7 Cerita Lucu Humor Harimau Yang Bikin Ngakak

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Harimau Terbaru – Anda penggemar cerita lucu? Ingin membaca cerita pendek paling lucu yang konyol, gokil, dan kocak? riajenaka.com tempatnya. Koleksi cerita humor disini terdiri dari beragam topik yang bisa membuat Anda tertawa lebih ngakak dari sebelumnya. Setiap terbitan artikel cerita lucu humor hanya disajikan dalam satu tema supaya Anda lebih puas dan terhibur.

Posting terbaru kali ini mengupas cerita lucu Harimau. Silahkan disimak dengan baik dan siapkan ekstra energi untuk tertawa setengah mati. Kumpulan cerita lucu banget tentang Harimau dikumpulkan dari berbagai sumber gokil cerita pendek lucu. Tentunya cerita humor Harimau paling lucu yang dipilih sudah lulus uji standar kelayakan ngakak dan konyol minimum yang disyaratkan oleh pemerintah. Akhir kata, selamat menikmati cerita lucu gokil bikin ngakak dibawah ini.

7 Cerita Lucu Humor Harimau Yang Bikin Ngakak

1. Cerita Lucu Harimau: Raja Jalanan

“Harimau”, “wanita cantik” dan “Uang” masing-masing sedang berdebat siapakah di antara mereka yang patut disebut sebagai maha rajanya jalanan.

Harimau: “Aku adalah maha rajanya jalanan, buktinya begitu harimau lewat di tengah jalan, setiap orang tentu pada berlarian ketakutan.”

wanita cantik: “Bukan begitu, akulah baru maha rajanya jalanan. Buktinya begitu wanita-wanita cantik lewat di tengah jalanan, setiap orang pada melirik dan melototkan matanya.”

Uang: “Ah, bukan kalian, melainkan akulah yang paling tepat dijuluki maha rajanya jalanan. Buktinya begitu uang lewat dan berceceran di tengah jalan, setiap orang pasti beramai-ramai memungutnya.”


2. Cerita Lucu Harimau Dan Menjangan

Seekor harimau jantan dan seekor harimau betina sedang beristirahat dengan santainya di bawah naungan pohon besar yang sangat rindang di sebuah Taman Nasional. Seekor menjangan melihat bayangan harimau itu segera dengan kecepatan yang paling tinggi mengangkat kaki seribu.

Harimau Jantan: (Dengan mata yang nampaknya masih sangat ngantuk menanya sambil berkali-kali menguap) “Barusan yang lewat di depan mata kita itu adalah barang apa?”

Harimau Betina: “Makanan cepat saji.”


3. Cerita Lucu Domba Dan Harimau Di Warung Makan

Pada suatu hari, Seekor domba bersama-sama dengan seekor harimau besar masuk ke sebuah warung makan.

Pelayan: “Mas domba mau makan apa?”

Domba: “Rumput dikasih sambal satu porsi.”

Pelayan: “Mas harimau mau makan apa?”

Harimau: “Aku tidak mau makan apa-apa.”

Pelayan: “Apakah benar harimau tak mau makan?”

Domba: (Manggut-manggut mengiakan).

Pelayan: “Mas sebaiknya berpikir sekali lagi, apakah harimau betul-betul tak pesanmakanan?”

Domba: (Dengan marah) “Kamu goblok yah! kalau harimau lapar, sudah pasti dia makan aku dari tadi?”


4. Cerita Lucu Santri Dan Harimau

Ada seorang santri yang dikejar-kejar sama binatang buas. Setelah merasa buntu, ia akhirnya pasrah kepada tuhan. Lalu memejamkan mata sambil berdoa.. Setelah beberapa saat, ia heran kok gak dimakan.. Matanya dibuka, ternyata si harimau ada di sebelahnya sedang berdoa juga..

Santri: (Dengan senang) “Hai.. rupanya kamu ikut berdoa ya??”

Harimau: “Iya, doa sebelum makan!!”


5. Cerita Lucu Harimau Puasa

Di suatu hari yang cerah, kucing, anjing, dan ketiga temannya, tikus, ayam, dan babi sedang berjalan-jalan sore. Setelah lama berjalan mengelilingi kota, mereka pun masuk ke sebuah hutan. Tak beberapa lama setelah memasuki hutan itu mereka bertemu si raja hutan, harimau dengan tubuh besarnya yang menakutkan. Merasa ketakutan, mereka pun mencoba mengulur waktu dengan berbincang-bincang dengan harimau.

Kucing: “Bos, daging saya nggak enak loh. Usia saya tidak muda lagi.”

Harimau: “Oh.”

Anjing: “Apalagi saya bos. Saya bukan tipe anjing dengan banyak daging. Bos pasti nggak kenyang makan saya.”

Harimau: “Oh.”

Tikus: “Bos lebih baik nggak makan saya karena tempat tinggal saya di got. Nanti perut bos sakit lagi.”

Ayam: “Duh, bos saya juga jangan ya karena saya sedang diet jadi daging saya nggak nikmat.”

Harimau: “Oh. Kalau kamu babi?”

Babi: “Kalau saya sih memang banyak orang yang tidak mau menyantap daging saya jadi pasti bos juga tidak mau.”

Harimau: “Kalian semua terlalu khawatir toh saya nggak akan makan kalian karena saya sedang puasa.”

Semua: “??!!”


6. Tebak-Tebakan Lucu Tentang Harimau

A: “Jika harimau jadi kambing dan kambing jadi harimau, manusia jadi apa?”

B: “Manusia jadi heran.”


7. Cerita Lucu Harimau Makan Rumput

Ada dua ekor sapi yang sedang makan rumput. Kemudian datanglah seekor harimau yang juga ikut makan rumput. Kedua sapi itu pun heran.

Sapi 1: “Kok harimau makan rumput, ya?”

Sapi 2: “Iya, kok tidak makan kita saja, ya?”

Harimau: “Sabar sedikit kenapa sih, saya kan mau menghabiskan sayuran dulu baru menu utamanya.”

14 Cerita Lucu Humor Di Teras Terupdate

14 Cerita Lucu Humor Tentang Teras – riajenaka.com kembali hadir untuk menghibur Anda semua lewat cerita lucu tentang Teras. Kumpulan cerpen lucu atau cerita lucu pendek ini adalah cerita humor yang mengambil tempat dan berhubungan dengan Teras. Ada banyak cerita lawak dibawah ini yang bisa bikin ngakak ataupun minimal tersenyum.

Kumpulan cerita lucu singkat ini Admin rumuskan dari berbagai sumber cerpen humor. Pastinya hanya cerita yg lucu abis dan terbaru yang dipilih. So,, silahkan disimak.

13 Cerita Lucu Humor Tentang Teras Terupdate

1. Cerita Lucu Disuruh Cek Lampu Teras

Suatu sore.

Ayah: “Gong, kamu lagi ada di mana?”

Bagong: “Di teras, yah!”

Ayah: “Gong coba kamu lihat lampu teras sudah dinyalakan belum??”

Bagong: “Gak tau yah disini gelap banget!!”

Ayah: “@*&!#?”


2. Cerita Lucu Senja Di Teras

Aku sedang duduk di kursi teras saat percakapan dengan lawan bicara di seberang telpon tiba-tiba terhenti. Coba kuulangi lagi menelpon, suara wanita menyapa dengan lembut yang kuyakin samar-samar terdengar jarak beberapa meter. Istriku yang tengah menyapu rumah sampai di teras.

Suami: (Setengah berbisik) “Suara kamu seksi banget, sih? Jadi pengen ketemu, Eh, sudah ya! Ada istriku nih,”

Istri: (Menatap marah) “Telpon siapa, Pah? sinikan hp-nya cepat.”

Suami: “Bukan siapa-siapa, Mah.”

Istri: “Siniiii.. (Sambil merampas hp dan menghubungi ulang) Hey kau wa ..,”

Wanita: “Pulsa kartu pra-bayar anda tidak mencukupi untuk melakukan panggilan ini. Segera lakukan pengisian ulang.”


3. Cerita Lucu Teras: Onde-onde Menyakitkan Hati

Ini pengalaman Ateng yang tak terlupakan. Sungguh peri dan menyakitkan.. Malam minggu ke tiga bulan Oktober kemarin, Ateng ternyata simpan hati ke Nunung teman kerjanya, di perusahaan jual beli ‘hape’. Pada saat yang tepat, Ateng pun bertandang (pedekate) ke rumah Nunung. (Lumayanlah tuh cewek berdarah Manado. Kayanya ada darah portugis mengalir di bibirnya: Tebel-tebel asik kayak bibir Sophia Latjuba). Singkat cerita, Ateng pun mengetuk pintu rumah Nunung dan disambut dengan ramah oleh mamah Nunung.

Mama Nunung: “Silakan duduk dulu di teras ya. Nanti ibu panggil si Nunung.”

Ateng: “Terima kasih Bu. Maaf saya mengganggu,”

Mama Nunung: “Ah ga’ apa-apa dek,” (sambil melangkah ke dapur, lanjutin bikin kue onde-onde).

(Sekedar tahu, kue onde-onde khas Manado, bentuknya bulat putih yang ditaburi parutan kelapa. Isinya gula aren. Makan kue ini mesti hati-hati. Mengapa begitu? Kue ini begitu mateng dikukus, kelihatannya sih bisa langsung dimakan sambil ditiup-tiup. Bagian luarnya memang cepat dingin, tapi awas isinya gula aren panas. Jadi coba anda bayangkan bila kue itu “meledak” dalam mulut. Yakinlah lidah seperti dibakar.)

Mama Nunung: “Nunung, tuh ada temanmu nunggu di teras. Oh ya, nih bawain onde-onde yang baru mateng, buat tamunya.” (sambil mengedipkan mata).

Nunung: “Iiiiih! Mama nggak banget deh. Apaan pake acara kedipin mata segala. (dengan muka mesem-mesem, Nunung pun ke teras sambil membawa sepiring kecil onde-onde baru mateng). Hai Teng apa kabar?”

Ateng: “Baik-baik aja Nung. Kamu cantik deh malam ini.”

Nunung: “Uhh, dasar gombreng. Jelas-jelas aku belum mandi. Masih bau onde-onde, dibilang cantik pula. Udah jangan obral rayuan deh. Nih Teng! Cobain onde-onde buatan mama aku. Oke ya, aku tinggal bentar. Aku mandi dulu ya Teng.”

Begitu Nunung ke dapur, hmm! Ateng pun menyabet satu onde-onde di atas meja. Dan bluppp..! Onde-onde baru mateng itu pun, langsung masuk rongga mulut. Dan “nyrotttt!”, kue berisi gula merah panas itu pun meledak.. Rupanya Mama Nunung dengar, erangan tertahan di teras. Dia pun ke teras dan sambil menahan tawa, melihat Ateng ‘menangis’.

Mama Nunung: “Dek, kok nangis sih. Ada apa? Ada berita duka?” (Pura-pura bloon).

Ateng: “Uhh, ndak apa-apa Bu. Saya sariawan Bu. Jadi telan apa aja, rasanya nggak enak dimulut. Mungkin kelapa di kue onde-onde, yang bikin perih ya bu,” (dengan muka memerah dan meringis).

Mama Nunung: “Kasian si Ateng.. Onde-ondenya meledak di mulut. Lidahnya perih kena gula panas. Dia seperti menangis. Sana urus dia!”

Nunung: “Iiiiih mama jahat! Kalo nggak suka sama orang, jangan pake acara ngerjain dong,”


4. Cerita Lucu Teras: Ayah yang Beruntung

Mono yang baru saja mendapatkan rapor dari sekolah langsung berlari menemui ayahnya yang sedang duduk di teras bersama sang ibu.

Mono: “Hai, Yah, tahukah kalau Ayah adalah seorang ayah yang beruntung?”

Ayah: “Koq bisa, Nak?”

Mono: “Ayah tidak perlu membelikan buku baru buatku tahun ini. Aku tidak naik kelas.”

Ayah: “^%$#!@#^&*()”


5. Cerita Lucu Teras: Fotografer Bayi

Sepasang suami istri yang sulit punya anak akhirnya memutuskan untuk menggunakan pendonor sperma.

Suami: “Sayang, dia datang sebentar lagi, jadi tunggu aja. Aku pergi dulu..”

Istri: “Baik Pa, aku tunggu di teras saja yah..”

Tak lama berselang, datang seorang fotografer bayi yang kebetulan lewat mencoba untuk menawarkan jasa fotografi.

Fotografer: “Pagi, Mbak! Saya datang untuk..”

Istri: “Oh, langsung saja, Mas. Saya sudah menunggu Mas,” potong istri.

Fotografer: “Benarkah? Wah, spesialis saya adalah bayi.”

Istri: “Ya, itu yang kami butuhkan.. (Sambil malu-malu) Kita mulai dari mana ya?”

Fotografer: “Serahkan pada saya, Mbak. Saya ahlinya. Saya akan mulai 2x di bathtub, 3x di sofa & 5x di kasur. Di ruang keluarga asyik juga, bisa benar2 leluasa!”

Istri: “Bathtub, sofa? sampai berkali kali, Mas??? Pantas saya & suami selalu gagal”

Fotografer: “Ya, Mbak, tidak ada yang bisa menjamin kesempurnaan. Tapi, kalau kita coba banyak posisi yang berbeda2 & menembak 6 sampai 7 sudut yang berbeda, saya yakin Mbak akan puas sekali.”

Istri: “Hah! Banyak sekali..,”

Fotografer: “Saya harus gunakan waktu semaksimal mungkin, Mbak. Sebenarnya bisa saja hanya 5 menit, tapi takutnya Mbak akan kecewa..”

Istri: “Baiklah..”

Fotografer: (Sambil mengeluarkan album foto2 bayi, hasil jepretannya). “Ini dilakukan di atas bus!”

Istri: “Apaaa!? Diatas bus??”

Fotografer: “Iya, Mbak. Bayi kembar itu termasuk sangat bagus, mengingat Ibunya yg sangat sulit.”

Istri: “Sulit?” (mulai bingung takut).

Fotografer: “Yup, akhirnya harus ke taman untuk memuaskanya. Banyak yang melihat dan menonton..”

Istri: “Ada yang melihat dan menonton?” (sangat kaget).

Fotografer: “Iya, Mbak. 3 jam lebih. Ibu itu berteriak2. Sangat sulit bagi saya untuk konsentrasi. Sekarang kalau Mbak sudah siap, saya akan pasang tripod.”

Istri: “Tripod?? Untuk apa??”

Fotografer: “Iya, saya harus gunakan tripod untuk menopang ‘Alat’ saya, terlalu berat kalo lama2. Mbak..!! Mbak.. Mbak..!! Lho kok malah pingsan sih??”


6. Cerita Lucu Teras: Paling Benci Sama Manusia

Sapi: “Beuh, mang kenape, yam??”

Ayam: “Coba aja lo pikirin Pi., masa baru maen-maen bentar di teras rumah manusia, langsung diusir, sampe di lempar-lempar batu segala. Mereka gak inget kalo tiap ari makan telur dan daging gue. Sebel!!! benci bngt gue sama yang namanya manusia.”

Sapi: “Emang lo doang yang benci?? Gue lebih benci mereka dari siapapun!”

Ayam: “Emang lo kenapa.. Pi?”

Sapi: “Coba elo bayangin, hampir tiap ari susu gue di elus-elus, dipencet-pencet, diremas-remas, tapi manusia durjana itu ga pernah nikahin gue, boro-boro ngelamar.. Sakiiiittt banget batin gue, emangnya gw jablay.!!”


7. Cerita Lucu Teras: Peternak Sapi Perah

Petruk sang peternak sapi perah duduk termenung di teras rumahnya tampak galau.

Gareng: “Apa yang membuatmu kelihatan suntuk.”

Petruk: “Aku baru mengalami sesuatu yang sulit untuk dijelaskan.”

Gareng: “Cobalah untuk menceritakannya dari awal, barangkali aku bisa membantumu” kata Gareng.

Petruk: “Tadi aku kan lagi memerah susu sapiku. Nggak seperti biasanya, kali ini dia agak rewel. Begitu ember hampir penuh, tiba-tiba saja ember itu di tendang oleh sapiku dengan kaki kirinya sehingga tumpahlah susu itu. Kemudian aku ikatlah kakinya ke tiang.”

Gareng: “Lalu.”

Petruk: “Aku mulai lagi memerah, tapi kemudian ditendang lagi pakai kaki kanannya. Aku ikat kaki kanan sapiku ke tiang satunya. Eee.. begitu aku mulai memerah lagi ekornya mengibas-kibas ke kepalaku. Karena sudah nggak ada tali lagi, aku buka sabuk celanaku untuk mengikat ekor sapiku.”

Gareng: “Lalu?,”

Petruk: “Begitu sabuk aku lepas, celanaku melorot. Dan saat itulah istriku masuk ke kandang.”


8. Cerita Lucu Teras: Bertamu Kerumah Pak Kades

Ceritanya disebuah desa kecil di NTT. Temen gue namanya si Bagong, suatu saat dia mau berkunjung ke rumah kepala desa. Setelah sampai dirumahnya kepala desa yang ada hanya remaja cewek usia 16 tahun yang lagi nyapu teras.

Bagong: “Dek, Bapak ada..”

Cewek: “Ada mas..”

Bagong: “Oh iya.. makasih..”

Bagong pun nunggu si bapak anak itu dan ikut duduk di kursi yang udah disediain di teras. Bagong ngerasa heran, kenapa si cewek ini malah santai nyapu, sesekali masuk kedalam rumah bukan untuk manggil si bapaknya, melainkan melanjutkan pekerjaan lainnya. Si Bagong diem aja, mungkin pikirnya si Bapaknya udah dipanggil. Selang hampir 30 menit si Bagong mulai gak nyaman nunggu terlalu lama.

Bagong: “Dek, Bapaknya ada…?”

Cewek: “Ada mas..”

Bagong: “Kok gak disuruh keluar, bapaknya dimana?”

Cewek: “Bapak di kebun mas..”

Bagong: “Walah, berarti bapak gak ada di rumah ya?”

Cewek: “Kaga ada dirumah tapi bapak ada, cuman di kebun..”

Bagong: “#%&^*(&&^%$#@(*^&^%”


9. Cerita Lucu Teras: Minta Tolong

Mono lagi asik-asiknye nonton bola depan tipi, tau-tau bininye nyelonong aje depan dia..

Istri: “Bang, lampu teras rumah putus, tolong gantiin ame yang baru dong!”

Mono: “Masang lampu?! Ape lu kire gue PLN!!”

Istri: (Rada kesel) “Ya udeh kalo kaga mau mah. Tapi tolong benerin aje keran kamar mandi, ntu tuh aernya ampe luber-luber.”

Mono: “Benerin keran?! Ape lu kire gue pegawe PAM ape!!”

Istri: “Ya udah, kalo lu pegi beli rokok ke warung gue nitip minyak tanah deh.”

Mono: (Tambah sewot) “Lu kagak bisa liat orang lagi enak nonton kali ye, lagian lu kire gue Pertamina ape..!!”

Lantaran berasa digangguin terus, Mono ngeloyor ke rumah tetangge, ninggalin bininye nyang lagi sesenggukan nangis. Mono balik-balik ke rumahnye udah jem 2. Tapinye Mono kaget lantaran teras rumahnye udah terang. Terus Mono ke kamar mandi, aer udah kaga luber-luber, ke dapur eh jerigen minyak juga udah pul teng.

Mono: “Lu minta tulung ame siape..?”

Istri: “Gini bang, abis abang minggat, gue nangis di teras. Terus ade cowok kece lewat nanyain gue. Gue cerite ape adenye, juga soal abang nyang sewot dan laen-laen. Terus die nawarin buat ngebantuin. Tapi ada syaratnye, Bang..”

Mono: “Ape syaratnye..?”

Istri: “Syaratnye bisa pilih, gue bikinin die roti atawa gue tidur ame die..”

Mono: “Terus nyang pasti elu bikinin die roti, kaga pilih tidur ame die kan..?”

Istri: “Bikinin roti?! Enak aje!! Lu pikir gue pegawe pabrik roti HOLLAND BAKERY apee..!!”

Mono: (Tepok jidat, gigitin ubin, terus pingsan.)


10. Cerita Lucu Pamitan Di Teras

Suatu masa, suatu malam, di suatu rumah, di suatu teras. Seorang anak muda, lelaki gagah,, ya paling tidak di mata seorang perempuan muda yang dianggapnya kekasihnya itu sedang berpamitan, pamit untuk kembali ke markas, alias tempat kos, setelah dua jam lebih ngobrol tak tentu arah di sofa berwarna hijau di sudut ruang tamu bagian depan rumah itu.

Sebenarnya, mungkin obrolan itu opsional saja. Bagian intinya adalah rasa nyaman saat dekat dengan si dia. Saat bisa menatap dari dekat wajah yang selalu terlihat indah dan merasakan desiran hangat saat melihat senyumnya yang uhuyy.. Anak muda itu pun beranjak, memasang sendal jepitnya, lalu pamitan..

Anak Muda: “Aku balik dulu ya,”

Gadis: “Hati-hati di jalan, jangan lupa jalan pulang..”

Anak muda: (Menghentikan langkahnya sejenak, lalu berbalik arah lagi, kembali menuju gadisnya).

Gadis: “Ada apa lagi? Ada yang ketinggalan?”

Anak muda: “Bukan, cuma mau sedikit koreksi akan kalimat terakhirmu tadi itu.”

Gadis: “Yang mana?”

Anak muda: “Itu, soal pulang. Aku nggak pulang kok, cuma kembali ke kos.”

Gadis: “Hmmm, lalu?”

Anak muda: “iya, aku merasa kalau pulangku adalah ke kamu, karena rumahku ada dihatimu..”

Gadis: (Tersipu malu, sambil mendorong bahu kurus itu dengan pelan)