Manfaat Daging Codot/Kalong: Penyembuh Asma

Manfaat Daging Codot/Kalong: Penyembuh Asma – Hewan ini memang mirip dengan kelelawar tetapi ukurannya lebih besar dan warnanya kecoklat-coklatan, tak seperti kelelawar yang berbulu hitam. Orang-orang di kawasan timur Indonesia menyebutnya paniki atau niki. Orang Sunda menyebutnya lalay, kalong, atau kampret. Orang Jawa Tengah menyebutnya codot. Sedangkan suku Dayak menyebutnya sebagai hawa, prok, cecadu, kusing, atau tayo.

Manfaat Daging Codot/Kalong: Penyembuh AsmaCodot atau kalong ini merupakan binatang yang suka menggerogoti buah-buahan masak, hewan ini sering dianggap sebagai hama. Namun di daerah tertentu, daging codot juga digemari sebagai salah satu menu makanan yang istimewa. Selain rasanya yang gurih, codot goreng juga memiliki khasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Daging codot dipercayai dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti asma, gatal-gatal, atau alergi pada kulit hingga menjaga stamina bagi pria atau wanita. Bahkan sekarang banyak dibuka warung yang menyediakan masakan dengan menu daging codot.

Sebelum diolah, daging codot/kalong terlebih dahulu musti dipisahkan antara badan dan kedua sayapnya. Sedangkan untuk menghilangkan bulu-bulunya, biasanya tubuh codot ini dibakar. Untuk mematangkan daging codot secara alami, biasa dibakar dengan arang hitam. Sebelum diolah, daging codot harus dicuci dan direbus selama 30 menit. Ketika akan digoreng, daging codot dilumuri dengan ketumbar, merica, bawang putih, serta garam dapur. Goreng hingga bumbunya meresap sampai ke tulang dan benar-benar telah matang.

Masalah penggunaan daging codot sebagai obat, terutama asma, memang telah didukung berdasarkan beberapa penelitian. Codot memiliki kandungan daging seperti kelinci dan tupai, yang mengandung senyawa kitotefin. Senyawa ini apabila digabungkan dengan berbagai senyawa lain seperti lemak Omega 3 dan 9, memang dapat menyembuhkan penyakit asma.

Kita cukup perlu memperhatikan masalah pengolahan daging sebelum dikonsumsi. Karena jika sembarangan dalam mengolah dapat mengakibatkan hilangnya kadar kototefin yang ada di dalam daging codot. Disarankan agar tidak mengolah daging codot dalam kondisi terlalu panas. Suhu yang disarankan untuk memasak daging codot tidak boleh lebih dari 150 derajat Celcius. Hewan ini tergolong haram untuk umat Muslim.

Topik yang serupa dengan artikel Manfaat Daging Codot/Kalong: Penyembuh Asma ini, dapat Anda temukan dalam kategori Manfaat dan Khasiat Hewan.

Jika Anda tertarik dengan artikel sebelumnya silahkan klik Manfaat Daging Cicak: Bantu Penyembuhan Kanker. Semoga bermanfaat. Silahkan kunjungi artikel Manfaat dan Khasiat Hewan Terbaru kami yang lain.

loading...