3 Cerita Lucu Humor Anggur Yang Bikin Mules

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Anggur Terbaru – Anda penggemar cerita lucu? Ingin membaca cerita pendek paling lucu yang konyol, gokil, dan kocak? riajenaka.com tempatnya. Koleksi cerita humor disini terdiri dari beragam topik yang bisa membuat Anda tertawa lebih ngakak dari sebelumnya. Setiap terbitan artikel cerita lucu humor hanya disajikan dalam satu tema supaya Anda lebih puas dan terhibur.

Posting terbaru kali ini mengupas cerita lucu Anggur. Silahkan disimak dengan baik dan siapkan ekstra energi untuk tertawa setengah mati. Kumpulan cerita lucu banget tentang Anggur dikumpulkan dari berbagai sumber gokil cerita pendek lucu. Tentunya cerita humor Anggur paling lucu yang dipilih sudah lulus uji standar kelayakan ngakak dan konyol minimum yang disyaratkan oleh pemerintah. Akhir kata, selamat menikmati cerita lucu gokil bikin ngakak dibawah ini.

3 Cerita Lucu Humor Anggur Yang Bikin Mules

1. Cerita Lucu Di Pabrik Anggur

Di sebuah pabrik minuman anggur dengan merek terkenal menemui kendala karena seorang tester minumannya meninggal dunia. Bos perusahaan minuman tersebut mulai mencari orang untuk mencari pengganti karyawan tester tersebut untuk segera dipekerjakannya.

Pada suatu hari datanglah seorang pemabuk dengan pakaian compang-camping, kotor dan dekil datang untuk melamar pekerjaan sebagai tester. Si bos mencari cara untuk mengusirnya kemudian menemukan cara dengan memberinya sebuah ujian. Si bos memberi segelas minuman untuk dicoba.

Pemabuk: (Mencobanya) “Ini anggur merah, muscat, sudah berumur tiga tahun, tumbuh di lereng utara, disimpan dalam dalam kontainer baja.”

Bos: “Itu benar.” (agak terheran-heran namun biasa saja reaksinya, lalu memberinya satu gelas lagi).

Pemabuk: “Ini anggur cabernet, merah, delapan tahun, lereng barat daya, disimpan dalam tong kayu oak.”

Bos: “Benar.” (dengan reaksinya langsung tercengang-cengang).

Mengetahui kemampuan si dekil ini, Si Bos lalu mengedipkan mata pada sekretarisnya untuk ‘menyarankan’ sesuatu. Sekretaris kemudian ke belakang sebentar untuk buang air kecil dan menampungnya dalam gelas lalu diberikan kepada sang bos untuk melanjutkan test.

Pemabuk: (Setelah mencicipi isi gelas tersebut) “Berambut pirang, umur 26 tahun, hamil tiga bulan dan jika anda tidak memberi saya pekerjaan, saya akan memberitahu siapa ayahnya.”

Bos: “Anda diterima bekerja di perusahaan ini.”


2. Cerita Lucu Mencari Buah Anggur Gratis

Ada orang yang biasanya sangat suka mencari keuntungan kecil pergi belanja ke pasar hendak membeli buah anggur. Dia berhenti sebentar di depan sebuah kedai penjual anggur yang pertama, mula-mula memilih satu dua butir anggur, kemudian memasukkannya ke dalam mulutnya.

Pedagang Anggur 1: “Manis nggak, Pak? Nggak manis tak usah bayar!”

Dia menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu berjalan menuju ke kedai yang kedua, sesudah mencoba beberapa butir anggur, ia datang pula ke kedai yang ketiga, keempat dan seterusnya. Karena merasa kekenyangan dia akhirnya beserdawa, kemudian dia menuju ke kedai yang ke 16

Petruk: “Anggur ini manis nggak Pak?”

Pedagang Anggur 2: “Kalau nggak manis tak usah bayar!”

Petruk: “Kalau begitu, berilah aku yang tak manis sebanyak setengah kilo gram!”


3. Cerita Lucu Membeli Anggur Tanpa Uang

Sebuah cerita dari Tiongkok. Alkisah, Gareng adalah orang yang sangat kaya yang sengaja memberikan tugas sulit pada temannya yang bernama Ateng, seorang buruh tani.

Gareng: (Sambil memberi Ateng botol) “Tolong belikan saya sebotol anggur.”

Ateng: “Bagaimana saya bisa membeli anggur tanpa uang sama sekali?”

Gareng: (Dengan sinis) “Siapa pun bisa membeli anggur dengan uang. Dibutuhkan keterampilan nyata untuk membeli anggur tanpa uang.”

Waktu berlalu dan Ateng akhirnya kembali dengan botol kosong. Dia menyerahkan botol ke Gareng dan bergumam,
Ateng: “Nikmati anggurnya, silakan.”

Gareng: (Menatap botol kosong dengan cemas) “Tidak ada anggur, bagaimana saya bisa menikmati ini?”

Ateng: (Dengan wajah lurus) “Siapa pun bisa menikmati anggur jika ada. Dibutuhkan keterampilan nyata untuk menikmati anggur ketika tidak ada.”