disamarkan lewat cas biaya adm diawal transaksi.

– Kurun waktu tanggal cetak billing (statement date) sampai tanggal batas terakhir pembayaran (payment due date), biasanya 15 hari (tapi ini beragam di setiap penerbit kartu kredit). Penanggalan ini biasanya ditentukan atas saran bank yang bersangkutan, tetapi bisa juga disesuaikan dengan permintaan customer. Misalnya tanggal cetak billing seseorang adalah 13 Februari 2016, dan tanggal batas akhir pembayaran adalah 28 Februari 2016. Mulai tanggal 14 Februari – 28 Maret (45 hari, angka ini berbeda pada setiap penerbit, tanyalah ketika Anda mengajukan aplikasi permohonan) adalah jangka waktu di mana tidak harus membayar bunga (0%) kalau pembayaran-pembayaran sebelumnya selalu lunas, atau bagi yang baru pertama kali menggunakan kartu kredit tersebut.

– Tanggal cetak billing bulan berikutnya adalah 12 Maret 2016. Jika ingin belanja lagi 13 Februari-11 Maret, maka akan menerima tagihan di bulan berikutnya dengan statement date tertanggal 12 Maret 2016. Dengan begitu, kita tidak terbebani pembayaran yang bertubi-tubi dalam satu periode penagihan. Inilah yang harus diketahui ketika kita hendak mengatur keuangan.

TERJEBAK LILITAN UTANG?

Beberapa bank mengeluarkan produk kartu kredit yang menawarkan kemudahan dengan fasilitas balance transfer (sebutlah bank A), jika tingkat suku bunga kartu kredit dari penerbit lain (bank B) ditawarkan terlalu besar (misal 3,45%), maka kita bisa memindahkannya ke rekening bank A penerbit kartu kredit dengan tingkat bunga yang lebih rendah tergantung pada waktu pembayaran yang diinginkan bisa 0% bila dilunasi dalam 2 bulan; 1,99% untuk 6 bulan, atau 2,75% untuk 12 bulan. Bank A akan membayar langsung ke bank B yang bersangkutan untuk menutupi utang yang kita miliki. Lewat dari waktu yang ditentukan, maka pembayaran kartu kredit kita di bank A akan berlaku suku bunga normal. Keuntungan bagi Bank A adalah mendapat customer baru. “Anda bisa mengajukan permohonan kartu kredit di bank A ini setelah atau sebelum jatuh tempo yang ada di bank B. Tapi lebih baik sebelumnya karena proses aplikasi membutuhkan waktu,” kata Darwin dari Standard Chartered Bank.

Lalu, jika pembelanjaan Anda melebihi batas yang diberikan? Biasanya akan ada mekanisme telepon sebagai peringatan bahwa nasabah yang bersangkutan telah melakukan transaksi berlebihan. Pilihannya, ia harus melunasi kelebihannya, kemudian melunasi sisanya dengan bunga seperti biasa.

Bila kredit karena suatu hal tak terbayar, segera hubungi penerbit kartu kredit. Biasanya, penerbit mempunyai unit recovery yang akan mengajukan cara lain untuk penyelesaiannya. Dalam hal ini penerbit berusaha tetap menjaga hubungan baik dengan nasabah.

Dengan segala kemudahannya, tentu saja sebagai pribadi yang bertanggung jawab terhadap diri sendiri, Anda tak perlu harus menjadi konsumtif, bukan? Tapi perlu juga berhati-hati berbelanja, kalau tidak mau anggaran belanja membengkak karena ada kewajiban tambahan mencicil hutang. Ingat, menyicil berarti ada tambahan biaya bunga. Kesulitan keuangan bisa muncul kalau Anda tidak bisa mengendalikan pengeluaran.

 

Tipe Gaya Kebiasaan Berbelanja Si Maha Sempurna

detikLife – Seperti apa gaya belanja Anda? Pemilih yang butuh waktu lama untuk memutuskan belanja atau yang main sabet apa saja yang tersedia karena tak punya waktu untuk berpikir?

Bulan-bulan mendekati Lebaran, Natal dan Tahun Baru bisa jadi kita bakal disibukkan oleh acara belanja buat Lebaran, Natal dan Tahun Baru. Dari belanja untuk diri sendiri sampai hadiah untuk anggota keluarga, kekasih dan teman tercinta. Bagi wanita berbelanja adalah kegiatan yang sangat menyenangkan, karena membuatnya lebih bergairah. Pada saat berbelanja, mata dan otak wanita akan bekerja secara maksimal. Kedua organ ini dengan sangat mudahnya merekam langsung berbagai hal yang tampak. Itu bukan hal sulit bagi perempuan. Sebaliknya, buat pria, kegiatan belanja tak ubahnya dengan kegiatan lain. Membeli barang yang diinginkan. Mudah saja, langsung saja. Tak ada keinginan untuk mencari-cari, melihat-lihat, dan memilih-milih.

Tipe Gaya Kebiasaan Berbelanja Si Maha Sempurna
Berbelanja buat wanita memang kegiatan yang khas. Bahkan seorang bintang film jaman lama, Zsa-Zsa Gabor pernah mengatakan bahwa bagi wanita, kenikmatan berbelanja adalah orgasme yang sesungguhnya. Benar tidaknya, sungguh cuma Anda yang tahu. Tetapi ada hal yang menarik dari kegiatan belanja ini. Konon, cara kita membeli barang bisa mengungkapkan banyak hal.

Miriam Tatzel, seorang dosen psikolog di SUNY Empire, State College, New York yang mempelajari kebiasaan berbelanja wanita mengatakan, “Tak semua orang punya cara berbelanja yang sama. Ada yang sangat sistematis: sudah merencanakan segala sesuatunya jauh-jauh hari, hadiah bahkan sampai kertas pembungkusnya pun disesuaikan dengan calon penerimanya.”

Kebiasaan ini sangat individual sifatnya dan termasuk sifat bawaan. Bila Anda suka berbelanja pada detik-detik terakhir, jangan berharap bisa berubah jadi sebaliknya. “Karena sifatnya yang sangat individual, maka jangan pernah merasa terpaksa menghabiskan energi, waktu dan tenaga untuk mengubah gaya belanja Anda,” ujar Lisa Kanarek, penulis dari Everything’s Organized. “Cara terbaik untuk berbelanja dan memberi hadiah adalah dengan menikmati prosesnya, detik demi detik,” katanya.

Sekarang, mari kita lihat kebiasaan belanja kita masing-masing. Setelah itu pelajari bagaimana memanfaatkan gaya belanja tadi agar jumlah uang yang keluar setara dengan barang yang didapat.

SI MAHA SEMPURNA
Anda tak akan pernah melewatkan sepotong hadiah atau barang yang dibeli terlewat tanpa inspeksi super ketat. Dari bentuk, warna, kertas bungkus, kartu, bahkan sampai kata-kata yang digoreskan, semua harus dipilih satu demi satu. Tak akan ada hadiah yang sama, kata-kata dan kartu yang sama untuk dua orang. Specialized! Untuk satu orang saja, Anda bisa menghabiskan waktu hingga berminggu-minggu. Tetapi itu bukan masalah buat Anda.

Ketika Lebaran atau Natal tiba, bisa jadi Anda telah menemukan semua hadiah rapi dibungkus. Tetapi tak tertutup kemungkinan Anda malah tak punya hadiah apa pun karena belum sreg juga dengan yang ada. Jangan sampai Anda mempunya penyakit si Maha Sempuma: berani menghabiskan banyak uang dan waktu sepanjang hadiah idaman bisa diperoleh. Bahkan Anda menyempatkan diri untuk pergi ke luar negeri hanya untuk membeli sebuah hadiah.

Supaya Aman: Kalau Anda termasuk pembelanja tipe ini, cobalah untuk mengkaji ulang standar nilai Anda. Paksakan diri untuk menghitung celana yang ada. Lalu tanyakan pada diri sendiri: Perlukah semuanya dibelanjakan untuk satu kesempatan saja? Untuk satu orang saja? Bagaimana kedekatan Anda dengan si penerima hadiah? Akankah dia menerima dengan gembira?

Untuk anak berusia 10 tahun, stik drum ala Phil Collins mungkin tak terasa maknanya. Sadari sepenuhnya, bahwa perhatian dan kasih sayang tak bisa dibeli dengan hadiah yang sempuma. Anda tak akan lebih dicintai karena memberi hadiah yang mahal. Sadari sepenuhnya Anda akan tetap dicintai meski hadiah tahun ini biasa-biasa saja, atau bahkan tanpa hadiah sekali pun. Bisa jadi mereka malah lebih senang bila Anda tak harus bersusah payah mencari hadiah. So, Anda tak perlu merepotkan diri membeli 300 hadiah untuk semua kemenakan dan anak sepupu baik yang langsung maupun tidak, bahkan Anda membeli 15 hadiah saja untuk anak-anak kakak itu sudah cukup banyak.

Banyak orang yang mengaku merasa tersiksa menerima hadiah dari orang lain apalagi nilainya cukup mahal. Misalnya Anda memberi hadiah t-shirt dengan merek terkenal setiap Natal kepada suami. Anda merasa dia perlu t-shirt yang keren untuk dipakai jalan-jalan. Sementara buat suami, t-shirt itu lebih enak dipakai tidur dan membongkar mobil. Makanya ia memilih yang sudah tua, jelek dan bahkan lubang-lubang. Kalau mereknya mahal, mau dipakai ke mana? Karena untuk jalan-jalan, misalnya, ia lebih suka pakai kemeja lengan pendek.

Perhatikan Tips Ini Saat Membeli Furniture

detikLife – Memasuki tahun baru merupakan saat menyenangkan untuk memoles interior rumah. Belanja furniture baru mungkin jadi kebutuhan. Dengan mudah, Anda bisa membeli furniture di toko-toko furniture besar yang tersebar di pusat-pusat perbelanjaan. Namun, jika harga menjadi masalah utama Anda bisa mempertimbangkan untuk membeli furniture bekas, atau Anda ingin mencari furniture antik dengan pengalaman berbelanja yang unik, bertandanglah ke sentra-sentra perajin furniture.

tips membeli furniture
Belanja Furniture tak cukup hanya mengandalkan mata dan kemampuan menawar. Ikuti tips membeli furniture dibawah ini!

• Jangan kaget kalau buruk rupa
Tak semua barang yang dijual benar-benar merupakan produk baru sentra setempat. Banyak pengusaha furniture memesan barang mentah (belum dipoles akhir) dari daerah lain, misalnya Jepara. Lalu para pekerja di sentra-sentra melakukan finishing, seperti mengampelas dan mengoleskan cairan pelitur. Jadi, jangan heran bila di sejumlah toko, penjual memajang perabotan yang sama sekali belum dipelitur dan terlihat kurang bagus. Proses akhir baru dilakukan jika sudah ada transaksi. Trik ini dilakukan untuk menjaga awetnya produk yang dijual.

• Bandingkan dulu
Bagaimana dengan patokan harga? Memang sulit dipastikan. Sebuah lemari di kawasan yang satu bisa lebih murah daripada lemari yang sama di kawasan lain dan sebaliknya. Pebisnis furniture sebenarnya tak mengambil keuntungan tinggi, apalagi mereka membuka toko disentra furniture. Alasannya jelas, saingan ada di kanan-kiri. Jika coba-coba memasang harga mahal, bisnis bisa mati. Cara paling tepat mendapatkan harga terbaik adalah datangi dulu beberapa toko di kawasan tersebut untuk membanding-bandingkan harga sebelum Anda memutuskan membeli. Dan jangan ragu untuk menawar!

• Cerewet itu perlu!
Jangan malu untuk cerewet. Karena, mutu barang belum tentu seperti penampakan luarnya. Ada satu pengalaman pahit. Seorang pembeli membeli sebuah meja sudut dari jati. Ternyata, setelah satu bulan dipajang di rumahnya, baru ketahuan ‘borok’nya. Ada bagian meja sudut itu yang melengkung, dan bahkan beberapa sambungannya merenggang karena kayunya menyusut. Belakangan, dari seorang kenalannya, ia tahu bahwa meja kayu itu dibuat dari bahan jati muda alis jati panjarangan, yang ‘belum cukup umur’ untuk ditebang (belum berusia 60 tahun). Si pembeli memang hanya tergiur pada harga murah dan bentuk luar barang yang menarik.

Hati-hati juga dengan penggunaan kayu “campur sari”. Bagian luar perabotan dari kayu ramin bermutu tinggi, sementara bagian dalam dari tripleks atau multipleks, bahkan bahan hardboard yang diberi tempelan bahan pelapis dengan corak tekstur mirip kayu ramin utamanya. Untuk hal ini, lagi-lagi, Anda sangat perlu cerewet.

• Mintalah garansi
Pengusaha furniture yang baik akan membeli garansi pada barang-barang yang dijualnya. Minimal, garansi memperbaiki bagian-bagian yang mendadak ‘cacat’ dengan sendirinya.

Tips Berbelanja Online Shopping

Tips Belanja Online – Kebutuhan akan internet sudah mulai terasa. Baik itu untuk saling kirim email, chatting, atau mendapatkan beragam informasi. Kini, kita bisa belanja lewat internet. Belanja online, atau online shopping memang amat mudah. Yang dibutuhkan hanya komputer, akses ke internet, dan kartu kredit. Namun hati-hati, jika ceroboh, uang bisa terkuras habis tanpa Anda sadari. Karena itu, simak apa kata Matt Rossoff, analis majalah on-line Microsoft, Directions On Microsoft, sebelum berbelanja online shopping.

Tips Belanja Online
1. Tahu Harga Pasaran
Jangan percaya diskon tanpa tahu harga di pasaran. Sebelumnya, cari tahu harga melalui teman, atau toko yang bisa dihubungi lewat telpon. Bisa saja harga di situs Web jauh lebih tinggi. Setelah diskon sekalipun apalagi pelelangan. Kalau tak sadar, harga yang ditawarkan bisa jauh lebih tinggi dari harga pasaran.

2. Bandingkan Harga
Sebelum mengklik barang pilihan, cari dulu situs lain yang menjual barang serupa, lalu bandingkan harganya. Agak lama memang, tapi daripada menyesal nantinya.

3. Biaya Tersembunyi
Jangan lupa mengkalkulasikan biaya di luar harga barang. Misalnya biaya jasa apalagi jika memesan dari luar negeri. Ongkosnya tentu bisa berkali lipat. Dari biaya pengiriman, pajak yang dibebankan, kurs valuta asing yang dipakai. Karena itu, selalu baca ketentuan dan perjanjian pembelian barang dengan teliti.

4. Pilih Barang Bergaransi
Kadang-kadang, harga termurah bukan merupakan penawaran terbaik. Apalagi untuk barang elektronik dan komputer yang memang bukan barang murah. Di sinilah garansi bisa jadi proteksi Anda bila terjadi masalah, meski tidak sama untuk semua barang. Garansi barang mahal biasanya berlaku satu tahun, untuk barang dan jasa. Termasuk 30 hari uang kembali, tanpa alasan apapun.

5. Kenali Perusahaannya
Jika tidak pernah mendengar nama perusahaannya, bersikaplah lebih skeptis. Periksa alamat surat (bukan P.O BOX), dan nomor telepon. Jika tak tertulis, tanyakan melalui e-mail. Bila mereka menolak memberitahu, silakan bersikap curiga. Jangan percaya dengan permintaan informasi yang bersifat amat pribadi. Seperti nomor identitas, nomor rekening bank, hingga nama kecil ibu Anda.

6. Keamanan Situs
Sedikit memang bukti bahwa hackers bisa mencuri nomor kartu kredit yang Anda masukkan. Tapi, itu tetap bisa terjadi. Karenanya, tanya pada yang mengerti bagaimana membuktikan apakah situs tersebut aman atau tidak. Untuk itu, berbelanjalah pada perusahaan yang Anda dengar aman reputasinya.

7. Hindari yang Ilegal
Hindari barang atau jasa yang tak bisa dijual secara legal. Misalnya senjata api, pomografi, atau narkoba. Jauhilah hal-hal yang tak jelas status hukumnya. Seperti obat yang harus dengan resep dokter, dan mengisi form untuk pelanggan berpotensi. Jangan percaya, bisa jadi Anda memang berpotensi untuk ditipu!

6 Tips Belanja Fashion Agar Kantong Tidak Bolong

detikLife – Sudah menjadi kebiasaan bahwa keinginan berbelanja saat awal bulan atau menjelang liburan akan meningkat. Hal ini bukan terjadi pada diri Anda saja, studi yang dilakukan oleh Forrester technology and market research company juga mengindikasikan hal yang sama bagi mayoritas orang pada umumnya. Hal ini didorong oleh banyaknya pusat perbelanjaan baru, promosi penjualan yang gencar dan kemudahan belanja salah satunya via internet.

Melihat banyaknya godaan lewat diskon, promo, dan iklan, Anda perlu membuat suatu strategi belanja yang efektif. Anda harus bisa menentukan prioritas, membuat alokasi pengeluaran, dan mendisiplinkan diri agar tidak boros dan impulsif saat belanja bulanan. Semuanya bertujuan untuk menghindari terjadinya kekurangan uang yang dapat mengawali jeratan lilitan hutang. Agar kegiatan berbelanja fashion Anda tepat sasaran, berikut ini adalah 6 tips belanja yang bisa menyelamatkan kesehatan keuangan Anda.

6 Tips Belanja Fashion Agar Kantong Tidak Bolong
1. Jangan malas mencoba
Jangan malas mencoba karena semata-mata sudah yakin pada ukuran yang tertera pada label. Tidak jarang sebuah label busana atau sepatu membuat standar ukuran yang berbeda dengan standar ukur yang biasa Anda pakai. Saat mencoba busana dengan ukuran yang sesuai perhatikan dengan seksama penampilan Anda di depan kaca (akan jauh lebih baik lagi jika di depan kaca 3 sisi). Lakukan gerakan-gerakan dasar, misalnya berjalan, mengangkat kaki, mengangkat tangan, duduk dengan menyilangkan kaki, dan sebagainya. Gunanya untuk mengetahui apakah busana tersebut nyaman dikenakan untuk aktivitas yang biasa Anda lakukan.

Untuk sepatu, kenakan dan berjalanlah seperti biasa untuk mengetes kenyamanannya. Untuk aksesori, cobalah pakai dan perhatikan ketika bercermin apakah sesuai dengan bentuk wajah, dan tidak menyakitkan ketika dipakai.

2. Jangan terikat model dan merek tertentu
Jika Anda menginginkan busana atau aksesori dari merek tertentu, dan ternyata ukuran atau warna yang diinginkan tidak tersedia, jangan langsung kecewa! Coba perhatikan rak lain, siapa tahu ada label lain yang mempunyai koleksi serupa dengan yang Anda inginkan.

Dengan membiasakan diri untuk tidak ‘terikat’ atau fanatik pada satu merek tertentu, Anda dapat lebih leluasa memilih koleksi baru. Juga jangan malas mencoba busana atau aksesori yang modelnya sedikit berbeda dengan yang Anda incar. Siapa tahu serasi juga untuk Anda.

3. Bersikap rasional!
Hal penting yang harus ditanamkan dalam benak Anda adalah membeli busana atau aksesori yang sesuai dengan bentuk tubuh yang diinginkan! Walaupun Anda berencana menurunkan atau menaikkan berat badan, jangan berpikir membeli sesuatu yang -mungkin- baru dapat dikenakan 3 bulan lagi. Yang harus dipikirkan adalah tampil semenarik mungkin sesuai bentuk tubuh yang dimiliki. Jika ternyata Anda sukses menurunkan atau menaikkan berat badan, bukankah Anda justru memperoleh kesempatan baru lagi untuk berbelanja.

4. Nyaman dan wearable
Jangan pernah membeli busana atau aksesori hanya karena teman Anda memilikinya, model terbaru yang sedang in, atau karena Anda menyukai warnanya. Belilah berdasarkan kenyamanan dan daya pakainya.

Percayakan naluri Anda. Jadi, walau sepasang sepatu bertumit stiletto sedang in, Anda tidak akan membelinya jika tahu kaki Anda tidak mampu bertahan berdiri lebih dari 30 menit dengan sepatu seperti itu. Buat apa membeli sesuatu yang kelak hanya akan ‘menyakitkan’, bukan?

Jika busana atau aksesori yang Anda pilih terasa nyaman apalagi jika yakin bahwa barang tersebut dapat dikenakan untuk berbagai kesempatan dan mudah dipadupadankan berarti Anda berada di jalur yang benar. Kunci penampilan prima adalah rasa nyaman, karena dari situlah rasa percaya diri tumbuh. Dengan memilih busana atau aksesori yang berdaya pakai tinggi, berarti Anda seorang smart shopper sejati yang enggan menghabiskan uang untuk sesuatu yang umurnya pendek dan hanya dapat dipakai pada kesempatan tertentu saja.

5. Be adventurous!
Beranikan diri untuk mencoba sesuatu yang beda, namun tak perlu ekstrem jika Anda tergolong orang yang berpenampilan klasik. Misalnya bagi Anda para wanita, Anda biasa memakai rok berpotongan A polos warna netral, sekarang cobalah untuk membeli rok berpotongan serong pastel bermotif bunga dengan aksen pita di pinggang. Pilihan ini bisa membuat penampilan Anda terlihat baru, namun tidak melenceng jauh dari gaya berbusana Anda yang sesungguhnya. Yang terpenting, pilihlah busana atau aksesori sesuai tren namun masih sesuai dengan pribadi dan gaya berbusana Anda.

6. Jika belanja sale
Siapa yang tak tergiur potongan harga? Apalagi jika yang di-sale adalah barang-barang dari merek favorit Anda. Harga sale memang bisa membuat Anda lebih hemat, tapi Anda berbelanja dengan impulsif biasanya malah menjadi boros. Karena, Anda akhirnya membeli bermacam-macam barang yang sebetulnya tidak terlalu dibutuhkan.
Manfaatkan sale merek terkenal berkualitas bagus untuk memperoleh barang yang tahan lama. Gunakan trik ini, terutama untuk membeli sepatu dan tas.

Siapkan Diri Sebelum Menghadapi DISKON, OBRAL, SALE

detikLife – Apa sih yang membuat Anda heboh untuk berkunjung ke area yang bertuliskan diskon? Kata sebuah survei, ada kenikmatan tersendiri bila seseorang datang ke lokasi obral. Biasanya, banyak yang kalap kalau mendengar kata sale atau diskon. Apakah Anda salah satunya? jadi kenapa dong mereka niat sekali membeli barang dengan embel-embel ‘sale’, ‘diskon’, ‘obral’? Jawabannya sederhana sekali. Mereka ingin mendapatkan barang dengan harga yang lebih murah daripada harga normalnya.

Tema sale pun bermacam-macam. Anda pasti pernah mendengar istilah: banting harga, promo jumat-sabtu-minggu, cuci gudang, harga spesial, diskon awal tahun, diskon akhir tahun, diskon Lebaran sampai diskon Natal. Belakangan ini, malah muncul istilah closing down sale, yaitu toko yang bermaksud menghabiskan barang dagangannya dengan maksud menutup usaha.

Persiapan Sebelum Menghadapi SALE, OBRAL, Atau DISKON
Memang, diskon merupakan salah satu strategi promosi yang diterapkan oleh pedagang, karena dapat mendongkrak penjualan dengan sangat cepat. Tapi, tidak jarang juga lokasi sale yang sepi pengunjung karena ‘wrong timing’. Oleh karena itu, para pedagang harus memilih saat yang pas kalau ingin mengadakan obral.
Belanja memang merupakan sebuah kenikmatan tersendiri. Apalagi bagi kebanyakan perempuan. Begitu barang tersebut ditempeli stiker ‘sale’, biasanya seseorang akan semakin tertantang untuk bisa mendapatkannya dengan harga semurah mungkin.

Ironisnya, tidak semua acara sale berakhir happy ending bagi sang pembeli. Kasus yang sering terjadi, adalah si pembeli menyesal karena barang yang telah didapatkannya tersebut ternyata tak sesuai dengan keinginannya. Misalnya, ukuran baju yang kekecilan atau sobek di bagian tertentu. Atau, sepatu yang ternyata mudah rusak, kulitnya mudah terkelupas.

Well… kalau kejadian ini menimpa Anda, rasanya ingin sekali marah-marah sambil menyesali diri dan berjanji untuk tidak lagi terayu godaan obral. Makanya, supaya Anda tidak menyesal, berikut adalah tips-tips yang bisa digunakan sebelum Anda berangkat menuju medan perang diskon, obral, dan sale.

 Jangan mengunjungi lokasi sale kalau Anda sedang tidak mood.
 Anda malah akan lapar mata dan akhirnya membeli barang yang sebenarnya tidak perlu, hanya karena faktor harga bukan kebutuhan.
 Sediakan waktu luang khusus. Biasanya, barang yang Anda beli saat terburu-buru, ternyata tidak cocok. Entah itu baju yang ukurannya kekecilan atau jahitannya “amburadul”.
 Bertanyalah pada diri sendiri, “Apakah saya memang membutuhkan barang tersebut?” Ingat, transaksi dagang seharusnya terjadi karena adanya kebutuhan barang oleh si pembeli, bukan karena harga murah. Bandingkan dulu harga satu jenis barang di tempat lain. Poin ini sangat penting.
 Teliti kualitas barang. Bedakan antara nilai dan harga. Nilai barang adalah seberapa besar kualitas barang yang Anda terima. Sedangkan, harga adalah seberapa besar jumlah yang harus Anda bayar. Bandingkan harga yang Anda bayar dengan nilai yang Anda dapatkan. Bila harga yang Anda bayar setara atau lebih kecil dari nilai barang yang Anda terima, maka barang tersebut layak dibeli. Telitilah kualitas barang tersebut dan pastikan nilai yang akan Anda nikmati bila akhirnya Anda memutuskan untuk membelinya.