8 Cerita Lucu Humor Jaksa Yang Lucu Gila

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Jaksa Terbaru – Anda penggemar cerita lucu? Ingin membaca cerita pendek paling lucu yang konyol, gokil, dan kocak? riajenaka.com tempatnya. Koleksi cerita humor disini terdiri dari beragam topik yang bisa membuat Anda tertawa lebih ngakak dari sebelumnya. Setiap terbitan artikel cerita lucu humor hanya disajikan dalam satu tema supaya Anda lebih puas dan terhibur.

Posting terbaru kali ini mengupas cerita lucu Jaksa. Silahkan disimak dengan baik dan siapkan ekstra energi untuk tertawa setengah mati. Kumpulan cerita lucu banget tentang Jaksa dikumpulkan dari berbagai sumber gokil cerita pendek lucu. Tentunya cerita humor Jaksa paling lucu yang dipilih sudah lulus uji standar kelayakan ngakak dan konyol minimum yang disyaratkan oleh pemerintah. Akhir kata, selamat menikmati cerita lucu gokil bikin ngakak dibawah ini.

8 Cerita Lucu Humor Jaksa Yang Lucu Gila
1. Cerita Lucu Mahasiswa Gampar Jaksa

Dalam perjalanan kereta Cirebon Express dari Gambir ke Cirebon, duduk berhadapan 4 orang penumpang. Satu nenek, Satu Cewek Semok Bikin ga tahan dah, Satu mahasiswa Hukum Semester Akhir Doyan Nonton Film Bokep, Satu jaksa Nakal.

Perjalanan nyaman2 saja, ketika masuk ke terowongan tiba2 lampu mendadak mati pula. Gelap gulita. Tiba-tiba terdengar suara kecupan yang keras, “Cap, cip, cup! Muach.” Namun segera diikuti satu suara tamparan yang tidak kalah kerasnya.”Plak, Plek, plak, Gedubrak!!” Ketika terowongan itu akhirnya terlewati, keempat penumpang itu saling bengong dan saling memandang.

Nenek: (Dalam hati) “Dasar anak mahasiswa muda, mentang-mentang tempat gelap langsung aja cium artis cantik itu. Rasain loe kena gaplok!”

Cewek: (Dalam hati) “Biar tau rasa loe! Gelap-gelap asal cium, kena deh loe cium nenek itu, dan kena gaplokan juga lagi! hihihi.”

Jaksa: (Dalam hati) “Busyet dah, enak bener tuh mahasiswa. Dia yang nyium cewek sexy, eh gua yang kena gaplok!”

Mahasiswa: (Dalam hati) “Hehehe, mumpung gelap, tadi gua cium aja tangan gua sendiri, dan gua gaplok sekalian itu Jaksa belagu dan bikin orang gampang masuk penjara. Kapan lagi mahasiswa bisa gampar Jaksa. Di pengadilan kan, ya nggak mungkin!”


2. Cerita Lucu Saksi Dan Jaksa

Di sebuah pengadilan yang sedang dilaksanakan sidang kasus pembunuhan, seorang jaksa sedang bertanya pada seorang saksi kunci.

Jaksa: “Anda kenal ini?” (sambil menunjukkan foto korban pembunuhan).

Saksi: “Kenal tuan.”

Jaksa: “Bisa Anda ceritakan kepada kami?”

Saksi: “Itu foto, Tuan.”

Jaksa: “Bukan, maksud saya orang dalam foto ini.”

Saksi: “Oh, itu foto seorang perempuan, Tuan.”

Jaksa: (Mulai emosi) “Yang aku ingin tau itu nama dia, bukan lelaki atau perempuan.”

Saksi: “Nama dia Yati Pesek, Tuan.”

Jaksa: “Kapan terakhir kali Anda melihatnya?” (meletakkan kembali foto di mejanya).

Saksi: “Baru tadi, Tuan.”

Jaksa: “Hahh? Bagaimana Anda bisa melihatnya barusan?”

Saksi: “Karena tadi Tuan menunjukkan foto itu pada saya.”

Jaksa: “Bukan, maksud saya sebelum saya menunjukkan foto ini.”

Saksi: “Tak pernah, Tuan. Saya tidak pernah lihat foto itu sebelumnya.”

Jaksa: “Aku tidak membahas tentang foto ini. Aku tanya tentang korban.” (sambil menikamkan pulpennya pada foto tersebut).

Saksi: “Oh. Terakhir kali saya melihat ketika si korban ditikam, Tuan.”

Jaksa: “Bisa Anda tunjukkan siapa yang menikamnya? Apakah dia yang duduk dikursi terdakwa? (sambil mengusap dadanya).

Saksi: “Tidak.” (tangannya menunjuk pada jaksa tersebut).

Jaksa: “Hah, Kenapa Anda menunjuk pada saya?”

Saksi: “Karena baru saja saya melihat Tuan menikam foto itu dengan pulpen Tuan.”

Jaksa: “ARRGGHH, APA YANG KAU OCEHKAN INI, SETANNN. AKU BUKAN BICARA TENTANG FOTO INI. AKU BICARA TENTANG
KORBAN YANG TERBUNUH.”


3. Kalimat Lucu Tentang Jaksa Agung

Dalam rangka menegakkan supremasi hukum dan meningkatkan kinerja Kejaksaan Agung yang selama ini loyo, maka diperlukan beberapa jabatan baru yang akan segera dilantik dalam waktu dekat ini oleh Presiden RI yang baru, lowongan yang tersedia adalah:

1. JAGUNG BAKAR (Jaksa Agung Bagian Kejahatan Rakyat).

2. JAMU (Jaksa Agung Muda Urusan Umum).

3. JAMU KUAT (Jaksa Agung Muda Urusan Selingkuhan Berat).

4. JAMTANGAN (Jaksa Agung Muda Tanpa Kewenangan).

5. JAMKARET (Jaksa Agung Muda Perkara Retribusi).

6. JAMBEKER (Jaksa Agung Muda yang Becus Kerja).

7. JAMPIRO (JAksa Agung Muda Pidana Korupsi).

8. JAMU MAKIN SIP (Jaksa Agung Muda Urusan Maksiat, Indehoi, & Suka Intip Perempuan).

9. JAMJAMAN (Jaksa Agung Muda Jarang Mandi).

10. JAMBANGAN (Jaksa Agung Muda Banci tapi Ganteng).

11. JAMBULMU (Jaksa Agung Muda Urusan Buloggate dan Mutasi anggota DPR).

12. JAMPISTRES (Jaksa Agung Muda Urusan Pidana Staf Presiden).

13. JAMUREN (Jaksa Agung Muda Urusan Intern).

14. JAMBRET (Jaksa Agung Muda Urusan Brekele dan Tetek Bengek).

15. JAMU KETEK (Jaksa Agung Muda Urusan Ketenagakerjaan).

16. JAMBAN (Jaksa Agung Muda Bidang Administrasi Negara).

17. JAMU GODOG (Jaksa Agung Muda Goblok, Bego dan Dongo).


4. Cerita Lucu Jaksa: Menggoreng Burung Suami

Seorang suami yang baru menikah selama tiga bulan melaporkan istinya ke kejaksaan karena burungnya digoreng oleh istrinya.

Suami: “Pak saya ingin melaporkan istri saya.”

Pak Jaksa: “Kenapa dengan istri anda?”

Suami: “Istri saya telah menggoreng burung saya.”

(Esok harinya sang istri dipanggil oleh sang jaksa untuk di mintai keterangan).

Pak jaksa: “Saya mendapatkan laporan dari suami anda.”

Istri: “Laporan tentang apa pak?”

Pak Jaksa: “Kenapa anda menggoreng burung suami anda?”

Istri: “Habis mentahnya aja enak apa lagi matangnya Pak.”

Pak Jaksa: “!#%$!@^%$#^!$”


5. Cerita Lucu Pertanyaan Jaksa Penuntut

Saat di pengadilan, Bagong hadir sebagai saksi di sidang perkara.

Jaksa Penuntut: “Anda sudah menikah?”

Bagong: “Sudah, Pak. Satu kali.”

Jaksa Penuntut: “Siapa yang anda nikahi.”

Bagong: “Seorang Perempuan.”

Jaksa Penuntut: (Langsung menghardik) “Ya tentu saja, memang anda pernah dengar ada yang menikah dengan laki-laki.”

Bagong: (Tanpa rasa bersalah) “Ada Pak, adik perempuan saya.”


6. Cerita Lucu Jaksa Dan Saksi Bisu Kasus Perkosaan

Pada suatu hari dia sebuah pengadilan sedang berlangsung sidang dengan kasus pemerkosaan yang menghadirkan saksi seorang yang bisu (Saksi Bisu). Karena saksi merupakan orang yang bisu maka untuk dapat memperoleh informasi, sang saksi didampingi oleh penterjemah.

Jaksa: “Apa betul Anda melihat sendiri saat kasus pemerkosaan tersebut terjadi?”

(Dengan bahasa isyarat dan suara yang keluar dari mulutnya saksi berusaha menjawab pertanyaan Jaksa).

Saksi: “Ah, ih, uh..”

Penterjemah: “Betul Pak, saya melihatnya sendiri!”

Jaksa: “Coba ceritakan kronologis peristiwa pemerkosaan tersebut?”

Saksi: “Ah, uh, uh, ih, ah, bah.. beehhhh.. buuuhhhh.”

Penterjemah: “Waktu itu ada perempuan memakai pakaian seksi lewat di lorong gang dan dari arah yang berlawanan lewat seorang pemuda mabuk. Tiba-tiba perempuan itu ditarik dan didorong ke semak-semak. Pakaiannya dilucuti dan kemudian diperkosa.”

Jaksa: “Apa reaksi Anda sewaktu melihat adegan pemerkosaan itu?”

Saksi: “Behbehbeh, Uuuuhhhh.”

Penterjemah: “Kaki saya gemetar dan celana saya basah.”


7. Cerita Lucu Jaksa: Memperkosa Anak Di Bawah Umur

Pada suatu hari terjadi persidangan, di sebuah kantor pengadilan. Yang membahas tentang si Bagong yang tua berumur 70 th, memperkosa anak umur tujuh tahun. Dalam persidangan tersebut terjadi banyak perdebatan.

Hakim: “Saudara Bagong anda dituduh atas pemerkosaan anak dibawah umur, bukan begitu saudara jaksa?”

Jaksa: “Tepat sekali yang mulia!”

(Karena tuduhan hakim dan jaksa masih memberatkan si Bagong, akhirnya Bagong protes).

Bagong: “SAYA TIDAK TERIMA YANG MULIA!”

Jaksa: “Tidak terima gimana, korban ada, saksi banyak kurang apa lagi?”

Bagong: “Pokoknya saya tidak terima! Jelas-jelas saya tidak memperkosa anak dibawah umur?”

Hakim: “Kalau bukan dibawah umur terus apaan?”

Bagong: (Dengan penuh keyakinan) “SAYA MEMPERKOSA ANAK DIBAWAH KASUR!”


8. Cerita Lucu Jaksa: Akibat Salah Tanya

Seorang jaksa sedang bertanya kepada terdakwa yaitu seorang istri yang telah melakukan pemukulan pada suaminya hingga babak belur.

Jaksa: “Apakah yang dikatakan suami kepada Anda pagi itu?”

Terdakwa: “Dia mengatakan, ‘Sekarang sudah jam berapa, Nunung?'”

Jaksa: “Lalu mengapa Anda menjadi marah dan memukul suami anda hanya karena pertanyaan seperti itu?”

Terdakwa: “Karena nama saya adalah Oneng.”

9 Cerita Lucu Humor Pengadilan Yang Konyol Abis

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Pengadilan Terbaru – Anda penggemar cerita lucu? Ingin membaca cerita pendek paling lucu yang konyol, gokil, dan kocak? riajenaka.com tempatnya. Koleksi cerita humor disini terdiri dari beragam topik yang bisa membuat Anda tertawa lebih ngakak dari sebelumnya. Setiap terbitan artikel cerita lucu humor hanya disajikan dalam satu tema supaya Anda lebih puas dan terhibur.

Posting terbaru kali ini mengupas cerita lucu Pengadilan. Silahkan disimak dengan baik dan siapkan ekstra energi untuk tertawa setengah mati. Kumpulan cerita lucu banget tentang Pengadilan dikumpulkan dari berbagai sumber gokil cerita pendek lucu. Tentunya cerita humor Pengadilan paling lucu yang dipilih sudah lulus uji standar kelayakan ngakak dan konyol minimum yang disyaratkan oleh pemerintah. Akhir kata, selamat menikmati cerita lucu gokil bikin ngakak dibawah ini.

9 Cerita Lucu Humor Pengadilan Yang Konyol Abis

1. Cerita Lucu Di Pengadilan: Kami Maafkan

Seorang hakim di pengadilan membacakan hasil keputusan sidang terhadap kasus kriminal yang dilakukan oleh seorang tersangka yang usianya sudah separuh baya.

Hakim: “Pengadilan memutuskan bahwa tersangka berhak mendapatkan hukuman selama dua puluh tahun penjara.”

Tersangka: “Tapi Pak Hakim, Saya sudah tua. Saya tidak dapat menjamin bahwa saya masih bisa hidup selama itu.”

Hakim: “Tidak usah gelisah, kalau Anda mati ketika menjalani masa hukuman, maka kami akan memaafkan Anda.”


2. Cerita Lucu Saksi Di Pengadilan

Tema dialog singkat lucu ini terjadi di pengadilan untuk mendengarkan keterangan saksi dalam sidang yang dipimpin hakim ketua yang sudah sangat tua. Si saksi memang orangnya polos, lucu, dan ngomong apa adanya, jadi bisa bikin kesel hakim dan bikin ngakak se-isi ruang sidang. Yuk baca cerita gokil dibawah ini:

Hakim: “Apakah Anda kenal dengan tersangka?”

Saksi: “Tidak pak!”

Hakim: (Mengulang) “Anda tidak kenal dengan orang ini?”

Saksi: “Kalau dia kenal, namanya Mono, bukan Tersangka.”

Hakim: (Mulai jengkel) “Jadi anda kenal dengan saudara Mono?”

Saksi: “Tidak Pak.”

Hakim: (Geram) “Lhoo, Tadi katanya kenal?”

Saksi: “Sama Mono kenal, sama saudaranya tidak!”

Hakim: “GRRRRR!” (Lempar saksi pake palu).


3. Cerita LUcu Mengalahkan Lawan Di Pengadilan

Alkisah, beberapa hari sebelum sidang di pengadilan antara 2 perusahaan yang berperkara, seorang pengacara mendatangi kliennya, seorang pejabat yang korup.

Pengacara: “Saya peringatkan kepada anda, hakim yang akan mengadili perkara kita ini sangat terkenal sebagai hakim yang bersih. Jadi, kalau anda benar-benar ingin menang dari lawan kita, jangan sekali-kali mencoba menyuapnya.”

Pejabat: “Tenang saja pak pengacara, Saya tidak akan melakukannya dan saya malah semakin yakin bahwa kitalah yang akan menang.”

Singkat cerita, waktu persidangan pun tiba. Tanpa melalui proses yang terlalu lama, hakim pengadilan tersebut langsung memvonis bersalah Lawan si pengacara dan kliennya tersebut. Pengacara itu heran ketika seusai sidang kliennya mengatakan bahwa perkara itu berhasil mereka menangkan karena dia telah mengirim sejumlah uang kepada hakim tersebut.

Pengacara: “Hah, bagaimana mungkin? Hakim itu terkenal sebagai hakim yang jujur dan bersih. Apakah dia sudah berubah dan menerima uang dari anda?”

Pejabat: “Hakim itu sama sekali tidak berubah, Saya mengirim uang tersebut dengan mengatasnamakan lawan kita.” (sambil tersenyum penuh kemenangan).


4. Cerita Lucu Gugat Cerai Ke Pengadilan

Asep pergi kepengadilan dia akan menggugat cerai istrinya Sofi, di pengadilan dia dihadapkan beberapa pertayaan oleh hakim.

Hakim: “Apakah anda serius untuk menceraikan isteri Anda?”

Asep: “Serius Tuan Hakim”

Hakim: “Mengapa?”

Asep: “Karena ia diperkosa, Tuan Hakim”

Hakim: “Hah? Bukankah Anda harus membelanya. Bukan menceraikannya?”

Asep: “Seharusnya Pak Hakim. Tapi, saya lihat dia sempat ganti posisi.”


5. Cerita Lucu Sidang Pembunuhan Di Pengadilan

Di suatu sidang pengadilan, Pak Hakim meminta terdakwa berdiri untuk mendengarkan tuntutan.

Hakim: “Saudara didakwa membunuh seorang guru SMA dengan menggunakan gergaji mesin!”

(Dari deretan meja pengunjung terdengar seseorang berteriak)

Seseorang: “Kurang ajaaarrr!”

Hakim: “Harap tenang. Ini ruang sidang!” (bentaknya lalu Ia kemudian melanjutkan tuntutannya) “Saudara juga didakwa melakukan pembunuhan terhadap seorang loper koran dengan menggunakan sekop!”

Seseorang: “Bajingannnnn!”

Hakim: “Tenang, harap tenang! Selanjutnya, saudara terdakwa juga dituduh melakukan pembunuhan terhadap seorang tukang pos dengan menggunakan bor listrik!” (sambil memandangi terdakwa).

Seseorang: “Keparatttt!” (tanpa bisa ditahan).

Hakim: (Dengan geram) “Jika anda tidak bisa memberikan alasan kenapa berulah seperti ini, maka saya akan mendudukkan anda di kursi pesakitan dengan tuduhan menghina pengadilan!”

Seseorang: “Saya adalah tetangga terdakwa selama sepuluh tahun terakhir, Pak Hakim. Dan setiap kali saya ingin meminjam gergaji, bor, atau sekop, dia selalu bilang nggak punya!”


6. Cerita Lucu Pengadilan: Penjahat Kambuhan

Suatu hari, seorang hakim duduk di ruang sidang sebuah pengadilan. Tidak berapa lama, petugas pengadilan masuk membawa terdakwa, seorang penjahat kambuhan. Penjahat ini sudah sering keluar masuk penjara untuk kejahatan-kejahatan ‘kecil’ yang dibuatnya seperti maling ayam, mencuri sandal, kebut-kebutan, mabuk-mabukan, dan sebagainya. Pengadilan pun segera dimulai.

Hakim: “Ini sudah ketujuh kalinya kamu bertemu saya di ruang pengadilan ini. Saya akan menjatuhkan denda Rp 100.000,- kepadamu.”

Terdakwa: “Tetapi, Yang Mulia.”

Hakim: “Apalagi yang ingin kamu sampaikan? Kamu sudah terbukti bersalah. Barang bukti sudah ada, bahkan kita sudah mendengar keterangan dua orang saksi.”

Terdakwa: “Maaf Yang Mulia, bukan itu maksud saya. Saya hanya ingin bertanya, bisa nggak saya minta dendanya di diskon? secara, saya kan sudah menjadi pelanggan tetap di sini.”


7. Cerita Lucu Berniat Menceraikan Istri Di Pengadilan

Alkisah, seorang suami berniat menceraikan isterinya di pengadilan agama.

Hakim: “Kenapa Saudara mau menceraikan isteri Saudara yang cantik ini?”

Suami: “Bapak Hakim. Saya merasa sudah tidak cocok dengan dia. Dia dingin sekali di ranjang. Bagaikan gedebok pisang saja.”

Istri: “Bohong Pak Hakim! Cuma dia aja yang gak puas! Semua tetangga puas kok, sampai minta tambah!”


8. Cerita Lucu Suami Minta Cerai Di Pengadilan.

Seorang laki-laki sebut aja Gareng yang berniat menceraikan istrinya karena geram dengan kelakuan istrinya sehari-hari. Akhirnya mereka menghadapi sidang perceraian di salah satu pengadilan di jakarta.

Hakim: “Jadi saudara tetap bersikeras ingin menceraikan istri saudara?”

Gareng: “Benar pak serius, saya sudah benci sekali sama dia!”

Hakim: “Anda tidak menyesal?”

Gareng: “Bagaimana mungkin saya menyesal pak, buat apa punya istri yang tiap malam keluyuran di Cafe, Bar dan Diskotik?

Hakim: “Apa istri saudara suka mabuk2an?”

Gareng: “Ehmmm, euhmmm, eee, eee ti ti tidak pak hakim!”

Hakim: “Istri anda senang berdansa dan berdugem ria gituh?”

Gareng: “Ehmmm, euhmmm, eee, eeee, ti, tii, tidak. tidak juga pak!”

Hakim: “Jadi apa yang dilakukan istri anda setiap malam keluyuran di Bar, Cafe dan Diskotek?”

Gareng: “Dia mencari saya, saya jadi sebel pak!”

Hakim: “!@#$!$?£%^” (lempar palu).


9. Cerita Lucu Di Pengadilan: Memilih Tempat Eksekusi

Hakim: “Saudara terdakwa, kasus anda sungguh berat, penculikan pemerkosaan dan pembunuhan. Dan itu dengan sengaja anda lakukan dan dengan sesadar-sadarnya.”

Terdakwa: “Saya mengaku bersalah dan apa hukuman saya pak?”

Hakim: “Kursi listrik sampai mati! Apa pesan-pesan dan permintaan terakhir anda?”

Terdakwa: “Bolehkah saya pilih tempat dimana eksekusi mati dilakukan?”

Hakim: “Silahkan!”

Terdakwa: “Setelah saya pikir-pikir lebih baek di indonesia saja pak.”

Hakim: “Kenapa?”

Terdakwa: “Karena di indonesia ini listrik sering mati dan kursi juga sudah habis buat rebutan orang DPR.”

Hakim: “?!!%%$$@@##!$@”