3 Cerita Lucu Humor Fotografer Yang Lucu Banget

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Fotografer Terbaru – Anda penggemar cerita lucu? Ingin membaca cerita pendek paling lucu yang konyol, gokil, dan kocak? riajenaka.com tempatnya. Koleksi cerita humor disini terdiri dari beragam topik yang bisa membuat Anda tertawa lebih ngakak dari sebelumnya. Setiap terbitan artikel cerita lucu humor hanya disajikan dalam satu tema supaya Anda lebih puas dan terhibur.

Posting terbaru kali ini mengupas cerita lucu Fotografer. Silahkan disimak dengan baik dan siapkan ekstra energi untuk tertawa setengah mati. Kumpulan cerita lucu banget tentang Fotografer dikumpulkan dari berbagai sumber gokil cerita pendek lucu. Tentunya cerita humor Fotografer paling lucu yang dipilih sudah lulus uji standar kelayakan ngakak dan konyol minimum yang disyaratkan oleh pemerintah. Akhir kata, selamat menikmati cerita lucu gokil bikin ngakak dibawah ini.

3 Cerita Lucu Humor Fotografer Yang Lucu Banget

1. Cerita Lucu Fotografer: Kok Malah Pingsan

Sepasang suami istri yang sulit punya anak akhirnya memutuskan untuk menggunakan pendonor sperma.

(Di hari H).

Suami: “Sayang, dia datang sebentar lagi, jadi tunggu aja. Aku pergi dulu.”

Istri: “Baik Pa, aku tunggu di teras saja yah.” (Sahutnya harap2 cemas).

Tak lama berselang, datang seorang fotografer bayi yang kebetulan lewat mencoba untuk menawarkan jasa fotografi.

Fotografer: “Pagi, Mbak! Saya datang untuk.”

Istri: “Oh, langsung saja, Mas. Saya sudah menunggu Mas.” (Potong pembicaraan).

Fotografer: “Benarkah? Wah, spesialis saya adalah bayi.”

Istri: “Ya, itu yang kami butuhkan.”

Melihat si fotografer sedang mengambil sesuatu,

Istri: (Dengan malu2) “Kita mulai dari mana ya?”

Fotografer: “Serahkan pada saya, Mbak. Saya ahlinya. Saya akan mulai 2x di bathtub, 3x di SOFA & 5x di kasur. Di ruang keluarga asyik juga, bisa benar2 leluasa!”

Istri: “Bathtub, sofa? Sampai berkali kali, Mas? Pantas saya & suami selalu gagal”

Fotografer: “Ya, Mbak, tidak ada yang bisa menjamin kesempurnaan. Tapi, kalau kita coba banyak posisi yang berbeda2 & menembak 6 sampai 7 sudut yang berbeda, saya yakin Mbak akan puas sekali.”

Istri: “Hah! Banyak sekali.” (Teriak).

Fotografer: “Saya harus gunakan waktu semaksimal mungkin, Mbak. Sebenarnya bisa saja hanya 5 menit, tapi takutnya Mbak akan kecewa.”

Istri: “Baiklah.”

(Fotografer mengeluarkan album foto2 bayi, hasil jepretannya).

Fotografer: “Ini dilakukan di atas bus!”

Istri: “Apa! Diatas bus?”

Fotografer: “Iya, Mbak. Bayi kembar itu termasuk sangat bagus, mengingat Ibunya yang sangat sulit”

Istri: “Sulit?” (Mulai bingung & takut).

Fotografer: “Yup, akhirnya harus ke taman untuk memuaskanya. Banyak yang melihat & menonton.”

Istri: “Ada yang melihat & menonton?” (Sangat kaget).

Fotografer: “Iya, Mbak. 3 jam lebih. Ibu itu berteriak2. Sangat sulit bagi saya untuk konsentrasi. Sekarang kalau Mbak sudah siap, saya akan pasang tripod.”

Istri: “Tripod? Untuk apa?”

Fotografer: “Iya, saya harus gunakan tripod untuk menopang Alat saya, terlalu berat kalo lama2. Mba! Mbak. Mbak! Lho kok malah pingsan sih?”


2. Cerita Lucu Fotografer: Ngajarin Saya Cara Mendarat

Wartawan foto ingin mengambil kebakaran hutan di Kalimantan.

Si Fotografer segera berangkat ke lapangan terbang mencari pesawat
Cessna yang telah di sewa kantornya.

Dia pun segera naik ke pesawat yang mesinnya hidup.

Fotogrfer: “Woi mas! Buruan berangkat, kita udah telat nih!” (Teriaknya pada laki-laki di kursi pilot).

Laki-laki: “Iya sabar, Pak.”

Pesawat ringan itu kemudian mengudara dengan susah payah. Sesampainya di atas wilayah udara Kalimantan, cuaca mendadak buruk.

Fotografer: “Mas turunin pesawatnya dikit, bikin manuver, aku mau ngambil gambar nih!”

laki-laki: “A, apa, Pak? Ngambil Gambar?”

Fotografer: “Iya. Aku ini fotografer udara!”

Laki-laki: “Apa? Fotografer? Jadi bapak bukan instruktur terbang
yang mau ngajarin saya cara mendarat!”


3. Cerita Lucu Fotografer: Peralatan Dapur Yang Bagus

Seorang fotografer amatir diundang makan malam oleh sahabatnya yang telah berkeluarga. Ingin tahu pendapat sahabatnya, fotografer
tersebut membawa sejumlah foto hasil jepretannya.

Melihat foto-foto tersebut,

Istri sahabatnya: “Duh, bagus sekali. Iya, semua foto-fotomu bagus. Pasti kamu memakai kamera yang bagus, ya kan?”

Fotografer: (Diam saja dan hanya tersenyum).

(Akan tetapi ketika pamit pulang).

Fotografer: “Terimakasih. Makanannya enak sekali, pasti kamu mempunyai peralatan dapur yang bagus.”