19 Cerita Lucu Telepon Yang Keren Abis

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Telepon – Cerpen lucu atau cerita pendek lucu berikut ini dijamin membuat Anda tertawa. Silahkan disimak, dibaca lalu kemudian tertawa ngakak. Cerita lucu ini merupakan kumpulan cerpen lucu terbaru bertema Telepon yang disarikan dari berbagai sumber yang sudah diuji kelucuannya.

Artikel cerita humor terbaru ini didalamnya terdiri dari cerita2, kisah2, kalimat2 dan kata2 lucu berkaitan dengan Telepon yang disatukan menjadi sebuah kumpulan humor lucu dan cerita lucu yg bikin ngakak terpingkal-pingkal. Semoga Anda menikmati, terhibur dan menangis tertawa setelah membaca cerita lucu singkat, ataupun cerita lucu panjang yang kami sajikan berikut ini.

19 Kumpulan Cerita Lucu Tentang Telepon Yang Keren Abis

1. Cerita Lucu Telepon Pemesanan Pizza

Percakapan telepon pemesanan Pizza tahun 2020.

Operator: “Terima kasih anda telah menghubungi Pizza Hot, Apakah yang bisa saya bantu?”

Konsumen: “Helooo, saya mau pesan pizza.”

Operator: “Boleh minta nomor kartu KTP anda pak.”

Konsumen: “Tunggu, ini nih; 6102049998-45-54610.”

Operator: “Ok Pak Semar, anda tinggal di jalan hangtuah no. 16, nomor telepon rumah anda 02177726378, kantor anda 021665872673 Hp anda 081127894022, anda menelpon dari mana?”

Konsumen: “Dari rumah, eh dari mana kamu tahu semua no telp saya?”

Operator: “Oh, kami terhubung ke database pusat pak.”

Konsumen: “Apakah saya bisa memesan Seafood Pizza?”

Operator: “Itu bukan ide yang bagus pak”

Konsumen: “Kenapa?”

Operator: “Dari medical record bapak, bapak memiliki tekanan darah tinggi dan kolestrol yang sudah berlebihan.”

Konsumen: “Jadi kamu merekomendasikan apa?”

Operator: “Mungkin bapak bisa memesan Low Fat Hokkien Mee Pizza.”

Konsumen: “Dari mana kamu tahu kalo saya bakal suka itu.”

Operator: “Hmmm, minggu lalu bapak baru meminjam buku yang berjudul ‘Popular Hokkien Dishes’ dari perpustakaan nasional.”

Konsumen: “Ok terserah lah, sekalian saya pesan paket keluarga, berapa semuanya?”

Operator: “Tapi paket keluarga kami tidak akan cukup untuk anak anda yang berjumlah 7 orang Pak.. Total keseluruhan adalah Rp. 190.000.”

Konsumen: “Bisa saya bayar dengan Kartu Kredit?”

Operator: “Sepertinya bapak harus membayar Cash, kartu Kredit anda telah Over Limit dan anda punya utang di bank sebesar Rp. 5.350.000 sejak bulan agustus lalu, itu belum termasuk denda untuk tunggakan kontrak rumah anda.”

Konsumen: “Ooh ya sudah, nanti saya ke ATM aja untuk narik duit sebelum orang mu datang nganter Pizza.”

Operator: “Mungkin nggak bisa juga pak, record anda menunjukkan bahwa batas anda menarik uang di ATM telah tercapai.”

Konsumen: “SHIT.. Udah lah anterin aja pizzanya kesini, saya akan bayar cash disini, berapa lama Pizza diantar?”

Operator: “Sekitar 45 menit pak, tapi kalo bapak bisa menunggu, bapak bisa mengambilnya sendiri dengan motor bebek bapak.”

Konsumen: “APA? Huh!”

Operator: “Menurut catatan kami, anda memiliki motor bebek tahun 2015 dengan no pol B3344CD betul kan pak?”

Konsumen: “Sialan, eh gogog bangsat, kagak sopan banget seh buka-buka record gue, belum pernah ngerasain di tonjok ya!!”

Operator: “Hati-hati dengan ucapan bapak, apakah bapak ingat 15 mei 2010 anda pernah di penjara 3 bulan karena mengucapkan kata kotor kepada seorang polisi?”

Konsumen: (Diam).

Operator: “Ada yang lain pak?”

Konsumen: “Tidak ada, eh tapi kalo pesan paket keluarga kan ada gratis coca cola 3 cup kan?”

Operator: “Betul pak, tapi menurut catatan kami anda juga mengidap DIABETES, jadi kami tidak mau mengambil resiko pak..”

Konsumen: “SIIALAAAAANNNNN.. BATALIN AJA SEMUA!”

Operator: “Terima kasih atas teleponnya pak, untuk kompalain, saran dan kritik anda bisa mengisi form online pada situs kami, username dan passwordnya tercetak pada bagian bawah kotak pizza yang anda pesan. Terima kasih anda telah mengubungi Pizza Hot.. Telepon berikutnya..


2. Cerita Lucu Telepon 20 Menit

Buat anak remaja, terutama anak SMP berusia 14 tahunan, komunikasi lewat telepon itu harus. Makanya, RatmiB29, anak manis kelas IX di salah satu SMP negeri tidak terkemuka ini, tidak segan-segan mencurahkan segenap waktunya untuk ‘berkomunikasi’ dengan teman-teman se-gengnya. Ia sering menghabiskan waktu berjam-jam tiap harinya untuk aktivitas ini. Padahal, perbincangan yang dilakukannya bukan perkara hidup dan mati, hanya gosip-gosip seputar idola dan kecengan saja.

Sayangnya, kebiasaan RatmiB29 ini tidak diridhoi oleh sang ayah. Bagaimana tidak, ketika sang ayah memeriksa tagihan telepon, mulutnya menganga, matanya melotot, sambil berulang kali menghitung ulang jumlah 0 di slip tagihan telepon. Kemudian dengan rasa tak percaya yang memuncak,

Ayah: “RatmiB29!!”

RatmiB29: (Dengan senyum manis dan wajah seolah malaikat tak bercela) “Apa, Yah?”

Ayah: “Mulai hari ini, kamu tidak boleh telpon lebih dari 20 menit sehari! Masa tagihan telepon sampai jutaan?” (dengan muka merah padam menahan marah).

RatmiB29: (Sambil cemberut) “Iya, deh.”

Keesokan harinya, ketika sang ayah sedang berleha-leha di depan tv, dering telepon pun bergema di seantero ruangan. Sebelum ia sempat berdiri, RatmiB29 sudah sampai di depan telepon dan mengangkat telepon. Dengan memicingkan mata, sang ayah memperhatikan RatmiB29 yang asyik menerima telepon sambil berkelai-kali mengecek jam dinding. Ternyata, tepat setelah 20 menit, RatmiB29 pun mengucap salam dan menutup telepon.

Ayah: (Dengan senyum lebar tersungging di wajah) “Wah, hebat anak ayah, bisa telpon-telponan cuma 20 menit.”

RatmiB29: “Iya donk, Yah. Kan kata ayah nggak boleh lebih dari 20 menit.” (sewot).

Ayah: “Ngomong-ngomong, kamu tadi ngobrol sama siapa? Kok tumben kamu bisa ngobrol sama temen cuma sebentar?” (penasaran).

RatmiB29: (Sambil mengedikkan bahu) “Nggak tahu tuh, Yah. Tadi salah sambung kok.”


3. Kisah Lucu Jenis Cowok Mutusin Ceweknya Lewat Telepon

COWOK TELMI:

Telpon yang pertama:

“Hi, apa kabar? Dari mana aja neh? Sebenernya gua mau ngomong nih.. Ehmm waduh kok jadi lupa ya, tar gua telpon lagi ya!”

Telpon yang kedua:

“Hi, gua baru inget nih.. Sorry ya sampe lupa.. Abis gimana ya, susah juga. Ehmm, tadi apa ya? gw mau ngomong apa tadi? Yah jadi lupa lagi. Elu sih!!”

Telpon yang ketiga:

“Hi, sorry ya telpon lu bolak balik.. Sorry lupa mulu, abis tadi lupa minum gibolan sih.. Cuma mau kasih tau neh.. Kita putus ya. Sebenernya sih gw mau kasih tau dari taon lalu, cuma lupa mulu. dahhh”

COWOK MURTAD:

(telepon ke bokap nyokap minta tolong bokap nyokap yang nyampaikan).

“Ini emak ya atau si abah? Ah terserah lah! eh lu orang denger ya baek-baek. Kasih tau sama si Nunung, gw mau putus,, tus,, tus.. Jangan tanya nape.. pokoknya putus, jangan lupa kasih tau die ya.. awas kalau lupa.. kalau lupa nih, gw hajar juga lu bedua!”

COWOK SOPAN:

“Asalammulaikum wr,wb.. Hallo say.. kamu baek baek saja? Begini lho say.. sehubungan dengan telah berlalunya waktu yang telah kita lewati bersama.. Maka aku menyadari bahwa aku dan kamu sebenarnya tidak ditakdirkan untuk bersama, maka daripadanya marilah kita bersama-sama lapang dada untuk memutuskan jalinan kasih ini.. Demikianlah untuk abang sampaikan, lebih kurangnya abang mohon maaf lahir batin seperti halnya abang memaafkan dikau. Akhir kata, Assalmmulaikum wr wb…”

COWOK SIMPLE:

“Hi, kita putus ya.. Cukup sekian!”

COWOK SUPER SIMPLE:

“Aku pergi..”

COWOK MATRE:

“Hallo say.. gw terpaksa telepon lu neh, karena lu pasti gak punya pulsa, Ya kan. Gini, maksud gue gimana kalau kita putus aja, gue gak bakalan bahagia ama elu. Karena lu pasti gak bisa beliin gw mobil, rumah, perhiasan, dll kamu kere deh!”

COWOK KERE:

“Hi cayang, lu pernah gak denger lagu liriknya begini: Cewe Matre Cewe Matre.. Kelaut ajeee! Keren juga ya. BTW lu pernah gak di suruh ke laut? Kalo gak pernah, gimana kalau elu ke laut aja. Bercinta ama hiu sono.”

COWOK GAK JELAS:

“Hi say, pa kabar? Jadi pada dasarnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh karenanya penjajahan harus di hapuskan dari muka bumi. Nah lu tau kan gw ini orang yang bebas dan merdeka. Jadi lu tau lah maksud gw. Udeh gitu aja. Bye!”

COWOK PEMALU:

“Cayangg, emh, hm. Ada sesuatu yg ingin gw sampaikan, tapi gue malu ni ngomongnya. gimana ya? Hmmm.. Hm.. Jadi malu ni.. gimana ya? Intinya gue malu deh jalan ama elu. Sorry.”

COWOK DURJANA:

“Alloww, elu kok masih idup? eh denger ya. Mulai detik ini gue gak mau liat muke lu lagi, awas lu kalau sampe gue liat lu lagi.. Gw mati’in lu!!”

COWOK KASAR:

“Eh monyong, kutu kupret muke gile.. Kita putusss..”

COWOK CAPE:

“Hallo.. Say.. Tiap inget elu gue cape deh, tiap denger nama elu gue cape de, tiap liat elu.. Gw lebih cape lagi deh. Gw bener bener cape deh.. kita putus ya!”

COWOK PANTUNIS:

“Hi Hon, abang kasih pantun ya. Nih dengerin baek baek.”

“Kalau ada sumur di ladang, bolehlah kita menumpang mandi.”

“Kalau ada umur panjang, mending kita tak jumpa lagi!”


4. Cerita Lucu Telepon Salah Sambung

Penelepon: “Halo. Apakah ini kediaman Pak Semar?”

Pelayan: “Maaf, Anda salah sambung, ini kediaman Keluarga Bagong”. (sambil menutup telepon).

(Tidak lama kemudian menelepon kembali).

Penelepon: “Halo. Apakah ini kediaman Pak Semar?”

Pelayan: “Salah sambung! Ini kediaman Keluarga Bagong.” (sambil menutup telepon).

(Beberapa saat kemudian).

Penelepon: “Halo.”

Pelayan: “Lagi-lagi kamu! Awas ya! Walau saya cuma pelayan, tapi bisa lapor polisi!”

Penelepon: “Apakah ini kediaman keluarga Bagong?”

Pelayan: “Aduh.. maaf, maaf. Tadi soalnya ada beberapa kali salah sambung. Mau cari siapa?”

Penelepon: “Pak Semar.”

Pelayan: “??!!@#@$!!” (sambil menutup telepon).

(Beberapa saat kemudian menelepon kembali).

Penelepon: “Halo.”

Pelayan: “Kamu lagi, kamu lagi!!”

Penelepon: “Saya Mr. Bagong.”

Pelayan: “Aduh! Maaf, tuan! Maaf, dari tadi ada orang gila telepon ke sini berkali-kali. Ada perlu apa tuan?”

Penelepon: “Panggilkan Pak Semar.”

Pelayan: (Menutup telepon langsung pingsan).

(Pada akhirnya).

Penelepon: “Halo!”

Pelayan: (Oh, ini suara yang berbeda) “Mau cari siapa, tuan?”

Penelepon: “Ini kediaman Keluarga Bagong?”

Pelayan: “Iya, betul.”

Penelepon: “Saya Pak Semar. Tadi ada orang cari saya?”


5. Cerita Lucu Telepon: Serba Salah

Line 1: “Hallo.”

Line 2: “Ya, hallo.”

Line 1: “Bisa bicara dengan salah sambung?”

Line 2: “Ya, saya sendiri salah angkat.”

Line 1: “Oh maaf, rupanya saya salah bicara.”

Line 2: “Tak apa, saya juga salah dengar kok.”

Line 1: “Mungkin tadi salah pencet.”

Line 2: “Atau situ mungkin salah minum obat?”

Line 1: “Tidak salah lagi! Ini pasti rumah sakit jiwa ya?”

Line 2: “Salah besar! Di sini pusat rehabilitasi khusus otak konslet!”

Line 1: “Ngung..” (salah naruh gagang telepon di sarang tawon).


6. Cerita Lucu Penemu Telepon

Bu Guru Omas: “Anak-anak! Siapa penemu alat komunikasi atau telepon?”

Petruk: “Ibu nanya-nanya gitu, memangnya ada telepon yang ilang, Bu?”

Nunung: “Ibu nggak inget nyimpen teleponnya dimana? Coba diinget-inget lagi, Bu!”

Gareng: “Sumpaaah, Bu,! Bukan saya yang ngambil teleponnya!”

Yati: “Kemungkinan telepon ibu hilang ada dua. Pertama karena teleponnya jatuh, dan kedua karena ada yang nyuri tuh, Bu!”

Bagong: “Daripada cuma ngomong aja, mendingan kita sama-sama cariin telepon Bu Guru yang hilang, temen-temen!”

Ateng: (Sambil gagap) Ttt ttt telepon iii iii ilang aaa aaa aja di di di diributin, ttt ttt tinggal bbb bbbeli aja di di di pa pa pasar cikapundung, di di di lan lan lantai du du duanya! No no nope aa aa aja uu uu udah da da dapet, kkk kkk kok!”

Bu Guru Omas: (Langsung minta berhenti jadi guru anak-anak bandel dan bego-bego).


7. Cerita Lucu Telepon KFC

– Telepon Pertama

Ateng: “Halloo.. Kaepsi?”

KFC: “Iya, ada yg bisa di bantu?”

Ateng: “Ayamnya ada apa enggak?”

KFC: “Oh ada.”

Ateng: “Coba bawa kesini, diadu sama ayamnya saya!”

KFC: “#&%*!”

– Telepon Kedua

Ateng: “hallooo.. kaepsi?”

KFC: “Iya.”

Ateng: “Delivery order?”

KFC: “Iya.”

Ateng: “24jam?”

KFC: “Iya.”

Ateng: “Oooh hebat ya, Kamu enggak Pernah Tidur!”

KFC: “#%^@%^”

– Telepon Ketiga

Ateng: “Hallooo.. Kaepsi?”

KFC: “Iya..”

Ateng: “Ayam ada?”

KFC: “Ada”

Ateng: “Nasi?”

KFC: “Ada.”

Ateng: “Es Krim?”

KFC: “Ada.”

Ateng: “Burger?”

KFC: “Ada! banyak! komplit!! (Operatornya mulai gemes).

Ateng: “Masih ada semua? Gak laku apa gimana?

KFC: “@$%&@%*”

– Telepon Keempat

Ateng: “Hallooo.. Kaepsi?”

KFC: “Kamu lagi! Mau ngeledek lagi apa?”

Ateng: “Woi gw mau pesen! ya udah, gw gak jadi pesen klo gitu!”

KFC: “Oh iya! mau pesen apa?”

Ateng: “Soto aja seporsi!”

KFC: “Guoblok amat loe!!”

(maksudnya, mana ada KFC jual soto).

– Telepon Kelima

Ateng: “hallooo.. Kaepsi??”

KFC: “Yaelah loe lagi, mau ngapain lagi sih loe!”

Ateng: “Mau pesen ayam!”

KFC: “Oh iya! Apa lagi?”

Ateng: “Ayam sama nasi tapi bungkusnya dipisah aja yak?, ntar klo di jadiin satu, takutnya nasinya habis di patokin ayam.”

KFC: “Wooooi Orang Gila! Gw gampar juga loe!!”


8. Kisah Lucu Gak Mau Ngangkat Telepon

Seorang bos perusahaan sedang merasa bahagia. Penyebabnya adalah, dia baru saja merekrut sekretaris baru yang cantiik, seksi, aduhai pokoknya mah. Selain itu, dia juga bisa diandalkan, semua tugas-tugas dapat diselesaikan dengan baik, tanpa perlu petunjuk dan pengarahan.

Namun ada satu hal yang membuat bos ini keheranan dan sering membuatnya kesal. Setiap telepon berbunyi, seketaris ini tidak pernah mengangkatnya. Bahkan ia terlihat tidak peduli dan seolah-olah tidak mendengar bunyi telepon. Mungkin dia sangat serius dengan pekerjaannya. Akhirnya dengan sedikit nggak enak bos itu menegurnya, supaya dia mau mengangkat telepon kalau telepon berdering.

Sekretaris: (Dengan polosnya) “Boss, aku kan baru disini, semua keluarga, kenalan dan temen-temen belum ada yg tahu nomor telepon kantor ini. Jadi kalo ada telepon bunyi, pasti bukan buat saya. Jadi saya gak bakal ngangkatnya”.


9. Cerita Lucu Telepon: Bedanya Marah Sama Jengkel

Seorang gadis yang sedang mengerjakan PR dari sekolah datang menghampiri ayahnya dan bertanya,

Anak: “Yah, apa bedanya marah dengan jengkel?”

Ayah: “Itu hanya masalah perbandingan. Coba aku jelaskan maksudnya.”

(Untuk menjelaskannya sang ayah mendekati telepon dan memutar nomor telepon secara acak).

Ayah: “Halo, apa Ateng ada?”

Pria: “Di sini tidak ada yang namanya Ateng. Kenapa Anda tidak mengecek nomornya dulu sebelum Anda menelepon?”

Ayah: “Lihat, Laki-laki tadi kelihatan tidak senang dengan telepon kita. Dia mungkin sedang sibuk dan kita membuatnya jengkel. Sekarang lihat..”

(Sang ayah menelepon kembali nomor yang sama).

Ayah: “Halo, apakah Ateng ada?”

Pria: “Dengar ya!! Anda baru saja menelepon ke nomor ini dan saya sudah bilang kalau tidak ada yang namanya Ateng disini! Telepon Anda benar-benar mengganggu!.”

Gagang telepon pun ditutup dengan keras. Sang ayah berbalik kepada putrinya dan berkata

Ayah: “Kamu lihat, itu yang namanya marah. Sekarang aku akan menunjukkan kepadamu apa artinya jengkel.”

Pria: “Halo!!”

Ayah: “Halo, ini Ateng. Apakah ada telepon untukku?”


10. Cerita Lucu Telepon: Pamer Teknologi

3 Orang tengah terdiam menikmati kehangatan sauna, yaitu orang dari Amerika, Jepang dan Indonesia. Keheningan didalam ruangan sauna dipecahkan oleh bunyi, bip, bip, bip.. Orang Amerika membuka telapak tangan kirinya, dan membaca tulisan yang tertulis ditelapak tangannya itu. Dua rekan se ‘sauna’ nya dengan kagum melihat tulisan yang muncul ditelapak tangan orang Amerika tersebut.

Orang Amerika: “Oh, telapak tangan saya telah ditanamkan chips, saya dapat langsung menerima pesan SMS tanpa alat, SMS nya langung tampil ditelapak tangan saya.”

Ketika melihat kedua rekannya bengong. Sesaat kemudian terdengar dering telepon, orang Jepang mengangkat tangan kanannya, jempol didekatkan ke telinga sedangkan jari kelingking kebibirnya,

Orang Jepang: “Oh maaf, saya terima telepon dulu, tangan saya sudah berisi chips, saya dapat menerima dan berbicara melalui 2 jari saya tanpa menggunakan HP.”

Melihat semua itu, orang Indonesia mulai gugup, Apa yang bisa saya tunjukkan untuk mengalahkan orang orang ini? pikirnya. Karena stress, keinginannya untuk buang air besar tidak tertahankan lagi. Usai buang air, dia kembali lagi ke ruang sauna, tetapi karena tidak biasa membasuh bokongnya dengan kertas toilet, seuntai kertas toilet masih berjuntai di belahan bokongnya. Dengan keheranan orang Jepang dan orang Amerika menunjuk ke untaian kertas ‘sisa’.

Orang Jepang dan Amerika: “Kertas apa itu yang tergantung dibokong anda?”

Orang Indonesia: “Oh maaf, saya baru terima Fax.”


10 Cerita Lucu Laptop Yang Bikin Ketawa

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Laptop – Cerpen lucu atau cerita pendek lucu berikut ini dijamin membuat Anda tertawa. Silahkan disimak, dibaca lalu kemudian tertawa ngakak. Cerita lucu ini merupakan kumpulan cerpen lucu terbaru bertema Laptop yang disarikan dari berbagai sumber yang sudah diuji kelucuannya.

Artikel cerita humor terbaru ini didalamnya terdiri dari cerita2, kisah2, kalimat2 dan kata2 lucu berkaitan dengan Laptop yang disatukan menjadi sebuah kumpulan humor lucu dan cerita lucu yg bikin ngakak terpingkal-pingkal. Semoga Anda menikmati, terhibur dan menangis tertawa setelah membaca cerita lucu singkat, ataupun cerita lucu panjang yang kami sajikan berikut ini.

10 Kumpulan Cerita Lucu Tentang Laptop Yang Bikin Ketawa

1. Cerita Lucu Lucu Laptop Dan Anggota DPR

Part 1

Anggota DPR: “Mbak, laptopnya salah.”

Customer Service: “Salah gimana pak?”

Anggota DPR: “Laptopnya nggak mau hidup.”

Customer Service: “Sudah tekan tombol power pak?”

Anggota DPR: “Tombol powernya sebelah mana mbak?”

Part 2

Anggota DPR: “Mbak! Numpang tanya, kalo mau muter film di laptop gimana ya caranya!”

Customer Service: “Kan di laptop ada DVD, dan MP3 playernya, Pak!?”

Anggota DPR: “Waaah, saya nggak liat tuh? Di sebelah mananya ya, Mbak?”

Customer Service: “Ada kok, Pak! Letaknya disamping kiri laptonya, Pak! Nah, kan ada tombolnya tuh, dan kalo di tekan tombolnya piringan discnya keluar sendiri, Pak”

Anggota DPR: “Ohh yang keluar itu tooh? Kemarin sih nggak sengaja keluar, kepencet kali ya, Mbak? Tapi, kemaren keliatannya udah patah tuh!”

Customer Service: “Kok bisa sampe patah, Pak?”

Anggota DPR: “Nah itu dia, Mbak! Kemaren waktu piringannya nggak sengaja keluar, saya langsung taruh gelas kopi saya disana, saya kira itu tatakan buat minuman gitu deh!”

Part 3

Anggota DPR: “Komputer saya rasanya kena virus.”

Customer Service: “Virus apa tuh pak?”

Anggota DPR: “Kurang tahu juga, setiap mau cetak ke printer, selalu ada tulisan kennot fain printer.”

Customer Service: “Itu mungkin salah setting pak.”

Anggota DPR: “Settingnya udah bener kok, kemarin aja bisa nyetak, tapi sekarang nggak bisa. Saya sudah tunjukkin printernya di depan laptop, tetap aja dia terus-terusan ‘searchng printer not found’. Kayanya webcamnya rusak, nggak bisa lihat printer.”

Customer Service: “Mendadak laper nih Pak, ingin makan tape.”

Anggota DPR: “Lho, kok begitu?”

Customer Service: “TAPE DEH!!”

Part 4

Anggota DPR: “Mba, saya mau konek ke internet nggak bisa, kenapa ya?”

Customer service: “Nggak bisanya kenapa?”

Anggota DPR: “Saya ketik www.playboy. com, gambarnya nggak keluar.”

Customer service: “Pesan errornya apa pak?”

Anggota DPR: “Nggak ada pesan error, pokoknya saya ketik playboy.com di addressnya, nggak muncul gambar sama sekali.”

Customer service: “Bapak koneksi internetnya pakai apa, dial up, hotspot?”

Anggota DPR: “Pakai gambar yang ada huruf e (maksudnya internet explorer).”

Customer service: “Maksudku, bapak langganan internetnya pakai ISP apa, lalu cara koneksi internetnya pakai dial-up atau hotspot, mungkin settingnya ada yg salah.”

Anggota DPR: “ISP itu apa sih mba?”

Customer service: “Wah ini sih 50 x 2 pak..”

Anggota DPR: “Apa tuh mba?”

Customer service: ”CAPE ‘DEH!!”


2. Cerita Lucu Laptop: Hemat Pangkal Mati

Ateng: “Jika sekarang Saya tidak makan, Saya pasti dapat mengisi pulsa saya.”

Petruk: “Jika sekarang dan tadi pagi Saya tidak makan, Saya dapat membeli buku kesukaan saya.”

Gareng: “Jika Saya tahu tidak makan sampai saat ini, pasti saya puasa saja.” (sambil tersenyum).

Semar: “Kenapa kalian ngitungin makan?, kalau Saya ngak makan hari ini, Saya dapat beli baju baru.”

Bagong: “Kalau aku beda lagi, jika nggak makan dua hari maka Saya dapat beli HP baru.”

Mono: “Huft!!, kalau Saya nggak makan dua hari ini saya dapat DVD baru.” (sambil menggeluh).

Ateng: “Kalau Saya nggak makan tiga hari, saya dapat beli Laptop.”

Semar: “Kalau Saya nggak makan empat hari juga bisa beli Laptop.”

Gareng: “Saya juga bisa.”

Bagong: “Saya juga!!”

Petruk: “Mono, kenapa kamu diam?” (sambil menatap Mono).

Mono: “Kalian hemat sekali, untuk beli Laptop sanggup nggak makan empat hari, saya nggak bisa beli Laptop pada hari keempat, karena pada hari ketiga saya sudah mati kelaparan.” (sambil menunduk diam).


3. Cerita Lucu Facebook Dan Laptop

Anak: “Bunda, beliin notebook dong.”

Bunda: “Gak boleh!”

Anak: “Loh, kenapa, kan biar gampang bikin tugas?”

Bunda: “Nanti kamu ilang, kaya di TV itu!”

Anak: “Loh, itu kan facebook, bukan notebook!”

Bunda: “Sama aja! Kalo beli notebook kamu nanti buka facebook, ilang juga!”

Anak: “Ya udah deh, kalo beli laptop boleh?”

Bunda: “Ya, kalo itu boleh.”


4. Cerita Lucu Laptop: Sejarah Layar Sentuh

Pada suatu saat seorang Ilmuwan Manca Negara makan di WARTEG. Setiap PENGUNJUNG yang datang ditanya oleh Pelayan Warteg.

Pelayan: “Makan pake apa?”

Pengunjung: (Menempelkan jarinya ke kaca menunjuk makanan di baliknya).

Pelayan: “Makan pake apa lagi?”

Pengunjung: (Menempelkan jarinya ke kaca lagi).

Pelayan: “Apa lagi?”

Pengunjung: (Kembali menempelkan jarinya ke kaca).

Beberapa detik kemudian makananpun sudah siap tersaji. SANG ILMUWAN pun berdecak kagum, ternyata technology di Indonesia luar biasa majunya. Tak ayal lagi merekapun menjiplaknya untuk TV, LAPTOP, PDA Blackberry Torch dan Ipad.


5. Cerita Lucu Laptop: Perjalanan Di Kereta Api

Di Sebuah Kereta Api ada 4 orang di dalam sebuah kereta, ada orang jepang, Amerika, Malaysia dan Indonesia. Di tengah perjalanan si Jepang ngebuka laptop dan main game, lalu tiba2 si Amerika ngambil tuh laptop dan dilempar keluar lewat jendela.

Jepang: “Setan, luu!! Ngapain laptop gw lu buang?”

Amerika: “Huuh, laptop jelek kayak gitu mah, di negara gw itu tuh sampah.”

Jepang: (Ga terima, lalu ngambil rokok yg dimulut orang indonesia lalu di injek2).

Indonesia: “Woyy, monyet! Gw lg asik ngerokok, ngapain lu matiin!”

Jepang: “Di negara gw itu sih sampah!”

Indonesia: (Mukanya merah padam gara2 emosi!! Lalu dia pun menghajar orang malaysia sampe wajahnya ga jelas gara2 babak belur, lalu si indonesia mecahin jendela dan ngelempar orang malaysia keluar kereta).

Amerika: “BUSEET Dah, tuh anak orang ngapain lu buang keluar jendela?”

Indonesia: “Orang malaysia kayak gitu mah sampah di negara gw!!”


6. Cerita Lucu Membeli Laptop

Suatu hari, si Ateng sedang asyik mencari-cari laptop baru di sebuah Mall terbesar di kota ABC. Karena laptop yang lama sudah rusak dan Ateng sebagai pegawai kantoran membutuhkan laptop dalam setiap pekerjaannya. Akhirnya Ateng masuk ke sebuah toko komputer dan bertanya-tanya dengan SPG yang ada disana.

Ateng: “Mbak, mau nanya dong? ‘ENTER’ itu maksudnya apa?”

SPG dengan sigap menjawab: “Kayaknya untuk mempercepat program deh Mas!”

Ateng: “Mempercepat gimana maksudnya mbak?”

SPG: “Ya biar cepet kerjanya Mas. kalo tulisan nya ENTAR, kan jadinya lamaaa!”

Ateng: “Oww, tanya lagi ya Mbak, ini saya sudah masuk ke Internet Explorer. Kok saya ketik Facebook.com, enggak keluar apa-apa yah?”

SPG: “Lah, di depan nya Mas sudah ngetik www belum Mas?”

Ateng: “Memangnya harus ya Mbak, sebenarnya www itu apa?”

SPG: “Eeeehhmmmm.. Apa yah? Pokoknya kalo mau masuk ke website memang harus ketik www itu Mas, kode permisi gitu loh. Kayaknya kalau enggak salah singkatan dari Wassalammualaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh..”


7. Cerita Lucu Laptop Baru

Ayah: “Laptop baru ya nak.”

Anak: “Iya yah, dapet hadiah lomba lari.”

Ayah: “Siapa aja pesertanya.”

Anak: “Saya, polisi, yang punya laptop dan banyak lagi yang lainnya yah..”

Ayah: “Maling itu namanya”


8. Cerita Lucu Maling Laptop

Maling 1: “Mono Alberto, lu tadi ngambil barang apa aja?”

Maling 2: “Gw ambil perhiasan emas dan berlian, serta laptop, kalu lu berhasil ngambil apa aja Gareng rahid?”

Maling 1: “Kalo gw berhasil ngambil sempak ama kutang si pemilik.”

Maling 2: “Jiaaahhh, buat apaan sempak begituan lu colong?”

Maling 1: (sambil bernafsu) “Buat coli braaaaayyyyyy.. Hahaha..”

Maling 2: (sambil pergi) “Otak lu magrib..”


9. Cerita Lucu Laptop: Permintaan Terakhir Kambing Kurban

Di sore hari yg begitu panas, Panitia Kurban yg mengurusi hewan-hewan kurban di salah satu mesjid merasa kasihan melihat kambing-kambing yg akan dijadikan hewan kurban. Lantaran rasa kasihan itulah sang Panitia Kurban kemudian mengumpulkan kambing-kambing itu lantas menanyakan kepada mereka.

Panitia: “Hei, kalian para kambing sebagai hewan kurban, besok kan kalian akan di sembelih, eeh ada nggak yg punya permintaan terakhir? kalau ada coba angkat tangan. eh salah, angkat kaki maksudnya! Lho kok hanya 4 yg angkat kaki? Yang lain tak punya permintaan terakhir ya?”

11 ekor kambing: (serentak) “Tidaaak! kami cuma mau istirahat!”

Panitia: “Oke.. Oke.. Kalian istirahat saja.“ (Lanjut bertanya) Hei, kamu (menunjuk salah satu kambing) memangnya apa permintaan terakhirmu?”

Kambing 1: “Saya minta hetset pak.”

Panitia: “Lho kok minta hetset? buat apa?”

Kambing 1: “Biasalah pak, mau mutar musik, saya kan lagi stress nih, besok mau di sembelih.”

Panitia: “Oke.. oke.. permintaan kamu saya kabulkan, sebentar saya kasi hetset.”

Kambing 1: “Siiip.” (angkat kaki depan).

Panitia: “Tadi teman kamu minta hetset. Nah, sekarang kamu mau minta apa?”

Kambing 2: (Spontan) “Cuaca panas begini kan haus pak, minta es teh dong.”

Panitia: “Oh iya, ya. Oke, oke, sebentar saya buatkan kamu es teh.”

Kambing 2: “Oke ditunggu yaaa.” (sambil nyengir-nyengir).

Panitia: “Nah sekarang giliran kamu, apa permintaan kamu?” (menunjuk Kambing ke-3).

Kambing 3: (Spontan) “Laptop pak!”

Panitia: (Muka heran) “Lho kok kamu minta laptop, untuk apa?”

Kambing 3: “Mau online pak, biasa mau baca artikel-artikel lucu, biar stress saya hilang.”

Panitia: “Ohh gitu ya? Okelah, nanti saya kasi laptop, okey?”

Kambing 3: (Hanya senyum-senyum).

Panitia: “Ketiga temanmu sudah punya permintaan masing-masing, nah sekarang giliran kamu yg terakhir, apa permintaan kamu?”

Kambing 4: “Sama Pak kaya Kambing 3, saya juga minta laptop, mau dipake online.”

Panitia: (Lagi-lagi dengan muka heran) “lho kok minta laptop juga, memangnya kamu mau online untuk apa?”

Kambing 4: (Dengan gaya santai) “nggak pak cuma mau online aja, hilangin bete gitu.”

Panitia: “hmmmm, Oke.. oke.. Permintaan kalian akan saya penuhi. Tunggu ya, bentar saya kerumah dulu, ambil hetset, laptop sekalian buat es teh juga.” (Panitia Kurban kemudian bergegas menuju rumahnya).

Kambing 3: “Eh kamu doyan juga ya online?”

Kambing 4: “Aah tidak kok, saya mau online cuma mau cek tiket pesawat.”

Kambing 3: “Haaaa. mau cek tiket pesawat? mang buat apaan tiket pesawat?”

Kambing 4: “Yaah, kamu ni dasar bego, tiket pesawat mah buat perjalanan lah, masa buat nonton bola?” (sambil senyum-senyum).

Kambing 3: (Juga senyum-senyum) “Iyya, maksudnya aku tuh, kamu mau cek tiket pesawat, emang kamu mau ke mana? Bukannya besok kita sudah mau di sembelih?”

Kambing 4: “Eeh. kan sebentar malam masih ada waktu buat kabur. Saya mau ke Singapura lah mengikuti jejak Koruptor. Dengar-dengar disana kan Koruptor bisa hidup aman dan bebas dari sergapan KPK. Kalau di sana seorang koruptor yg nyata-nyatanya penjahat saja bisa aman kenapa kita tidak?”

Kambing 3: (Cuma ngangguk-ngangguk).


10. Cerita Lucu Pencuri Gaptek

Seorang pencuri senang sekali karena malam itu ia sukses mencuri sebuah laptop seri terbaru. Ia senang bukan karena ia akan memakai laptop itu. Sebab, ia seorang yang gagap teknologi (gaptek). Namun, karena ia tahu bahwa laptop itu pasti harganya masih sangat mahal.

Maka, tak menunggu lama, keesokan harinya anaknya langsung disuruhkan menjual laptop curiannya itu. Si anak ‘pun memasukkan laptop itu ke tas dan membawanya ke salah satu pasar pusat jual-beli barang-barang elektronik. Namun, kata-kata bahwa ‘Apa yang ada pada ayahnya, pasti ada pada anaknya’, tampaknya tak berlaku bagi pasangan ayah dan anak ini.

Si anak tak secermat ayahnya, hingga sebelum anak itu sempat menjual laptop itu, seorang copet menjambretnya. Sungguh malang! Maka, anak itupun pulang dengan tangan kosong. Ia sedikit khawatir untuk pulang, namun apa daya. Kenyataannya, laptop itu telah habis dicopet dan ia harus segera pulang karena ayahnya menunggu di rumah. Sampai di rumah,

Ayah: “Berapa kau jual?”

Anak: (Dengan kalem) “Seharga modalnya!”