Cerita Lucu Jawa vs Sunda Tergokil

Cerita Lucu Jawa vs Sunda – riajenaka.com. Jawa dan Sunda merupakan dua suku yang jelas berbeda. Perbedaan yang paling menonjol terletak pada arti daripada bahasanya. Namun ada beberapa kata yang memang hampir mirip di antara keduanya. Nah terkadang kemiripan itulah yang membuat cerita lucu jawa vs sunda ini semakin kocak dan tak jarang membuat orang yang menyimak ceritanya jadi tertawa terbahak-bahak.

Cerita Lucu Jawa vs Sunda

Cerita Lucu Jawa vs Sunda: Tuku Salak

Dikisahkan ada seorang penjual buah salak bernama Semar yang memang asli dari jawa dan seorang pembeli asli dari sunda.

Semar: “Salak..salak…salake bu pak, legi tenan…! Ora legi ra sah bayar…”

Pembeli: “Mas, salaknya 2 kilo ya.”

Semar: “Iyo, sekilone 10.000.”

Pembeli: “Cepet mas.”

Semar: “Sabar to mbak, wong sabar iki udhele bodhong hehee…”

Pembeli: “Ohhh namanya mas bodhong ya.”

Semar: “Walah gak mudheng.”

Pembeli: “Atos mas?”

Semar: “Nek salak mbok di pangan sak isine yo atos mbak.”

Pembeli: “Sabaraha mas?”

Semar: “Malah kon sabar, wong dodol iki mestine akeh sabare.”

Pembeli: “Mas juga jualan dodol?”

Semar: “Walah, sampeyan iki ngajaki gelut.”

Pembeli: “Atos mas? Sabaraha sadayana?”

Semar: “Sirahku dadi tambah ngilu mbak! Wes ora arep dodol meneh, arep tutup !!”

Pembeli: &^%$


Cerita Lucu Orang Jawa vs Orang Sunda Kuli Bangunan

Alkisah, ada 2 orang pekerja bangunan. Si petruk orang asli jawa sedangkan si bagong asli dari sunda. Bagong naik ke tingkat tiga bangunan setengah jadi yang sedang mereka bangun…

Bagong: “Kang, tolong cokot batu bata itu !”

Petruk: (hanya terdiam saja)

Bagong tidak sabaran, akhirnya ia menghampiri petruk.

Bagong: “Mana batu batanya kang? Sudah di cokot belum?”

Petruk: “Atos kang…”

Bagong semakin bingung mendengar jawaban petruk. Karena atos dalam bahasa sunda berarti ‘sudah’ sedangakan dalam bahasa jawa atos artinya ‘keras.’

Bagong: “Mana atuh? Daritadi saya tunggu kok ada.”

Petruk: “Kamu sendiri aja sana yang cokot batu batanya !”

Dalam hati si petruk berkata “Kepriwe sih lah bata masa kon di cokot, mbok atos. Ada-ada baen orang sunda.. !”


Cerita Lucu Jawa vs Sunda: Ketika Orang Sunda Berkunjung ke Besan Orang Jawa

Sering sekali kita jumpai pernikahan lain daerah seperti contohnya orang jawa dan orang sunda. Ya yang namanya sudah jodoh mau gimana lagi, iya gak sob?! Alhasil dapatlah besanan dengan orang jauh hehehe…
Ceritanya ada 2 orang ibu yang satu namanya Markonah asli dari jawa sedangkan satunya lagi Nunung asli dari sunda. Saat Nunung berkunjung ke rumah Markonah (besannya orang jawa), si markonah memuji menantu perempuannya itu di depan orangtuanya (si Nunung besan sunda)…

Markonah: “Menantu perempuanku rajin banget. Opo wae di gawei, nyuci dewe, masak dewe, nyapu dewe, setrika dewe.”

Dan sepulang dari rumah besan (si markonah besan jawa), si Nunung langsung marah-marah..

Nunung: “Karunyaa anak aing si siksa wae ku salakina, nyuci diewe, masak diewe nyapu diewe eta nyetrika diewe oge. Meuni teu boga hate. Teu istiahat di ewe wae! Beak atuh anak aing…

Wkwkwkwkwkwk
edyannnnnnn….!

Baca juga:

Cerita Lucu Sunda Singkat

Cerita Lucu Sunda Cangehgar

Cerita Lucu Pendek Sunda


Cerita lucu Penumpang Jawa vs Pedagang Buah asli Sunda

Sule seorang pemuda dari jawa hendak pergi ke Jakarta untuk berlibur ke rumah pamannya. Dia pergi ke Jakarta naik bus, dan di pun menempati bangku yang kosong di bagian depan. Pas bus berhenti di terminal, ada pedagang minuman yang masuk ke dalam bus tersebut dan menawarkan dagangannya..

Pedagang minuman: “Yang haus yang haus, aqua aqua, mezon mezon..” (sambil menawarkan minuman ke Memet)

Sule: “ora pak, aku wis gawa banyu dewek”

Lalu ada pedagang buah yang masuk ke dalam bus yang di tumpangi Sule.

Pedagang buah: “Nangkana2, nangkana2,” (dengan nada keras menawarkan buah nangka kepada si Sule)

Sule pun pindah tempat duduk ke belakang dengan ekpresi muka yang bingung…

Pedagang buah: “Ayo mas nangkana2, nangkana2..”

Sule pun pindah tempat lagi ke tengah…

Pedagang buah: “Nangkana2, nangkana, ayo mas nangkana2…”

Sule: (dengan muka kesal dan sangat marah) “Mas sampeyan iki karepe kpriye sihhh?? Dari tadi aku di kon pindah baen duduke. Aku wis pindah ke belakang, sampeyan ngomong nangkana2.. Aku pindah ke tengah, sampeyan isih ngomong nangkana2 baen. Sebenere sampeyan iki jaluke apa??!!”

Pedagang buah: (pasang muka heran dan bingung) “Akang teh kunaon atuh kang, marah2 teu aya sebab na?”

Sule: #$%@__$%^

Ternyata Sule belum tahu kalo pedagang tersebut orang sunda..


Cerita Lucu Jawa vs Sunda: Jangan Asem

Dikisahkan, dulu waktu sekolah SMA Mukiran dan Mukijo bersahabat karib. Namun sejak lulus sekolah Mukijo memutuskan untuk kuliah di kota semarang jawa tengah. Mukiran sendiri ia berasal dari kota garut jawa barat. Suatu hari liburan semester telah tiba, Mukiran telah berjanji akan main ke kota semarang. Singkat cerita, Mukiran telah sampai di kota semarang tepatnya di rumah nenek Mukijo. Karena sudah siang, Mukiran di ajak untuk makan siang bersama keluarga Mukijo.

Nenek: “Ayo nak Mukiran, makan yang banyak jangan malu-malu ya. Anggap saja rumah sendiri.”

Mukiran: “Iya nek. Terimakasih.”

Mukijo: “Ayo bro, di makan makanannya. Ini semua nenekku yang masak loh. Kamu pasti belum pernah mencicipi makanan dari kota Semarang hehehe…”

Mukiran pun segera menyiduk nasi dan lauk pauknya ada ayam goreng, tahu goreng, sayur asem dan sambal. Ketika mukiran ingi mengambil sayur asemnya tiba-tiba nenek berkata..

Nenek: “Nah, kalo itu JANGAN ASEM.”

Mukiran segera membatalkan niatnya untuk mengambil sayur tersebut.

Nenek: “Kenapa gak jadi ambil sayurnya?”

Mukiran: (swnyum-senyum sambil berkata dalam hati ‘ngabingungkeun, sateuacanna saur anjeunna henteu tiasa nyandak, ayeuna anjueunna parantos nyarios’)

Mukijo rupanya melihat wajah Mukiran yang sangat bingung.

Mukijo: “Bro, maksud nenek aku JANGAN ASEM itu sayur asem. Bukan karena sayurnya asem gak boleh makan.”

Mukiran: “Ooo aku baru tahu hehehe…”

Kurang lebih ya seperti itulah ha-hal lucu dan kocak yang tersaji antara orang jawa dan orang sunda hehee.. Memang ada sedikit kemiripan perihal kata yang bisa membuat keduanya bingung. Namun meskipun demikian tidak membuat kita terpecah belah karena perbedaan suku tersebut.