Cerita Lucu Bocoran Wawancara Kerja

Cerita Lucu Bekerja – riajenaka.com. Wawancara kerja sangat menentukan diterima atau tidaknya seseorang bekerja di suatu perusahaan. Bahkan wawancara kerja menjadi momok menakutkan bagi para pencari kerja. Nah, kalau pencari kerja dalam Cerita Lucu Bocoran Wawancara Kerja berikut sebaiknya jangan ditiru. Cerita lucu singkat / kisah humor lucu banget ini cuma buat obat stress bagi yang susah cari kerja, selamat menyimak!

Cerita Lucu Bocoran Wawancara Kerja

Gareng dan Bagong melamar kerja di sebuah perusahaan besar yang cukup terkenal. Mereka berdua harus melalui berbagai seleksi administrasi ketat. Beruntung mereka bisa lolos dari semua seleksi tersebut. Akhirnya Gareng dan Bagong harus menjalani sesi wawancara atau interview kerja dengan HRD. Ternyata Gareng mendapat giliran lebih awal.

HRD : “Untuk bekerja di posisi ini Anda harus punya pengetahuan umum yang memadai. Karena itu, disini saya akan menguji sebanyak apa pengetahuan umum yang Anda miliki. Apa Anda siap menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan saya ajukan?”

Gareng : “Siap pak!”

HRD : “Siapa pencetus revolusi industri yang sering juga disebut¬†Bapak Revolusi Industri I?”

Gareng : “James Watt”

HRD : “Kapan revolusi industri pertama terjadi?”

Gareng : “Kira-kira antara tahun 1750 sampai 1850 pak.”

HRD : “Apakah sudah ditemukan obat atau vaksin untuk HIV/AIDS?”

Gareng : “Obatnya masih butuh riset medis Pak.”

Gareng kemudian harus menjawab juga berkaitan dengan kepribadian dan data-data pribadi. Setelah selesai, diapun dipersilakan keluar ruangan. Diluar bagong sedang cemas menunggu giliran.

Bagong : “Susah gak reng pertanyaanya, minta bocoranya dong…”

Gareng : “Nih reng gue kasih bocoran, inget baik2 ya, pertama lu jawab aja ‘James Watt’, terus pertanyaan kedua jawabanya ‘tahun 1750-1850’. Pertanyaan ketiga jawab aja ‘obatnya masih butuh riset medis’. ” (sambil berbisik-bisik)

Setelah lama menunggu tibalah giliran Bagong, sambil mengingat-ingat bocoran gareng dia masuk ruang interview dengan cemas.

HRD : “Selamat pagi, silakan duduk. Boleh diperkenalkan dulu namanya?”

Bagong : “James Watt pak!” (spontan menjawab tanpa pikir panjang)

Terang saja si HRD kebingungan, “Hmm.. di CV kok tulisanya Bagong,” gumamnya dalam hati. Tapi dasarnya emang udah gak mood, HRD cuma mengajukan pertanyaan selanjutnya.

HRD : “Kamu lahir tahun berapa?”

Bagong : “Tahun 1750-1850”

HRD : “Hei, jangan bercanda ya! Mau kerja disini apa enggak? Kamu gila ya!??”

Bagong : “Obatnya masih butuh riset medis pak.”

HRD : “Keluaarrr kamu dari ruangan ini!!!.”