11 Cerita Lucu Humor Softex Yang Gokil Abis

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Softex Terbaru – Anda penggemar cerita lucu? Ingin membaca cerita pendek paling lucu yang konyol, gokil, dan kocak? riajenaka.com tempatnya. Koleksi cerita humor disini terdiri dari beragam topik yang bisa membuat Anda tertawa lebih ngakak dari sebelumnya. Setiap terbitan artikel cerita lucu humor hanya disajikan dalam satu tema supaya Anda lebih puas dan terhibur.

Posting terbaru kali ini mengupas cerita lucu Softex. Silahkan disimak dengan baik dan siapkan ekstra energi untuk tertawa setengah mati. Kumpulan cerita lucu banget tentang Softex dikumpulkan dari berbagai sumber gokil cerita pendek lucu. Tentunya cerita humor Softex paling lucu yang dipilih sudah lulus uji standar kelayakan ngakak dan konyol minimum yang disyaratkan oleh pemerintah. Akhir kata, selamat menikmati cerita lucu gokil bikin ngakak dibawah ini.

11 Cerita Lucu Humor Softex Yang Gokil Abis

1. Cerita Lucu Softex

Cewek: “Mas ada softex ?

Semar: “Ada. Ini mbak.”

Cewe: “Berapa harganya mas?”

Semar: “Satunya 10 ribu.”

Cewe: “Hah! Mahal banget, di toko langganan saya gak segitu?”

Semar: “Iya mbak, kalo beli disini harga segitu sudah termasuk ongkos pasang.”

Cewek: #&$%^


2. Cerita Lucu Iklan Softex

Gareng berusia 7 tahun dan baru masuk SD, namun dia setiap hari nongkrong di layar TV berjam-jam. Berulangkali ibunya menyuruh untuk belajar,
namun dia senang sekali menyaksikan film dan sinetron, sampai hapal iklan-iklan yang ada di TV. Suatu hari ketika sedang menonton TV bersama ibunya,

Gareng: “Bu! Boleh aku nanya?”

Ibu: “Boleh, mau nanya apa?”

Gareng: “Itu Bu! Aku perhatikan iklan-iklan di TV, kalau iklannya sabun mandi, diperlihatkan ada yang mandi dengan Lux. Iklannya shampo Pantene, rambutnya yang diperlihatkan. Sakit maag, perutnya diperlihatkan. Iklannya TELKOMSEL pun diperlihatkan gambarnya!”

Ibu: “Ya Memang begitu agar jelas bagi penonton! Iklan itu untuk apa digunakannya!”

Gareng: “Tapi Bu! Ada iklan yang aku tidak mengerti, untuk apa kegunaannya? Kenapa tidak diperlihatkan jelas?”

Ibu: “Iklannya apa?”

Gareng: “Itu iklan SOFTEX! Kegunaannya untuk apa? Karena tidak diperlihatkan gambarnya!”

Ibu: (Tidak menjawab, dan bingung mau ngejawab apa).


3. Cerita Lucu Softex: Pembalut Buat Nenek

Seorang nenek berumur 80 tahun tiba-tiba memanggil cucunya yang baru duduk di kelas 5 SD. Si nenek menyuruh cucunya tersebut untuk membelikannya sebuah pembalut.

Nenek: “Cuu, beliin nenek pembalut, Cuu!”

Cucu: “Hahh, buat apa Nek?”

Nenek: “Udah ga usah cerewet! Berangkat sana!”

Cucu: “Baiklah Nek.”

Setelah diambilkan pembalut. Benda tersebut dibuka lalu ditempelkan di jidat si nenek.

Cucu: “Loh Nek, kok pembalut ditaruh di jidat!”

Nenek: “Iyaa, cu. Buat ngilangin kerutan.”

Cucu: “Hahh, emang bisa?”

Nenek: “Anti Kerut, Anti Bocor, Carm Body Fit.”

Cucu: (Tepuk jidat).


4. Cerita Lucu Softex: Bencong Koplak

Di sebuah pangkalan bencong. Ada seorang bencong yang bernama Petruk.
Setiap harinya bencong itu mangkal di tempat langganan, di Gang Serong kiri Serong kanan. Namun suatu ketika si Petruk ini sedang tidak mangkal dulu selama 1 hari. Tapi ada Bagong yang sedang jalan2. Suatu ketika Bagong melihat si Petruk sedang menuju ke warung, dan membeli sesuatu.
Dan si udio pun kaget karena si Petruk membeli SOFTEX.

Bagong: “Baru pertama kali gue liat bencong beli softex.” (Dalam hati).

Dengan rasa penasaran Bagong pun menghampiri bencong yang bernama Petruk tersebut.

Bagong: “Bro, kok beli softex sih? Jarang loh, gue liat laki beli softex.”

Petruk: “Eh boo. Gue emang laki2. Tapi keibu ibuan. Iya, emang kenapa eke beli softex, masalah boat yeiy?”

Bagong: “Jeh kamprett, gue tanya bener2, loh malah jawab gituan. Emang buat apan sih?”

Petruk: “Nih softex buat di tempelin di jidat eke yang kerutan ini.”

Bagong: “Lah buat apaan?”

Petruk: “Nah ITULAH GUNANYA SOFTEX, ANTI KERUT Booo. Dah ah capcus mau cabut.” (Pergi sambil nentengin softex).

Bagong: “Dasar Bencong gebleg.”


5. Cerita Lucu Softex: Drakula

Drakula:: “Tuhan, bolehkah aku menjadi malaikat kecil bersayap tetapi tetap menghisap darah?”

Tuhan: “Baiklah, Ku ubah kau menjadi SOFTEX.”


6. Cerita Lucu Softex Jadi Teh Celup

Pada suatu hari ada 3 vampir mampir di warung

Mereka pesan minuman!

Vampir1: “Masbro, saya pesan Darah segar ya.”

Vampir2: “Masbro, saya darah bayi ya.”

Vampir3: “Saya cukup air putih saja.”

(Ketika pesanan mereka tiba).

Vampir1 & vampir2: (Tertawa).

Karena melihat vampir3 memesan air putih saja.

Vampir3: (Dengan sigap mengeluarkan sebuah bungkusan plastik, yang berisi Softex) “TEH CELUP BRO.”


7. Teka teki Lucu Softex

Apa bedanya ABRI ma Softex?
“Kalau ABRI di siplin & kalau Softex diselipin.”

Bagong: “Kenapa pesawat terbang ada sayapnya?”
Gareng: “Karena biar tidak tembus kesamping!” (Iklan pembalut).

Persamaan Nyamuk dengan Softex itu?
“Adalah sama-sama menghisap darah.”

Minuman lembut dan atau minuman pembalut: “Soft drinks.”

Roti tawar/jepang: “Pembalut.”

Roti Perempuan: “Softex.”

Kenapa Superman celana dalamnya merah?
“Karena lupa pake pembalut.”

Kenapa cowok nggak perlu pake pembalut?
“Kalau pake, entar dikira hotdog.”

Apa bedanya polisi sama pembalut?
“Polisi pencegah kejahatan, pembalut pencegah kebocoran.”


8. Cerita Lucu Softex dan Pembalut

Kondom: (Protes kepada softex) “Ketika lu lagi dipake, penjualanku anjlok 7 hari.

Softex: “Akh! Baru 7 hari, kalo lu bocor sekali saja, penjualanku mandek 9
bulan tau!”


9. Cerita Lucu Softex: Kembalikan Darahku

Ada sepasang kekasih yang sangat romantis. Suatu ketika saat sepasang kekasih itu sedang naik sepeda motor bersama, ada sepeda motor yang menabrak mereka dari belakang. Si cewek mengalami luka yang amat parah, sehingga kehilangan banyak darah. Namun si cowok hanya lecet sedikit.

(Saat di rumah sakit).

Dokter: “Si cewe membutuhkan banyak darah.”

Kebetulan golongan darah si cewek sama dengan golongan darah si cowok. Si cowok akhirnya dengan senang hati mendonorkan darah miliknya.

Sebulan kemudian setelah si cewek sembuh, hubungan mereka mengalami masalah. Si cewek memutuskan si cowok.

Si cowok: (Sangat patah hati).

Ia tidak rela hubungan cinta yang terjalin selama 3 tahun lamanya diputuskan begitu saja. Ia kemudian meminta si cewek agar donor darah yang pernah ia berikan dikembalikan.

Si cowok mendatangi rumah si cewek untuk meminta darahnya kembali. Si cewek tidak kehilangan akal.

Si cewek: (Langsung melemparkan softex bekas miliknya tepat ke wajah si cowok) “Nih darah lo gue kembalikan. Sisanya gue cicil tiap bulan!”


10. Cerita Lucu Softex: Salah Membeli Pembalut

Seorang kekasih meminta pacarnya untuk membelikan pembalut di supermarket. Karena wanita memintanya dengan tergesa-gesa, si pria pun lupa menanyakan merek apa yang biasa dibelinya, berapa ukurannya dan seberapa tebalnya. Tanpa berpikir panjang, pria itu membelikan pembalut untuk sang pacar yang dirasa pas baginya.

(Saat kembali ke rumah).

Wanita: “Sayang, ini kekecilan. Nggak muat! Belin lagi!”

Pria pun kembali ke supermarket yang sama dan mengambil satu yang lebih besar.
(Dan saat kembali kerumah).

Wanita: “Sayang, ini terlalu tipis. Kurang tebel! Beliin lagi!”

Pria pun kembali ke supermarket yang sama dan mengambil satu yang lebih besar dan lebih tebal.

(Saat kembali kerumah).

Wanita: “Sayang, kamu ngeselin banget, sih! Emangnya kamu nggak tau ukuran yang fit sama badan aku!  Sayang, ini tuh pampers! Kamu pikir aku bayi!”

Pria: “Jujur, aku cape dari tadi bolak-balik dan hasilnya kamu malah marah-marah.”

Wanita: “Nggak akan marah sayang, kalau kamu yang beli itu tepat, pas sesuai yang aku bilang.”

Pria pun  kembali ke supermarket yang sama dan mengambil semua pembalut yang dijual disana.

Pelayan: “Wah, selamat ya, Mas.”

(Belum selesai bicara, pria sudah memotong lebih dulu).

Pria: “Maksudnya?”

Pelayan: “Iya, istrinya baru melahirkan, kan?”

Pria:  “Iya!” (Dengan gemas).

(Sesampainya dirumah).

Wanita: “Sayang! Kamu mau jualan?!”

Pria: “IYAAA! T-T.”


11. Cerita Lucu Softex: Anak Kecil Membeli Pembalut

Dua orang anak laki-laki pergi ke swalayan. Seorang berumur 9 tahun, seorang lagi berumur 4 tahun. Anak yang berumur 9 tahun mengambil satu pak pembalut wanita dari rak dan membawanya ke kasir untuk membayar.

Kasir: “Ini untuk ibu kamu ya?”

Anak yang berumur 9 tahun: “Bukan, bukan untuk ibu saya.”

Kasir: (Tanpa berpikir) “Hmm, berarti untuk kakak perempuan kamu?”

Anak: “Bukan untuk kakak perempuan saya.”

Kasir: (Menjadi penasaran) “Wah, kalau bukan untuk ibu atau kakak perempuan kamu, lalu pembalut ini untuk siapa?”

Anak: “Ini untuk adik saya ini yang berumur 4 tahun.”

Kasir: (Terkejut) “Adikmu yang berumur 4 tahun!”

Anak: (Menjelaskan) “Itu lho, di TV kan mengatakan bahwa jika kita memakai ini kita bisa berenang dan bersepeda, Adikku belum bisa berenang dan bersepeda.”