Cerita Lucu Makan Narkoba

Cerita Lucu Narkoba – riajenaka.com. Yang kita kenal narkoba itu sangat tidak dianjurkan untuk di konsumsi. Karena dapat menyebabkan ketergantungan. Namun beda halnya dengan yang di alami oleh petruk, semar dan gareng dalam cerita lucu narkoba berikut ini…

Cerita Lucu Narkoba

Alkisah, ada 3 sekawan bernama Semar, Gareng dan Petruk. Mereka sedang pergi berlibur ke kota Yogyakarta tepatnya di candi borobudur…

Petruk: “Bro, lu pada tahu gak makanan yang paling enak di jogja, kebetulan perut gue udah laper banget nih.”

Semar: “Gue denger-denger sih narkobanya disini enak-enak.”

Bagong: “Gila lu mar. Ngajakin makan narkoba, ogah gue.”

Semar: “Sapa juga yang mau ngajakin elu, GR banget!”

Petruk: “Gue jadi penasaran nih sama narkoba di kota jogja seenak apa.”

Semar: “Yaudah mending sekarang aja, gue juga udah laper nih.”

Bagong: “Bentar-bentar… Lu yakin pada mau nyobain narkoba?”

Semar: “Iya bagonggg. Daripada gue harus nahan laper ya kan?! Lu mau ikutan gak?”

Bagong: “Ogah gue! Mending gue makan nasi sama ikan asin daripada ikut kalian nyobain narkoba.”

Petruk: “Ya udah, loe tunggu sini dulu. Gue sama Semar mau cari narkoba.”

Akhirnya Semar dan Petruk mulai mencari narkoba yang paling enak dan laris di kota yogyakarta. Gak pake lama, mereka telah menemukan narkoba yang mereka cari…

Semar: “Misi mba, saya pesen narkoba yang paling enak yaa 2 di bungkus aja.”

Pelayan: “Iya mas, tunggu sebentar.”

Di tempat yang berbeda, Bagong sangat was was takut jika kedua temannya di tangkap polisi. Tak lama kemudian, Semar dan Petruk datang…

Semar: “Eh, gong daripada elu bengong di situ kelaperan, mendingan ikutan kita makan narkoba yuk.”

Bagong: “Ogahhh mar! Gue gak pengen di penjara.”

Petruk: “Hahahaha… tenang gak usah panik. Nih, narkoba yang gue maksud NASI GORENG KOPI BAKWAN bukan narkoba obat-obatan itu. Udahhh, ayo makan daripada elu cuma liatin doang kayak cacing kepanasan hahaha..”

Bagong: (tepok jidat)

Ternyata narkoba yang mereka maksud itu NAsi goReng KOpi BAkwan sob, bukan narkoba sejenis sabu-sabu dkk. Memang ada-ada saja pemuda jaman sekarang, bikin panik hehehe…

Demikian cerita lucu tentang narkoba yang sudah saya suguhkan hari ini. Inti dari cerita diatas jangan menuduh sembarangan sebelum ada bukti yang akurat. Dan jangan pernah anda mencoba barang haram bernama narkoba, SAY NO TO DRUGS!!! Semoga cerita lucu kali ini bisa bermnafaat bagi anda semua.

9 Cerita Lucu Humor Narkoba Yang Bikin Ketawa

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Narkoba Terbaru – Anda penggemar cerita lucu? Ingin membaca cerita pendek paling lucu yang konyol, gokil, dan kocak? riajenaka.com tempatnya. Koleksi cerita humor disini terdiri dari beragam topik yang bisa membuat Anda tertawa lebih ngakak dari sebelumnya. Setiap terbitan artikel cerita lucu humor hanya disajikan dalam satu tema supaya Anda lebih puas dan terhibur.

Posting terbaru kali ini mengupas cerita lucu Narkoba. Silahkan disimak dengan baik dan siapkan ekstra energi untuk tertawa setengah mati. Kumpulan cerita lucu banget tentang Narkoba dikumpulkan dari berbagai sumber gokil cerita pendek lucu. Tentunya cerita humor Narkoba paling lucu yang dipilih sudah lulus uji standar kelayakan ngakak dan konyol minimum yang disyaratkan oleh pemerintah. Akhir kata, selamat menikmati cerita lucu gokil bikin ngakak dibawah ini.

9 Cerita Lucu Humor Narkoba Yang Bikin Ketawa

1. Cerita Lucu Narkoba Penyembuh Penyakit

Suatu hari si Gareng bertanya pada emaknya.

Gareng: “Mak, di tipi kok pada ngomongin narkoba. Narkoba itu apa sih mak?”

Emak: (Takut anaknya mikir negatif terpaksa bohongin Gareng) “Narkoba itu Jamu Reng.”

(Di sekolah).

Bu Guru: “Anak – anak, selain obat dari dokter. Coba sebutkan cara menyembuhkan kita dari penyakit?”

Gareng: (Berdiri mengacungkan tangan).

Bu Guru: “Ya Gareng, ayo jawab.”

Gareng: “Pake Narkoba Buu.”

Bu Guru: (Nelen papan tulis).


2. Cerita Lucu Bandar Narkoba dan Malaikat

Seorang bandar narkoba meninggal dunia di tangan regu tembak. Di pintu akherat, malaikat sudah menunggu dengan serentetan pertanyaan.

Malaikat: “Siapa namamu?”

Yati Pesek: “Yati Pesek.”

Malaikat: “Siapa Tuhanmu?”

Yati Pesek: “Narkoba”

Malaikat: “Siapa nabimu?”

Yati Pesek: “Sabu-sabu.”

Malaikat: “Siapa yang kau sebut itu? (Heran) Aku belum pernah melihat sebelumnya. Bisa kau
tunjukkan?”

Yati Pesek si bandar narkoba segera mengambil satu paket sabu-sabu dari kantongnya.

Yati Pesek: “Ini yang bernama sabu-sabu. Di dunia ini harganya 500 ribu. Tapi untuk Anda, saya kasih murah deh, diskon 50%.”

(Tanpa banyak tanya lagi malaikat langsung mengirimnya ke neraka).

Malaikat: (Sambil menggerutu) “Sialan itu orang. Mahal banget kalo jualan.”


3. Cerita Lucu Narkoba di Dalam Kayu

Crita lucu ini tentang kecerdikan seorang tukang kayu bakar dan temanya yang bekerjasama mengakali polisi untuk membantu meringankan pekerjaan mereka.

(Telepon berdering di kantor pusat Kepolisian).

Polisi: “Halo, selamat malam! Ada yang bisa dibantu?”

Penelepon: “Halo, apakah ini kantor polisi?”

Polisi: “Ya. Apa yang Anda inginkan?”

Penelepon: “Saya ingin melaporkan tetangga saya yang bernama Bagong. Dia memiliki narkoba di dalam kayu!”

Polisi: “Terima kasih banyak untuk informasinya, Pak.”

Hari berikutnya, para polisi mendatangi rumah rumahnya Bagong. Para polisi itu mencari kayu yang ada di
gudang maupun kayu yang di luar gudang. Bagong memiliki banyak kayu di rumahnya karena dia memang seorang penjual kayu bakar.

Polisi-polisi itu menggunakan kapak untuk membelah kayu tetapi tidak menemukan narkoba. Setelah mereka
tak menemukan narkoba didalam kayu dengan membelah,

Polisi: (Meminta maaf).

Kemudian pergi. Setelah polisi pergi meninggalkan rumahnya Bagong tiba-tiba telepon berdering dari dalam rumah dan Bagong lari ke dalam dan mengangkat telepon tersebut.

Penelepon: “Hei Gong! Apakah polisi sudah datang ke rumahmu?”

Bagong: “Iyaaa sudah!”

Penelepon: “Apakah mereka sudah memotong-motong kayu?”

Bagong: “Iyaa.”

Penelepon: “Bagus, sekarang giliran kamu untuk menelepon, saya pengen bikin taman butuh dicangkuli dulu nih.”


4. Cerita Lucu Narkoba: Gagal KB

Disebuah kelurahan di daerah Bandung. Seorang lurah menerima laporan dari seorang stafnya yang punya nama Petruk,

Petruk: “Pak, program KB di kelurahan kita gagal total!”

Lurah : “Lho, kenapa bisa!”

Petruk: “Iyaa Pak, penyebabnya karena Narkoba!”

Lurah : “Hah! Kejadiannya bagaimana?”

Petruk: “Begini pak lurah, setiap malam NARKOBA merajalela di kelurahan kita. Pelakunya tak lain ibu-ibu pak, yang suka sekali Narikin KOlor BApak. makanya, program KB gagal!”

Lurah: “Dasar KAMPRET, kamu mau turun pangkat?”


5. Cerita Lucu Narkoba: Bertobatlah

Dua orang bekas pecandu narkotika telah bertobat dan setelah terbebas dari penjara mereka bekerjasama dengan Polisi melakukan kampanye anti narkoba. Polisi memberi tugas pada mereka untuk mengadakan seminar anti narkoba selama seminggu. Setelah seselasi masing-masing mereka dimintai laporan hasil kerja mereka.

Pecandu A: “Lapor Pak, selama tugas 1 minggu, saya berhasil membawa 21 orang untuk bertobat dan tidak akan pakai narkoba lagi.”

Polisi: “Bagus sekali. Bagaimana cara kamu membujuk orang untuk bertobat?”

Pecandu A: “Dalam seminar, saya menggambar 2 buah lingkaran, satu lingkaran besar dan satu lingkaran kecil. Lalu saya jelaskan kepada para pecandu bahwa lingkaran besar menunjukkan otak kita sebelum pakai narkoba, sedangkan lingkaran kecil adalah gambar otak kita yang ciut akibat penggunaan narkoba. Para peserta ketakutan dan akhirnya mereka memilih untuk bertobat.”

Polisi: “Wah bagus sekali cara kamu, lalu bagaimana kamu B? Apakah kamu berhasil juga?”

Pecandu B: “Ya Pak, selama seminggu ini saya berhasil menarik orang untuk bertobat sebanyak 1000 pecandu!”

Polisi: “Luar biasa, bagaimana caranya?”

Pecandu B: “Saya menggunakan cara yang sama dengan A, Pak. Saya juga menggambar 2 lingkaran, satu yang besar dan satu yang kecil”.

Polisi: “Lho lalu bagaimana kamu bisa menarik orang jauh lebih banyak untuk bertobat?”

Bekas Pecandu B: “Begini Pak, saya jelaskan kepada para pecandu bahwa lingkaran kecil itu adalah gambaran lubang pantat kita sebelum masuk penjara, dan lingkaran besar itu adalah lubang pantat kita setelah keluar
penjara! Dan bertobatlah mereka semua!”


6. Kisah Lucu Narkoba: Berhenti Baca Koran

Hari ini saya baca di koran, bahwa bahaya merokok bisa menyebabkan kanker, mandul, dan gangguan janin, saya langsung berhenti merokok.

Besoknya lagi saya baca di koran yang sama bahwa bahaya miras bisa memabukkan, lupa diri dan dilarang agama, saya langsung berhenti menggunakan minuman keras.

Eh, besoknya lagi saya baca di koran yang sama bahwa bahaya narkoba bisa membunuh dan di penjara, akhirnya saya langsung berhenti membaca koran karena saya adalah Bandar Narkoba.


7. Cerita Lucu Pencopet Vs Narkoba

Salah satu rumah tahanan sedang mengadakan lomba sepak bola demi menjaga kesehatan para napi. Pagi ini yang bertanding adalah kesebelasan Pencopet melawan kesebelasan Narkoba. Di tengah-tengah pertandingan, tim Narkoba memimpin dengan skor 3 — 0. Tentu saja, Bagong sang kapten Pencopet, marah besar terhadap rekan-rekannya.

Bagong: “Kalian ini bagaimana?! Kita tuh Pencopet. Larinya jauh lebih kencang dari mereka. Stamina kita lebih kuat dari mereka. Harusnya kita bisa memenangkan pertandingan!”

Rekan: “Tapi Bos, mereka lebih pintar mengatur strategi.”

Bagong: “Hah. Tidak perlu pikir-pikir strategi. Kita main kasar saja. Kita tendang saja mereka. Kita habisin mereka. Bagaimana?”

Rekan: “Tapi Bos, kalau kita dapat kartu kuning, bagaimana? Apalagi kalau kartu merah, Bos.”

Bagong: “Kalian ini bagaimana sih! Kita kan Pencopet. Tadi kedua kartu itu sudah aku copet. Jadi dia sudah tidak punya kartu lagi!”


8. Cerita Lucu Narkoba: Berhenti Baca Koran

Di dekat taman bunga, Petruk bertemu seorang kawan lamanya. Mereka saling bertukar cerita. Saat Petruk menawarkan rokok, sang kawan menolak.

Kawan lama: “Minggu lalu aku baca koran, bahaya merokok adalah bisa menimbulkan kanker. Sejak itu aku berhenti merokok.”

(Melanjutkan).

Kawan lama: “Besoknya aku baca bahaya narkoba, sejak itu aku berhenti memakai narkoba.”

Petruk: (Memuji sang kawan) “Wah, hebat kau. Terus apa lagi?”

Kawan lama: “Hari ini aku baca di koran bahaya seks bebas, sejak itu aku putuskan untuk berhenti berlangganan koran.”


9. Teka teki Lucu Narkoba

Narkoba: Walau narkoba dilarang, ternyata untuk ibu2 tetap diperbolehkan (Narkoba: narik kolor bapak).