4 Cerita Lucu Humor Tukang Kayu Yang Lucu Gila

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Tukang Kayu Terbaru – Anda penggemar cerita lucu? Ingin membaca cerita pendek paling lucu yang konyol, gokil, dan kocak? riajenaka.com tempatnya. Koleksi cerita humor disini terdiri dari beragam topik yang bisa membuat Anda tertawa lebih ngakak dari sebelumnya. Setiap terbitan artikel cerita lucu humor hanya disajikan dalam satu tema supaya Anda lebih puas dan terhibur.

Posting terbaru kali ini mengupas cerita lucu Tukang Kayu. Silahkan disimak dengan baik dan siapkan ekstra energi untuk tertawa setengah mati. Kumpulan cerita lucu banget tentang Tukang Kayu dikumpulkan dari berbagai sumber gokil cerita pendek lucu. Tentunya cerita humor Tukang Kayu paling lucu yang dipilih sudah lulus uji standar kelayakan ngakak dan konyol minimum yang disyaratkan oleh pemerintah. Akhir kata, selamat menikmati cerita lucu gokil bikin ngakak dibawah ini.

4 Cerita Lucu Humor Tukang Kayu Yang Lucu Gila

1. Cerita Lucu Tertipu Oleh Tukang Kayu

Suatu Hari ada tukang kayu, dia lagi benerin gereja yang udah reyot. Karena pekerjaanya udah selesai, biasanya si tukang mandi, dekat-dekat situlah. Mungkin nggak ada kamar mandi kali ya? Si tukang kayu itu nggak sadar kali bahwa ada suster yang dari tadi memperhatikan dia yang lagi mandi. Begitu dia berbalik, mau ambil bajunya. si tukang kayu kaget. Karena si tukang kayu kaget. Si suster juga ikut kaget dan berteriak kecil.

Suster: “Hah..apa itu diantara pahamu?”

Tukang Kayu (Dengan tanpa maksud untuk mencari keuntungan) “Itu bunga, jika suster memegangnya dia akan mekar!”

Si Suster muda itu penasaran kepengen tau, lalu dia pegang bunga itu. Si Suster berteriak.

Suster: “wah, lihat. Dia mekar. Dia mekar..” (Sambil berteriak keras-keras. Lalu lari kedalam biara. Dalam biara dia ketemu dengan kepala biaranya. dan menceritakan apa yang terjadi).

Kepala Biara: (Marah besar sambil mengumpat habis-habisan). “Dasar Kurang ajar. Tukang bohong!!”

Suster: (Kaget) “Loh emang kenapa?”

Kepala Biara: “Dia bilang itu terompet, jadi aku meniupnya!”


2. Cerita Lucu Malaikat Dan Tukang Kayu

Suatu hari seorang tukang kayu menebang kayu di hutan, dan tidak sengaja kapak kesayangannyanya jatuh ke jurang. Si tukang kayu sedih karena kapak pusaka satu-satunya walaupun sudah tua umurnya. Lagi sedih-sedihnya datang seorang malaikat.

Malaikat bertanya: “Hei tukang kayu, kamu kenapa kog sedih sekali?”

Tukang kayu: “Iya nih malaikat, saya punya kapak satu-satunya jatuh ke jurang, gimana saya bisa nebang pohon lagi?”

Malaikat: “Oh, gitu, kamu jangan sedih saya akan bantu ambilkan!”

Kemudian Malaikat tersebu turun ke bawah jurang, dan dia ingin mengetes kejujuran si tukang kayu tersebut dengan memberikan kapak yang lain, yang pertama dikasihkan kapak dari emas.

Malaikat: “Pak ini bukan kapaknya?”

Tukang kayu: “Bukan, bukan, kapak saya jelek kok.”

Malaikat: (Kasih kapak yang kedua yang terbuat dari perak).

Ttukang kayu: “Bukan juga, yang punya saya sudah jelek kapaknya.”

Malaikat: (Senang karena tukang kayu ini jujur) “Hei tukang kayu, karena kamu jujur, saya akan kasih kamu 3 kapak lagi yang baru.”

Ketika pulang ke rumah, si tukang kayu cerita sama istrinya. Besoknya si tukang kayu dan istrinya ke hutan untuk melihat tempat dia ketemu dengan malaikat tersebut. Saking hebohnya, si istrinya jatuh juga ke jurang, terus si tukang kayu sedih lagi. Datang lagi malaikat yang kemarin untuk membantu.

Malaikat: “Loh, Kamu kenapa, kog sedih lagi?”

Tukang kayu: “Iya nih, istri saya jatuh ke jurang, saya sedih sekali karena dia istri saya satu-satunya.”

Lalu malaikat membantu untuk turun ke jurang lagi mencari istri tukang kayu tersebut. Malaikat masih ingin ngetes lagi kejujuran si tukang kayu, dengan memberikan Sophia Latjuba ke tukang kayu tersebut.

Malaikat: “Hei tukang kayu, ini bukan istrinya?”

Tukang kayu: (Agak gugup) “Hmm, iya! yah! betuul nggak salah lagi dia istri saya.”

(Karena tukang kayu mulai berbohong si malaikat jadi sedih).

Malaikat: (Dengan nada sedih) “kok kamu tidak jujur dan berbohong pada saya?”

Tukang kayu (Membela diri): “Iya, soalnya kalau saya berkata benar, nanti saya dikasih 3 istri lagi.”


3. Cerita Lucu Tukang Kayu Bergerak Cepat

Seorang tukang kayu sedang memberikan kesaksian tentang sebuah kecelakaan yang dia saksikan minggu lalu. Pengacara dari si tersangka mencoba memojokkannya dengan banyak pertanyaan, termasuk pertanyaan seberapa jauh jarak si tukang kayu dari tempat kejadian perkara.

Tukang kayu: (Dengan mantap) “233,59 sentimeter.”

Pengacara: “Apa? Mengapa Anda begitu yakin dengan jarak itu?”

Tukang kayu: “Saya sudah tahu kok, cepat atau lambat pasti ada orang bodoh yang akan menanyakan hal ini. Jadi begitu kecelakaan terjadi, saya langsung mengukurnya!”


4. Cerita Lucu Tukang Kayu Dan Orang Gila

Pada suatu siang di sebuah hutan, ada seorang tukang kayu yang bernama Petruk. Setiap hari dia pergi ke hutan untuk menebang pohon dan mengambil kayunya untuk dijual atau dibuat furniture. Siang itu Petruk berangkat ke hutan sendirian untuk menebang pohon dan menggunakan kayunya untuk membuat meja dan kursi. Setibanya Petruk di bawah sebuah pohon yang cukup besar, Petruk pun mengeluarkan semua peralatan tradisionalnya dan dengan perlahan-lahan dia mulai menebangi pohon itu sedikit demi sedikit. Namun, tiba-tiba terdengar suara keras sekali dari arah belakang.

Orang: “Kamu ditahan! Kamu ditahan! Kamu ditahan!!” (Sambil menghampiri Petruk).

Petruk: “Tidak pak, jangan tahan saya, saya melakukan ini bukan dengan sengaja, saya melakukan ini demi anak dan istri saya pak.” (dengan wajah memelas).

Orang: “Kamu ditahan!!” (Dengan membentak).

Petruk: “Ampun pak, ampunn saya tidak sengaja.”

Orang: “Kamu ditahan!!”

Orang tersebut masih saja terus menerus mengucapkan kata “KAMU DITAHAN” kepada Petruk, sehingga Petruk semakin takut dan gugup. Selang beberapa menit kemudian, tiba-tiba ada serombongan orang mendekat ke arah mereka.

Wanita: “Ini pak, ini dia orangnya!” (teriak seorang wanita berseragam putih-putih seperti suster).

Polisi: “Ayo cepat, bawa dia ke mobil segera” (Sambil memerintahkan wanita tadi untuk membawa orang tersebut). “Maaf pak, orang ini telah kabur dari RSJ (Rumah Sakit Jiwa) dua hari yang lalu.”

Petruk: “Alllaaammaaaakkkk, macemana pula? Jadi aku ditipu sama orang gila? Ya ampun bodoh kali aku!”