Contoh Surat Daftar Riwayat Hidup

Contoh Surat Daftar Riwayat Hidup – Berikut ini adalah Contoh Surat Daftar Riwayat Hidup. Curriculum vitae atau Surat Daftar Riwayat Hidup adalah dokumen yang memberikan gambaran mengenai pengalaman seseorang dan kualifikasi lainnya.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama lengkap : Melati Pertiwi
jenis kelamin : Perempuan
Tempat tgl. lahir : Jombang, 28 Desember 1981
Agama : Islam
Kebangsaan : Indonesia
Tinggi badan : 168 cm
Berat badan : 57 kg
Pendidikan : SMA Negeri Jombang
Ijazah tahun 2000
Kursus Bahasa Inggris berijazah,
Kursus Komputer program WS, Lotus
Pengalaman kerja : Belum ada
Alamat : Jl. Veteran 333, Jombang
Nama orang tua : Ahmad Adi Wirangin
Pekerjaan orang tua : Pegawai Negeri
Alamat orang tua : Jl. Veteran 333, Jombang
Hobby : Olah raga dan mendengarkan musik
Kegiatan dalam organisasi : Tidak ada
Referensi : Bapak Budi
Direktur PT. jaya Abadi jombang
Demikian riwayat hidup ini kami buat dengan sebenarnya.

Kediri, 27 Maret 2006
Yang membuat,

Melati Pertiwi

Demikianlah Contoh Surat Daftar Riwayat Hidup. Untuk mendapatkan contoh lain bentuk surat resmi dan juga pembahasan yang lebih mendalam, silahkan kunjungi kumpulan artikel surat resmi kami yang lain dalam kategori Surat Resmi. Untuk membaca artikel contoh surat resmi kami sebelumnya, silahkan klik Contoh Surat Perjanjian dan Kuasa Pencairan Dana.

Contoh Surat Perjanjian dan Kuasa Pencairan Dana

Contoh Perjanjian dan Kuasa Pencairan Dana – Artikel ini berisi tentang Contoh Surat Perjanjian Dan Surat Kuasa Pencairan Dana. Surat Perjanjian biasanya digunakan dalam berbagai aktifitas niaga serta Surat Kuasa digunakan untuk memberikan kuasa atau kepercayaan kepada orang lain dalam mengurus suatu pekerjaan.

Perjanjian ini dibuat pada hari Rabu, tanggal 22 maret 2001 oleh Sulamun dan Maman
antara :
1. Perseroan Terbatas Bank Bima berkedudukan di jakarta dalam hal ini melalui cabangnya di Jakarta Timur .Selanjutnya disebut BANK

2. PT. Sukasenang beralamat/kedudukan di Jl Virgo 12 no 50 dan atas tindakan tersebut dalam Perjanjian ini telah mendapat persetujuan dari sebagai Peminjam (bilamana suatu Perseroan) dalam hal ini sesuai Anggaran Dasarnya diwakili oleh Maman sebagai dari Supervisor Perseroan tersebut,selanjutnya disebut PEMINJAM.
BANK dan PEMINJAM (atau apabila jaminan adalah milik pihak ketiga) maka selanjutnya kata PEMINJAM harus diartikan sebagai PENJAMIN telah saling setuju dan sepakat untuk dan dengan ini membuat serta menetapkan perjanjian dengan syarat-syarat .dan ketentuan-ketentuan sebagai berikut :

1. PEMINJAM memberikan kuasa kepada BANK Untuk sewaktu-waktu untuk mencairkan dana yang ternyata dari:
Bilyet Deposito Berjangka : 3 Bulan
Nomor Deposito : 223341
Tanggal Deposito :24 Maret 2001
Atas Nama : Sulamun
Jumlah : Rp. 200.000.000,00-
(terbilang) : Dua Ratus Juta Rupiah

Berikut setiap perpanjangan, perubahan dan/atau jumlah penambahan bunga ke dalam jumlah nominalnya (bila ada) yang setiap perubahan itu telah ternyata dari Bilyet Deposito; Manakala di kemudian hari muncul biaya-biaya untuk pemasangan Hipotik pertama, kedua dan seterusnya atas tanah dan bangunan yang menjadi jaminan berdasarkan Kuasa untuk memasang Hipotik dan Kuasa untuk menjual No. 20 tanggal 25 maret 1995 Dibuat dihadapan Notaris Fried Hutagalung, SH. dan Valent Simbolon, SH. menggunakan dana tersebut untuk membayar biaya-biaya pemasangan Hipotik tersebut.

2. Jika dikemudian hari pencairan dana (berikut bunga tersebut di atas belum cukup untuk membayar biaya-biaya pemasangan Hipotik maka PEMINJAM wajib dan bertanggung jawab untuk membayar sisa biaya yang terhutang dan oleh karena itu BANK diberi kuasa untuk mendebet rekening-rekening PEMINJAM dalam bentuk apapun yang ada pada BANK untuk melunasi seluruh biaya yang terhutang akan tetapi apabila dana yang tersedia masih tersisa maka BANK akan mengembalikan sisanya kepada PEMINJAM.

3. PEMINJAM dengan ini menyatakan menyerahkan dana tersebut dan tidak akan menarik/mencairkan dana tersebut tanpa persetujuan terlebih dahulu dari BANK.

4. Setiap dan semua KUASA yang diberikan dalam Perjanjian-ini tidak akan dicabut kembali dan tidak akan berakhir oleh sebab~sebab termasuk apapuntetapi tidak terbatas pada sebab-sebab yang tercantum dalam pasal 1813 Kitab Undangvundang Hukum Perdata.

PERSEROAN TERBATAS PEMINJAM
BANK BIMA

PENJAMIN

Demikianlah Contoh Surat Perjanjian dan Kuasa Pencairan Dana. Untuk mendapatkan contoh lain bentuk surat resmi dan juga pembahasan yang lebih mendalam, silahkan kunjungi kumpulan artikel surat resmi kami yang lain dalam kategori Surat Resmi. Untuk membaca artikel contoh surat resmi kami sebelumnya, silahkan klik Contoh Surat Perjanjian Pinjaman Uang.

Contoh Surat Perjanjian Pinjaman Uang

Contoh Surat Perjanjian Pinjaman Uang – Surat peminjaman uang adalah sebuah surat pernyataan yang dibuat oleh peminjam sebagai pernyataan dirinya karena telah meminjam uang kepada seseorang, lembaga maupun perusahaan yang dijadikan sebagai bukti apabila di kemudian hari menimbulkan perselisihan. Selain dari itu, di dalam surat ini juga dicantumkan ketentuan-ketentuan mengenai cara pembayaran, tanggal pembayaran dan lain sebaginya yang dianggap penting. Berikut ini adalah contoh Surat Perjanjian Peminjaman Uang.

KOPERASI SIMPAN PINJAM
“PASAR MANDIRI”
Jl. Ketupat 70,Tc1p. 471155, Tulungagung
SURAT PERJANJIAN PINJAM UANG.
Nomor:231 /09 /1996
Yang bertanda tangan di bawah ini saya:
Nama : Sulamun
Pemilik Kios : Aneka Pangan
Alamat Kios : Jl. Bahureksa 80, Semarang
Alamat Rumah : Jl. Bahureksa 132, Semarang
Anggota Koperasi : Pasar Mandiri
Dengan ini saya yang disebut namanya di atas berjanji bahwa setelah menerima pinjaman. uang kredit dari Koperasi Simpan Pinjam “PASAR MANDIRI” sebesar Rp. 5.000.000,00 (lima juta rupiah)
Menyanggupi mencicil sebagai berikut :
1. Pembayaran sebesar Rp. 560.000,00 (lima ratus enam puluh ribu) selama 10 Bulan.
2. Perjanjian ini saya buat dengan sesungguhnya dalam keadaan sadar dan penuh dengan iktikat baik serta tanggung jawab.
Ditandatangani diatas materai cukup dalam rangkap dua, yang kedua-duanya .mempunyai kekuatan hukum yang sama.
Tulungagung, 6 Mei 2006
Mengetahui/ turut menjamin Tanda tangan yang berkepentingan

Sulamun

 

Contoh Surat Perjanjian Peminjaman Uang di Koperasi
KOPERASI KARYAWAN PT. RAMATEX
Jl. Raya Pandaan no 17, Telp. 25436 Pandaan
PASURUAN
SURAT PERJANJIAN PINJAMAN
Nomor:
Yang bertanda tangan di bawah saya:
1. Nama : Mujiono
2. Pangkat/jabatan: Supervisor Kredit
3. Biro/Bagian: Maintenance
4. Anggota Koperasi : Pasar Mandiri
5. Alamat Rumah: Jl. Bahureksa 122, Pasuruan
Dengan ini saya berjanji bahwa setelah menerimapinjaman uang kredit Koperasi Karyawan PT. RAMATEX sebesar Rp. Sanggup mengangsurnya sebagai berikut :
I. Pembayaran kembali kredit tersebut di atas sanggup dipotong dari gaji saya setiap bulannya dalam waktu kali ditambah dengan bunga sebesar 5% berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Koperasi.
II. Selain dari jaminan gaji setiap bulannya, adalah jaminan berupa dan bila ternyata pada, bulan tersebut tidak dapat membayar angsuran saya bersedia membayar denda jasa pada bulan berikutnya sebesar 10%.
III. Perjanjian ini saya buat dengan sesungguhnya dengan sadar tanpa ada tekanan dari pihak lain, dan ditandatangani diatas materai tempel sebesar : Rp, 2.000,- dalam rangkap dua lembar, dan dilampiri surat permohonan pinjaman dalam rangkap 2 (dua) lembar.
Pasuruan, 6 Mei 2006
Mengetahui/ turut menjamin Pihak Peminjam,
karyawan tersebut di atas

Mujiono

Demikianlah Contoh Surat Perjanjian Pinjaman Uang. Untuk mendapatkan contoh lain bentuk surat resmi dan juga pembahasan yang lebih mendalam, silahkan kunjungi kumpulan artikel surat resmi kami yang lain dalam kategori Surat Resmi. Untuk membaca artikel contoh surat resmi kami sebelumnya, silahkan klik Contoh Surat: Permohonan dan Keterangan.

Contoh Surat: Permohonan dan Keterangan

Contoh Surat: Permohonan dan Keterangan – Disini anda akan menemukan contoh surat permohonan kredit rumah dan surat keterangan dari lurah untuk mendapatkan rumah murah. Di kedua contoh surat ini anda bisa mengubah kata sesuai situasi dan kondisi

Contoh Surat Permohonan Kredit Rumah

No. : Semarang, 5 Mei 2006
Lamp. :
Hal : Pendaftaran Memiliki
Rumah KPR/BTN
Kepada Yth.
Bapak Direktur PT. BAHUREKSA
Jl Virgo no 2,
SEMARANG

Dengan hormat,
Kami yang memohon di bawah ini :
Nama : Sulamun
Alamat : Jl. Libra no. 32, Semarang
Pekerjaan : Pegawai Negeri Sipil
Tempat tgl. lahir :  Semarang 24 April 1974
Agama : Islam
Berhubung sampai sekarang tinggal di rumah kontrak yang harus diperbaharui setiap tahun, sedang kami sebagai pegawai di salah satu Departemen Agama, benar-benar mengalami kesulitan dan sangat membutuhkan sekali rumah untuk tempat tinggal yang dapat dibeli dengan harga murah dan cicilan/kredit.
Kami mohon dengan hormat, sudilah kiranya Bapak menerima pendaftaran kami ini untuk mendapat kesempatan turut membeli rumah yang sedang Bapak laksanakan.
Atas perhatian serta bantuan bapak, kami menyampaikan banyak terima kasih.

Hormat kami,

Mujiono

Contoh Surat Keterangan dari Lurah untuk Mendapatkan Rumah Murah

Jakarta, 9 Mei 2006
No : 231/09/1996
Saya yang bertanda tangan di bawah ini Lurah kebayoran Kecamatan senayan Kab/Kodya Jakarta
menerangkan bahwa orang tersebut di bawah ini
Nama : Sulamun
Umur : 30
Pekerjaan : Karyawan Swasta
Tempat tinggal : Jl RS. Fatmawati No. 73
Agama : Islam
Warga negara : Indonesia
Benar-benar tinggal di daerah lingkungan kami dengan mengontrak rumah pada rumah yang terletak di alamat tersebut di atas. Surat keterangan ini dibuat untuk mengurus mendapatkan rumah murah.

Tanda tangan pemegang Lurah

(Sulamun), (Dadang)

Demikianlah Contoh Surat: Permohonan dan Keterangan. Untuk mendapatkan contoh lain bentuk surat resmi dan juga pembahasan yang lebih mendalam, silahkan kunjungi kumpulan artikel surat resmi kami yang lain dalam kategori Surat Resmi. Untuk membaca artikel contoh surat resmi kami sebelumnya, silahkan klik Contoh Surat Perjanjian Kerjasama Royalti.

Contoh Surat Perjanjian Kerjasama Royalti

Contoh Surat Perjanjian Kerjasama Royalti – Surat perjanjian ini terjadi diantara pihak penulis dan penerbit yang membahas tentang hak mencetak, menerbitkan, memperbanyak, mengedarkan, menjual buku hasil karya tulis penulis dan juga tentang sistem pembayaran bagi si penulis. Berikut ini contohnya:

PERJANJIAN

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Sulamun
Pekerjaan : Karyawan Swasta

Alamat  : Jl. bahureksa 22, Surabaya

sebagai penyusun dan pemilik dari karya tulis yang berjudul: Supernova yang selanjutnya disebut Pihak I (pertama).

Nama : Mujiono
Pekerjaan : Swasta

Alamat : Jl. Virgo 37, Surabaya

bertindak untuk dan atas nama Mujiono yang  selanjutnya disebut Pihak II (dua). Kedua belah pihak sepakat mengadakan perjanjian kerja sama dengan perincian sebagai berikut

Pasal I

HAK DAN KEWAJIBAN

Ayat 1 : Hak dari Pihak (pertama).

Memiliki hak cipta secara penuh hasil karya dalam bentuk naskah buku yang dimaksud di dalam perjanjian ini, kecuali bila ada pembuktian dari pihak lain yang menyatakan keberatannya setelah diterbitkan’ dalam bentuk buku.
Melakukan perbaikan, perubahan dengan cara pengurangan atau penambahan dari isi naskah yang akan diterbitkan sebelum karya tulis tersebut dilakukan penyusunan huruf (“setting”) oleh pihak II (dua); maupun terhadap buku ‘yang akan dicetak ulang sebagai penyempurnaan dari cetakan sebelumnya.
Menerima jasa dalam bentuk uang dari pihak II (dua) atas karya tulis yang dimaksud dalam perjanjian ini berdasarkan kesepakatan yang telah dibuat
Ayat 2 : Kewajiban pihak I (pertama)

Memberi jaminan kepada’ pihak. ll (dua) bahwa hasil karya tulis yang dimaksud dalam perjanjian ini, tidak akan menyinggung dan memuat sesuatu hal-yang dapat dianggap sebagai fitnahan oleh pihak III (tiga), sehingga berakibat ditariknya naskah dalam bentuk buku tersebut dari peredarannya, yang-tentunya dapat merugikan Penerbit yangtelah membiayai.
Untuk tidak menerbitkan karya tulis sejenis kepada pihak III (tiga) maupun kepadaPenerbit lain, yang melihatkepada bentuk dan isinya dapat menyaingi karya tulis yang dimaksud dalam perjanjian ini
Menanggung setiap adanya ganti kerugian dan meinbayar segala perongkosan, apabila ada gugatan pihak III (tiga), karena jaminan yang dimaksud dalam perjanjian ini ternyata tidak ada atau kurang dipenuhi.
Melakukan pemeriksaan/koreksiatas permintaan pihak II (dua) terhadap naskah yang telah dibuat cetakcoba.
Ayat 3 : Hak Pihak II (dua)

Menerbitkan/memperbanyak/ mencetak ulang karya tulis yang dimaksud dalam bentuk buku dengan jumlah yang telah disepakati dalam perjanjian ini.
Memperoleh kebebasan. untuk menyebarluaskan dengan cara memperdagangkan kepada grosir/toko buku/konsumen seluruh Indonesia.
Meminta pihak I (pertama) melakukan perbaikan untuk cetak ulang.
Ayat 4 : Kewajiban Pihak II (dua)

Membayar jasa pihak I (pertama) atas dasar kesepakatan yang telah dibuat di dalam perjanjian ini.
Memberitahukan dengan segera (2-3 sebelumnya) kepada pihak I (pertama) apabila ada rencana untuk melaksanakan cetak ulang serta membuat perjanjian baru.
Pasal II

Ketentuan Cetak Menjadi Buku

Berdasarkan jumlah exploitatie exemplaarcn untuk cetakan I (permulaan) ditetapkan 10% dan cetakan berikutnya 10% dari jumlah cetakan yang diSepakati dalam perjanjian ini, untuk dipergunakan pihak II (dua) sebagai promosi.
Pihak I (pertama) berhak menerima dari pihak II (dua) sebanyak 10 eksemplar buku yang dimaksud didalam perjanjian ini sebagai present exemplaren.
Pasal III

Uang Jasa (Royalty)

Pihak l (pertama) menerima uang jasa (rnyalry) dari pihak II (dua) sebesar 10% (jumlah cetakan buku dari Penjualan Bruto). Sedangkan expioitatie exemplaren tidak dikenakan uang jasa (royalty).
Uang jasa pihak (pertama) dibayarjoleh pihak II (dua) melalui 4 (empat) tahap, dengan perincian sbb :
Tahap 1 (satu) 6 bulan setelah buku terbit, dibayar berdasarkan jumlah yang telah terjual.
Tahap 2 (dua) 6 bulan setelah pembayaran tahap 1 (satu) sebesar 25% dari jumlah royalty.
Tahap 3 (tiga) 6 bulan setelah pembayaran tahap 2 (dua) sebesar25% dari jumlah royalty.
Tahap 4 (empat) 6 bulan setelah tahap 3 (tiga) dilunasi, sebesar sisa yang belum dibayar.
Pembayaran uang jasa pihak l (pertama) harus dibayar lunas apabila ternyata buku yang dimaksud dalam perjanjian ini telah habis dan akan mengalami cetak ulang sebelum batasrwaktu pembayaran yang telah ditetapkan pada pasal III sub. 2 terakhir.
Pasal IV

Terjemahan

Apabila karya tulis yang dimaksud dalam perjanjian ini merupakan hasil terjemahan dan penyelenggaraannya berasal dari pihak I (pertama), maka pengurusan izin terbit (Licence) merupakan, tanggung jawab pihak I (pertama).
Apabila penyelenggaraan terjemahan atas permintaan pihak II (dua), sedangkan pihak l (pertama) hanja melaksanakan permintaan tersebut, maka licence tersebut akan dirundingkan terlebih dahulu dengan pihak I (pertama).
Atas terjemahan ini, pihak I (pertama) menerima uang jasa sesuai yang ditetapkan dalam pasal III, dikurangi biaya yang telah dikeluarkan sehubungan dengan penyelenggaraan terjemahan tersebut.
Pasal V

Cetak Ulang

Pihak II (dua) akan memberitahukan Pihak I (pertama) sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal I ayat 4 point b.
Apabila Pihak ll (dua) tidak mengambil keputusan tentang cetak ulang, maka Pihak I (pertama) dapat meminta keputusan dari Pihak Il (dua) apakah akan atau tidak akan mengadakan cetak ulang kembali.
Apabila Pihak II (dua) menyatakan tidak akan melakukan cetak ulang, maka hak menerbitkan sudah tidak ada lagi pada Pihak II (dua).
Pihak I (pertama) tidak berhak menyatakan secara sepihak dengan mengharuskan kepada Pihak Il (dua) untuk membuatcetak ulang apabila ternyata persediaan buku yang dimaksud dalam Perjanjian ini dirasakan oleh Pihak II (dua) masih ada.
Apabila dalam l (satu) tahun buku tersebut tidak dicetak ulang pleh Pihak ke II maka Pihak I berhak memindahkan hak terbit ke penerbit lain.
Pasal VI

Akibat-akibat apabila Pihak I (pertama) Meninggal Dunia

Apabila Pihak I (pertama) pada saat perjanjian ini berjalan kemudian meninggal dunia, maka segala hak dankewajibannya jatuh kepada ahli waris yang sah.
Apabila tulis yang dimaksud dalam perjanjian ini sesudah-meninggalnya Pihak-I (pertama) dan Pihak II (dua) masih menginginkan untuk mencetak kembali, sedangkan untuk itu diperlukan tambahan dan atau perubahan dalam naskah, maka ahli waris Pihak I (pertama) atas usul atau dengan persetujuan Pihak II (dua) dapat menunjuk seseorang yang akan membantu dan atau menggantikan pihak I (pertama) dalam meneruskan melakukan pekerjaan itu.
Dalam hal yang dimaksud point 2 di atas, maka ahli &aris akan menerima jumlah uang jasa yang ditetapkan dalam Pasal IlI dikurangi dengan biaya  yang-telah dikeluarkan pihak II (dua) dalam kaitannya dengan penunjukan pengganti ini.

Demikianlah Surat perjanjian ini dibuat di Surabaya pada tanggal 5 Mei 2006

yang dibuat rangkap 2 (dua), bermaterai cukup, isi  perjanjiannya sama serta memiliki kekuatan hukum yang sama pula.

Pihak I (Pertama)                                                                           Pihak II (Dua)

(Sulamun)                                                                                          (Mujiono)

Demikianlah Contoh Surat Perjanjian Kerjasama Royalti. Untuk mendapatkan contoh lain bentuk surat resmi dan juga pembahasan yang lebih mendalam, silahkan kunjungi kumpulan artikel surat resmi kami yang lain dalam kategori Surat Resmi. Untuk membaca artikel contoh surat resmi kami sebelumnya, silahkan klik Contoh Surat Perjanjian Kerja Sama.

Contoh Surat Perjanjian Kerja Sama

Contoh Surat Perjanjian Kerja Sama – Surat perjanjian kerja sama digunakan sebagai keterangan dan pengikat dua belah pihak yang melakukan kerjasama. Selain itu surat perjanjian kerja sama ini pun bermanfaat sebagai sebuah pegangan apabila hak dan kewajiban yang sudah tertera di surat tidak dipenuhi sehingga kita bisa membawa perkara ke hukum. Pada intinya, dengan surat perjanjian kerjasama hubungan bisnis pun bisa jauh lebih aman dari penipuan.

PERJANJIAN KERJA SAMA
Pada hari ini, Senin, tanggal 15 juni 1996 (lima belas Juni Seribu sembilan ratus sembilan puluh enam), Sulamun menghadap saya Mujiono
Notaris di Bandung (Surat Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor : C. 56 – HT. 06.02 Th. 1993 tanggal 5 Maret 1993) dengan dihadiri oleh para saksi yang akan disebut di bagian akhir akta ini dan saya notaris kenal:
1. Mujiono, Direktur PT. Makmur Abadi, bertempat tinggal di Bandung, jalan Pattimura Nomor 19.
• Menurut-keterangannya dalam hal ini bertindak berdasarkan Surat Penunjukkan oleh Dadang karena itu untuk dan atas nama : Mujiono sebagaimana yang tertanda dari Surat Penujukan ini tertanggal 5 Mei 1995, yang bermaterai Rp. 6000 (enam ribu rupiah) yang dilekatkan pada minuta akta ini
selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA
2. Sulamun, Direktur PT. RENGCANIS, bertempat tinggal di Bandung,]alan ‘Pahlawan 60 (Dalam Kartu Tanda Penduduk bertempat tinggal di jalan Cibadak Nomor 8).
Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA . Para penghadap dikenal oleh saya notaris, Dadang, SH. Terlebih dahulu menerangkan bahwa para penghadap berkehendak mengadakan kerjasama berdasarkan kesepakatan lahir batin, saling mufakat dan saling membawa keuntungan tanpa ada yang dirugikan.
Untuk kerja sama ini para pihak sepakat menentukan syarat-syarat sebagai berikut :
Pasal 1
DASAR DAN BENTUK KERJASAMA
Pihak Pertama dan Pihak kedua sepakat, bahwa dasar bentuk kerjasama ini, adalah suatu kerjasama yang berdasarkan kesepakatan lahirbatin, saling mufakat, untuk bekerja sama yang membawa keuntungan bagi masing-masing pihak, tanpa ada yang dirugikan.
Pasal 2
TUJUAN
Pihak Pertama dan (Pihak kedua’ Sepakat, bahwa tujuan kerjasama ini’adalah untuk pengadaan, Tafsir Al-Qur’an yang akan diedarkan dan dipasarkan di seluruh wilayah Indonesia dengan persetujuandari pihak Pertama.
Pasal 3
TUGAS DAN KEWAJIBAN
1. Pihak Pertama dan Pihak Kedua bersepakat bahwa, tugas dari kewajiban masing-masing pihak adalah sebagai berikut :
1.1. Pihak Kedua berhak mengadakan, mencetak, menerbitkan, dan memasarkan Tafsir Al-Qur’an di seluruh wilayah Indonesia dengan persetujuan dari Pihak Pertama.
1.2. Pihak kedua berkewajiban mengadakan dan mencetak, atau memproduksi Tafsir Al-Qur’an dengan kualitas baik serta berjumlah cukup.
1.3. Mengedarkan atau memasarkan dengan tertib dan teratur atas semua produksi butir 1.2. di atas kepada semua umat Islam yang berkepentingan ataupun-dipasarkan bebas, distributor, grosir, dan toko buku eceran di seluruh wilayah Indonesia.
1.4. Mengatur administrasi, distribusi, penjualan dan penerimaan hasil penjualan dalam suatu sistem pembukan yang rapi dan terbuka (open management).
2. Pihak Pertama berkewajiban atas dasar surat penunjukan dari Sulamun.yang dilampirkan pada surat perjanjian :
2.1. Membantu mengedarkan semua produksi pencetakan dan penerbitan kitab Tafsir .Al-Qur’an kepada Pondok-pondok Pesantren yang bisa dijangkau.
2.2. Memberitahukan atau melaporkan daftar Pondok Pesantren yang dikunjungi untuk setiap satu bulan mendatang secata berkesinambungan.
2.3. Bertanggung jawab atas administrasi dan keuangan hasil penjualan kitab-kitab yang terjual.
Pasal 4
HAK
Atas kerjasama tersebut dalam butir-butir di atas, Pihak Pertama dan Pihak kedua Sepakat membagi keuntungan amrusaha kerjasama ini sebagai berikut :
1. Kepada pemegang hak cipta yaitu akan diberikan sejumlah honorarium atau royalty Yang telah disepakati dari tiap-tiap keuntungan bersih produksi yang terjual.
2. Hasil keuntungan berikutnya setelah dikurangi honorarium atau royalty, masing-masing pihak akan menerima setengah bagiannya dalam arti Pihak Pertama akan menikmati Rp. 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah)  dan Pihak Kedua akan menikmati Rp. 5.000.000,00 (lima juta rupiah)
Pasal 5
Surat perjanjian kerjasama ini berlaku selama masa 2 (dua) tahun terhitung sejak ditandatangani akta ini oleh kedua belah pihak.
Pasal 6
LAIN-LAIN
Hal-hal yang belum tercantum dalam pasal-pasal perjanjian ini akan ditentukan kemudian atas dasar musyawarah untuk mufakat kedua belah pihak dan akan dituangkan dalam adendum tersendiri yang tidak terpisahkan ,dari surat perjanjian ini.
Pasal 7
KEPANITERAAN
Apabila dikemudian hari terjadi perselisihan pendapat dan setelah diadakan musyawarah untuk mufakat, tidak tercapai kesepakatan yang memuaskan masing-masing pihak, maka para pihak sepakat memilih tempat kedudukan hukum’yang umum dan tetap diKepaniteraaan Pengadilan Negeri di Bandung.
Ikut hadir di .hadapan saya dan yang saya notaris kenal :
1.Dadang Gantar, Swasta, bertempat tinggal di Jakarta, jalan Martadinata Nomor 20 (sementara berada di Bandung).
2. Deden, Karyawan Swasta, bertempat tinggal di Bandung, Pahlawan Nomor 2.
3.Dimas, Swasta, bertempat tinggal di Bandung, jalan Cikampek 50
4. Udin, Pedagang, bertempat tinggal di Bandung Jalan Sultan Taha Nomor 17. Yang menyatakan ikut mengetahui adanya Perjanjian Kerjasama ini.
Demikian akta ini, dibuat dan diselenggarakan di Bandung, pada hari dan tanggal tersebut di awal akta ini, dengan dihadiri oleh para saksi:
1..Saudara Imam Muktiono, Sarjana Hukum dan
2. Saudari Dewi Kunti, Sarjana Hukum, Keduanya Pegawai Kantor Notaris, bertempat tinggal di Bandung

Setelah saya notaris membacakan akta ini kepada para penghadap dan para saksi, maka segera akta ini ditandatangani para penghadap, para saksi dan saya notaris.
Dibuat dengan tambahan 28 (dua puluh delapan) kata.
Minuta akta ini telah ditandatangai dengan sempurna.

Demikianlah Contoh Surat Perjanjian Kerja Sama. Untuk mendapatkan contoh lain bentuk surat resmi dan juga pembahasan yang lebih mendalam, silahkan kunjungi kumpulan artikel surat resmi kami yang lain dalam kategori Surat Resmi. Untuk membaca artikel contoh surat resmi kami sebelumnya, silahkan klik Contoh Surat Penunjukan.

Contoh Surat Penunjukan

Contoh Surat Penunjukan – Surat Penunjukan adalah sebuah surat resmi yang dikeluarkan oleh yang berwenang yang ditujukan kepada sebuah lembaga/perusahaan/perseorangan untuk melakukan beberapa hal seperti yang termuat dalam surat penunjukan tersebut. Contoh isi surat penunjukan ini bisa anda ganti sesuai situasi dan kondisi.

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.
Berdasarkan hasil evaluasi dari proposal yang Saudara kirimkan pada saya, maka bersama ini saya setuju MENUNJUK Saudara :
1. Nama : Mujiono
Jabatan : Pengusaha Swasta
Alamat : jl. Pattimura No. 19 Bandung
2. Nama : Sulamun
Jabatan : Pimpinan Pondok Pesantren “NURUL IMAN”
Alamat : jl. Sahabat No. 20 Pamanukan.
UNTUK
Pengadaan, Pencetakan, Penerbitan dan Pemasaran kitab Tafsir Al Qur’an hasil terjemahan Kyai Haji Abdurrahman Saleh dari Pondok Pesantren Mesir.
Setiap pencetakan ulang hanya bisa dilaksanakan dengan memberitahukan/melaporkan terlebih dahulu kapasitas/ jumlah exemplar yang akan dicetakan.
Ketentuan lain-lain yang berhubungan dengan hal-hal tersebut di atas akan di atur dalam kontrak tersendiri dan yang menyangkut perubahan dari ketentuan yang telah diatur dalam perjanjian hanya bisa dilaksanakan atas persetujuan pemegang lisensi.
Demikian harap maklum dan atas perhatian Saudara disampaikan terima kasih, semoga mendapat ridha Allah swt.
Wassalammu ‘alaikum Wr. Wb,
Jakarta, 5 Mei 2005

Yang menunjuk

Sesuai dengan aslinya yang diperlihatkan kepada saya,
Bandung, 5 Mei 2005

Bambang Sugeng, SH
Notaris Bandung

Demikianlah Contoh Surat Penunjukan. Untuk mendapatkan contoh lain bentuk surat resmi dan juga pembahasan yang lebih mendalam, silahkan kunjungi kumpulan artikel surat resmi kami yang lain dalam kategori Surat Resmi. Untuk membaca artikel contoh surat resmi kami sebelumnya, silahkan klik Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Naskah.

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Naskah

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Naskah – Surat Perjanjian jual beli memiliki sistem terbuka karena dapat dilakukan oleh setiap orang yang telah memenuhi persyaratan untuk melakukan perjanjian. Pada umumnya perjanjian jual beli tidak terikat pada suatu bentuk tertentu, dapat dibuat secara lisan. Namun untuk sebagai bukti jika ada perselisihan ada baiknya suatu perjanjian dibuat secara tertulis.

Berikut ini adalah contoh surat perjanjian jual beli naskah:

PERJANJIAN JUAL BELI NASKAH
Yang bertanda tangan dibawah ini :
1. Nama : Mujiono
Alamat : Jl. Bahureksa 33, Surabaya
selaku pengarang; penterjemah, penyusun dan untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.
2. Nama : Sulamun
Alamat : Jl. Virgo 123, Surabaya
selaku Direktur Penerbit Laskar Surabaya dan untuk selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.
Hari ini Kamis Tanggal 3 (tiga) Bulan Mei Tahun 2006
PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA telah sepakat mengadakan perjanjian JUAL BELI Naskah, sebagai berikut:
Pasal 1
PIHAK PERTAMA Mengaku telah menjual 1 (satu) buah naskah kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA mengakutelah menerima naskah tersebut.
Pasal 2
Harga Penjualan Naskah tersebut telah dilaksanakan pembayarannya oleh PIHAK KEDUA dan telah diterima oleh PIHAK PERTAMA. Dengan demikian surat perjanjian jual beli naskah ini berlaku pula sebagai kwitansi yang sah atas penerirnaan pembayaran oleh PIHAK KEDUA sebesar Rp 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah)
Pasal 3
PIHAK PERTAMA berjanji tidak akan merugikan PIHAK KEDUA dalam hal pengambilan isi naskah tersebut baik sebagian maupun keseluruhan untuk dijadikan naskah baru dan diserahkan kepada Penerbit lain atau dijual. PIHAK PERTAMA juga mengakui bahwa naskah ini adalah asli Terjemahan/ tulisan PIHAK PERTAMA, dan menjamin tidak akan ada gugatan dari siapapun juga.
Pasal 4
PIHAK PERTAMA menyatakan akan selalu bersedia untuk mengadakan revisi/perbaikan/tambahan pada disii buku yang akan/sudahdicetak diterbitkan oleh PIHAK KEDUA apabila hal tersebut dirasakan perlu oleh kedua belah pihak untuk misi/perbaikan/tambahan pada naskah tersebut setelah pernah diterbitkan oleh PIHAK KEDUA, akan dikenakan biaya sebagai honor kepada PIHAK PERTAMA sebesar Rp. 100.000,00 (seratus ribu rupiah)
perhalaman folio ketikan dua spasi.
Pasal 5
Mulai hari ini, PIHAK PERTAMA telah lepas haknya atas, baik sebagai pemegang hak terjemahan maupun hak menerbitkan, sehingga hak cipta terjemahan dan hak menerbitkan telah berpindah menjadi hak penuh PIHAK KEDUA. Dalam hal PIHAK KEDUA mempunyai hak sepenuhnya atas naskah tersebut di atas, baik untuk diterbitkan sendiri maupun dipindahkan lagi kepada pihak lain)
Paral 6
dalam perjanjianjual Beli ini timbullsuatu perselisihan mengenai Jual Beli Naskah tersebut, maka perselisihan ini pada tahap pertama akan diselesaikan secara kekeluargaan, namun apabila gagal, maka persoalan akan diselesaikan menurut hukum yang berlaku, dan kedua belah pihak memilih domisili yang tetap umum kantor Panitia Pengadilan Negeri Kelas I Surabaya.
Pasal 7
Apabila selama naskah yang telah dibeli oleh PIHAK KEDUA belum diterbitkan dan dirasakan perlu dan harus dibuatkan Perjanjianjual Beli Naskah tersebut di hadapan Kantor Notaris / Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT), maka PIHAK PERTAMA harus menyatakan kesediaannya.
Pasal 8
surat Perjanjian jual Naskah tersebut dibuat rangkap dua di atas kertas Bermaterai Rp. 2000,- (Dua ribu rupiah), dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak dengan mmg-masingrmemegang 1 (satu) buah yang mempunyai kekuatan hukum yang sama.
Surabaya, 3 Mei 2006
PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA

(Sulamun) . (Mujiono)

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Naskah (2)

PERJANJIAN JUAL BELI
Yang bertanda tangan di bawah ini :
1. Nama : Mujiono
Pekerjaan : Karyawan Swasta
Alamat : Jl. Bahureksa 99, Jakarta
Selanjutnya dalam surat perjanjian ini disebut pihak kesatu (1).
2. Nama : Sulamun
Pekerjaan : Karyawan Swasta
Alamat : Jl. Virgo 25, Jakarta
Selanjutnya dalam surat perjanjian ini disebut pihak kedua (2).
Kedua belah pihak, yaitu pihak kesatu dan pihak kedua telah sepakat mengadakan perjanjian jual beli naskah sebagai yang diatur dalam pasal-pasal sebagai berikut :
Pasal 1
1. Pihak kesatu (1) penulis buku (naskah) yang berjudul Supernova yang akan diterbitkan oleh pihak kedua (2) dengan ini menjual naskah dengan hak cipta (copy right) nya kepada pihak kedua (2) dengan jual beli lepas tanpa ikatan apapun lagi.

Pasal 2
2. Pihak kedua (2) membeli naskah (poin satu) dengan sebesar Rp, 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) dari pihak kesatu
Demikianlah perjanjian jual beli kami buat bersama dengan iktikat baik dan ditulis diatas kertas yang bermaterai cukup.

Pihak Kedua : Pihak kesatu :

(Sulamun) . (Mujiono)
Saksi :
1. Fried Hutagalung, SH
2. Arif Saragih, SH

Demikianlah Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Naskah. Untuk mendapatkan contoh lain bentuk surat resmi dan juga pembahasan yang lebih mendalam, silahkan kunjungi kumpulan artikel surat resmi kami yang lain dalam kategori Surat Resmi. Untuk membaca artikel contoh surat resmi kami sebelumnya, silahkan klik Contoh Surat Perjanjian.

Contoh Surat Perjanjian

Contoh Surat Perjanjian – Surat perjanjian adalah surat yang berisi suatu kesepakatan bersama yang mengikat antara pihak-pihak tertentu untuk melakukan tindakan/perbuatan hukum yang telah disepakati bersama. Bunyi surat perjanjian tentunya bermacam-macam, tergantung kebutuhan dan kepentingan orang per orang, perusahaan, dan lain sebagainya. Contoh isi surat perjanjian ini bisa anda modifikasi sesuai situasi dan kondisi.

Berikut ini ada beberapa contoh Surat Perjanjian:

Contoh Dasar Surat Perjanjian

SURAT PERJANJIAN
Yang bertanda tangandi bawah ini,
1. Nama : Mujiono
Pekerjaan : Karyawan Swasta
Alamat : Jl. Bahureksa 99, Jakarta
Bertindak untuk dan atas nama PT. LINGGAJAYA
selanjutnya dalam surat perjanjian ini disebut sebagai pihak pertama (1).
2. Nama : Sulamun
Pekerjaan : Karyawan Swasta
Alamat : Jl. Virgo 25, Jakarta
Bertindak untuk dan atas nama Sulamun selanjutnya dalam surat perjanjian ini disebut sebagai pihak kedua (2).
Kedua belah pihak sepakat mengadakan perjanjian yang diatur dalam pasal-pasal seperti ini :
Pasal 1
Jenis Pekerjaan

PIHAK PERTAMA akan memberikan pekerjaan kepada PIHAK KEDUA berupa penggarapan konstruksi baja sebuah gudang dengan ukuran 30 m2 x 15 m2.

Pasal 2
Mekanisme

PIHAK PERTAMA akan menyediakan semua matrial yang diperlukan untuk melakukan penggarapan konstruksi baja hingga selesai.

Pasal 3
Pembayaran

PIHAK PERTAMA akan memberikan upah kepada PIHAK KEDUA sebesar Rp 70.000.000 (tujuh puluh juta rupiah) dengan cara pembayaran dilakukan dalam dua tahap, yaitu:
Pembayaran pertama dilakukan ketika progres pekerjaan sudah mencapai volume 40 %, dan pembayaran kedua akan dilakukan maksimal tiga hari setelah pekerjaan selesai.

Pasal 4
Ketentuan

PIHAK PERTAMA berhak untuk tidak melakukan pembayaran kepada PIHAK KEDUA apabila PIHAK KEDUA tidak menyelesaikan penggarapan konstruksi baja ruangan berukuran 30 m2 x 15m2 hingga selesai.
dan seterusnya menurut kebutuhan.
Jakarta, 3 Mei 2006
Pihak Kedua : Pihak kesatu :

(Sulamun) . (Mujiono)
Saksi :
1. Fried Hutagalung, SH
2. Arif Saragih, SH

Contoh Perjanjian Jual Beli

PERJANJIAN JUAL BELI
Yang bertanda tangan dibawah ini :
1. Nama : Mujiono
Pekerjaan : Karyawan Swasta
Alamat : Jl. Bahureksa 99, Jakarta
Selaku pihak kesatu selanjutnya disebut PENJUAL dan
2. Nama : Sulamun
Pekerjaan : Karyawan Swasta
Alamat : Jl. Virgo 25, Jakarta
Selaku pihak kedua selanjutnya disebut PEMBELI.
Dengan ini menerangkan telah mufakat sebagai berikut :
Pasal 1
PENJUAL menjual kepada pernbelj sebagaimana PEMBELI membeli dari penjual sebuah rumah tempat tinggal milik PENJUAL yang terletak di Bogor yang terkenal sebagai jalan Libra No. 30 yang diketahui benar-benar oleh PEMBELI.
Pasal 2
Dalam jual beli ini termasuk pula penyerahan dan penerima hak milik PENJUAL atas tanah tempat didirikannya rumah tinggal tersebut dalam pasal 1 serta pekarangannya, yaitu persil jalan Libra No. 30 yang terdiri dari satu buah bangunan rumah dan bidang tanah, luas
masing-masing 30 m2 dan 20 m2, sertifikat-sertifikat nomor 321 tanggal 3 Mei 1996 dan surat ukur nomor 235
tanggal 5 Mei 1996.
tidak termasuk dalam jual beli tersebut ialah segala perabot rumah yang merupakan barang bergerak, yang terdapat dalam rumah tinggal tersebut atau pekarangannya.
Pasal 3
Perjanjian jual beli ini diadakan untuk harga sebesar Rp. 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah)
Jumlah tersebut akan dibayar oleh PEMBELI kepada penjual pada waktu penandatanganan perjanjian ini, dengan diberi tanda penerimaan sendiri.
Pasal 4
Penyerahan rumah tinggal dalam keadaannya pada waktu ini akan diselenggarakan selambat-lambatnya 3 (tiga)  hari setelah penandatanganan perjanjian ini, yaitu : dengan jalan menyerahkan kunci-kunçi rumah tinggal tersebut oleh PENJUAL kepada PEMBELI.
Pasal 5
Mulai saat penyerahan kunci-kunci, maka segala resiko dan tanggung jawab berkenaan dengan jual beli ini beralih kepada PEMBELI, termasuk pembayaran pajak-pajak dan lain-lain.
Pasal 6
Segala tunggakan pajak dan lain-lain sampai saat penyerahan kunci-kunci tetap merupakan tanggungan PENJUAL..
Pasal 7
PENJUAL menjamin kepada PEMBELI bahwa rumah tinggal tersebut tidak diberati dengan hipotik atau dibebani dengan hal-hal lainnya yang bersifat hak benda.
Pasal 8
Pembalikan nama atau persil yang dipersoalkan dalam perjanjian atas nama PEMBELI akan diselenggarakan oleh PEMBELI, dan segala ongkos yang bertahan denganbalik nama itu serta perjanjian ini seperti bea materai akan dibayar dan menjadi beban PEMBELI.
Pasal 9
Di mana dan sejauh mana perlu PENJUAL dengan ini membeli kuasa yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari perjanjian ini, dan dengan hak substitusi, kepada PEMBELI untuk mengurus perijinan jika c,.q.` pembalikan nama yang bersangkutan atas nama PENJUAL.
hak benda dan oleh karena itu PENJUAL akan melepaskan PEMBELI dari segala tuntutan yang bersangkutan dengan hal itu jika ada.
Pasal 10
Kétiga pihak berjanji tidak akan membawa suatu perselisihan ke muka pengadilan sebelumnya diusahakan nama yang bersangkutan atas nama PENJUAL.
Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani dalam rangkap dua, yang kedua-duanya mempunyai kekuatan hukum yang sama.
Jakarta, 7 Mei 2006
Pihak Kedua : Pihak kesatu :

(Sulamun) . (Mujiono)
Saksi :
1. Fried Hutagalung, SH
2. Arif Saragih, SH

Demikianlah Contoh Surat Perjanjian. Untuk mendapatkan contoh lain bentuk surat resmi dan juga pembahasan yang lebih mendalam, silahkan kunjungi kumpulan artikel surat resmi kami yang lain dalam kategori Surat Resmi. Untuk membaca artikel contoh surat resmi kami sebelumnya, silahkan klik Contoh Surat Hibah.

Contoh Surat Hibah

Contoh Surat Hibah – Hibah merupakan proses penyerahan hak milik ke pihak yang diinginkan atau dituju. Hibah juga bisa diartikan memberikan sesuatu secara cuma-cuma kepada orang lain. Ada banyak barang yang bisa dihibahkan, salah satu yang paling banyak dihibahkan adalah tanah. Contoh isi surat hibah ini bisa anda modifikasi sesuai situasi dan kondisi.

SURAT HIBAH

Yang bertanda tangan di bawah ini :
1. Nama Lengkap : Mujiono
2. Warga negara : Indonesia
3. Agama : Islam
4. Alamat : Jl. bahureksa 7 no. 11, Bogor
Selanjutnya disebut pihak Pertama (1)
Dalam keadaan sehat wal afiat dan tidak ada paksaan dari siapapun serta di hadapan para saksi yang turut serta menandatangai surat hibah ini, dengan menyatakan bahwa :
“Saya hibahkan hak milik saya, yaitu sebidang tanah kapling seluas 50 X 100 m (5000 m2) akte tanah nomor 2234 tanggal 20 mei 1996 kepada anak saya :
1. Nama Lengkap : Sulamun
2. Warga negara : Indonesia
3. Agama : Islam
4. Alamat : Jl. Virgo 9 no. 43, Bogor
Selanjutnya disebut pihak kedua (2).
Setelah surat hibah ini ditandatangani danidiserahkan kepada penerima hibah, maka gugurlah hak pihak pertama untuk memiliki benda yang dihibahkan dan hak milik berpindah kepada pihak kedua selaku penerima hibah.
Demikian surat hibah ini dibuat di atas materai rupiah sebagai tanda bukti hibah untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Pihak kedua, Pihak pertama,

(Sulamun) (Mujiono)

Saksi :

(Fried Hutagalung, SH)

Demikianlah Contoh Surat Hibah. Untuk mendapatkan contoh lain bentuk surat resmi dan juga pembahasan yang lebih mendalam, silahkan kunjungi kumpulan artikel surat resmi kami yang lain dalam kategori Surat Resmi. Untuk membaca artikel contoh surat resmi kami sebelumnya, silahkan klik Contoh Surat Pernyataan dan Surat Kuasa.