Cerita Lucu Tidur Satu Kamar

Cerita Lucu Tidur – riajenaka.com. Semasa kecil ada yang pernah tidur satu kamar sama orang tua? Pasti sering dimarahi kalo malem karena belom tidur juga? Sebenernya bukan itu penyebab utamanya. Mau tau penyebab aslinya? Yuk baca di Cerita Lucu Tidur Satu Kamar, so pasti bikin ngakak abiss!!!

Cerita Lucu Tidur Satu Kamar

Ada sebuah keluarga kecil bahagia yang telah dikaruniai seorang anak bernama Malih. Mereka tinggal di rumah minimalis yang hanya memiliki 1 kamar tidur. Ini mengharuskan malih tidur dalam 1 ranjang bersama ayah dan ibunya. Tidak terlalu menjadi masalah memang, tetapi ini membuat ayah dan ibu harus pintar mengatur strategi yang tepat. Karena setiap mau tidur harus nunggu malih tidur duluan.

Dan setiap ingin mengetahui malih udah tidur atau belum mereka biasanya memanggil malih terlebih dahulu. Kalo dipanggil masih njawab berarti dia belum tidur tapi kalo ngga njawab berarti udah tidur. Demi menjaga keamanan bersama kata ayah.

Di suatu malam mereka lagi mood untuk begituan. Karena melihat malih sudah terlelap, Ayah mencoba memastikan dengan memanggil Malih.

Ayah : “Malih..?!!”

Malih : “Hadir yah..”

Ayah : “Owalah, Belum tidur ternyata.”

Setelah 1 jam, gantian si Ibu mencoba memastikan lagi.

Ibu : “Malih..?!!”

Malih : “Masih hadir bu..”

Ayah : “Waduh, masih belum molor juga ternyata!”(Ucap ayah dalam hati saking kesalnya).”

Akhirnya mereka memutuskan menunggu sampai malih tidur. Setelah 20 menit dipastikan lagi, ternyata si malih masih belum tidur. Sampai berulang kali. Karena dirasa kesabarannya sudah abis, malih langsung dibangunkan dan dimarahi oleh orangtuanya. Malih dengan rasa ketidaktahuannya terlihat sedih dan kebingungan.

Di sekolah Malih mengadu kepada gurunya, Bahwa semalam ia dimarahi orangtuanya.

Malih : “Bu, masa semalam saya dimarahi ayah sama ibu..”

Guru : “Loh Kenapa? pasti kamu nakal?”

Malih : “Ngga kok bu, Saya cuma ….(Sambil menjelaskan secara detail kejadian semalam).”

Guru : “Ohh.. iyaiya sekarang ibu mengerti masalah kamu..”

Malih : “Jadi, apa masalahnya bu?”

Guru: “Malih, kalau sudah malam harusnya malih cepat cepat tidur, jangan mainan terus dan kalau orang tua memanggil Malih ngga usaha njawab, ya.. seperti pura-pura nggak dengar.”

Malih : “Baik bu. Nanti malam saya laksanakan perintah ibu.”

Malamnya malih mengikuti perintah gurunya. Bahkan sampai berulang kali Malih dipanggil dia ngga menjawab, padahal sebenarnya ia masih belum tidur dan ia takut dimarahi lagi maka dari itu malih memilih diam.

Ayah & ibunya sepakat bahwa anaknya sudah tidur. Mereka juga sepakat mau memulai permainannya. langsung mereka mematikan lampu. Malih sangat takut dalam suasana gelap, tapi daripada nanti malah dimarahi dia tetap memilih untuk diam. Permainan makin berjalan sangat asyik dan penuh kehebohan. Sampai malih dibuat terheran heran, tapi dia lebih memilih untuk diam tanpa suara. Sampai mereka sudah mau mencapai puncak.

Ayah : “Aduuuh, buu.. aku mau keluar!!”

Ibu : “Aduuuh, Yahh… sama aaaku juga mau keluaaarrrrr!!”

Malih :”AKU IKUTTTTTT yah.. bu.. !!”

Ayah dan ibu Malih : “MALIHHHH !!!! TERNYATA KAMU BELOM TIDUR??!!”

Malih: “HEHEHEHHEHE.. BELOMM…” (sambil cengar cengir)