10 Cerita Lucu Humor Operator Telepon Yang Kocak

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Operator Telepon Terbaru – Anda penggemar cerita lucu? Ingin membaca cerita pendek paling lucu yang konyol, gokil, dan kocak? riajenaka.com tempatnya. Koleksi cerita humor disini terdiri dari beragam topik yang bisa membuat Anda tertawa lebih ngakak dari sebelumnya. Setiap terbitan artikel cerita lucu humor hanya disajikan dalam satu tema supaya Anda lebih puas dan terhibur.

Posting terbaru kali ini mengupas cerita lucu Operator Telepon. Silahkan disimak dengan baik dan siapkan ekstra energi untuk tertawa setengah mati. Kumpulan cerita lucu banget tentang Operator Telepon dikumpulkan dari berbagai sumber gokil cerita pendek lucu. Tentunya cerita humor Operator Telepon paling lucu yang dipilih sudah lulus uji standar kelayakan ngakak dan konyol minimum yang disyaratkan oleh pemerintah. Akhir kata, selamat menikmati cerita lucu gokil bikin ngakak dibawah ini.

10 Cerita Lucu Humor Operator Telepon Yang Kocak

1. Cerita Lucu Operator Telepon Dikerjain

Petruk: “Hallo?

OPERATOR: “Ya hallo.. Dengan siapa saya bicara?”

Petruk: “Dengan saya mbak.”

OPERATOR: “Nama anda siapa?”

Petruk: “Nama lengkap apa nama panggilan?”

OPERATOR: “Nama lengkap.”

Petruk: “Nama lengkap saya Petruk mbak.”

OPERATOR: “Kalo nama panggilan?”

Petruk: “Nama panggillan saya Petruk juga mbak.”

OPERATOR: (GUBRAK!!)

Petruk: “Kenapa mbak? Hallo. Hallo?”

OPERATOR: “Ga apa2. Ada perlu apa nelpon kami?”

Petruk: “Begini mbak. Kemarin saya abis beli kartu AS.”

OPERATOR: “Ya.. Terus?”

Petruk: “Tapi kenapa sekarang ga bisa nelpon ya?”

OPERATOR: “Oh.. Anda tinggal di daerah mana?”

Petruk: “Bandung mbak..”

OPERATOR: “Kalo di bandung jaringannya bagus kok.”

Petruk: “Tapi kok saya ga bisa nelpon ya mbak?”

OPERATOR: “Kalo cek *888# bisa gak?”

Petruk: “Bisa mbak..”

OPERATOR: “Pulsanya tinggal berapa?”

Petruk: “Tinggal 0 rupiah mbak.”

OPERATOR: “Aaaarrrrggg.” (banting telpon TUT TUT TUT)

(1 jam kemudian).

Gareng: “Hallo.”

OPERATOR: “Ya hallo.. Ada yang bisa saya bantu?”

Gareng: “Mau nanya mbak?”

OPERATOR: “Dengan siapa saya bicara?”

Gareng: “Dengan orang mbak.”

OPERATOR: “Ya.. Nama anda siapa?”

Gareng: “Nama saya Gareng mbak.”

OPERATOR: “Mau tanya apa?”

Gareng: “Telkomsel bisa di pake di bulan ga mbak?”

OPERATOR: “Ga bisa?”

Gareng: “Kenapa?”

OPERATOR: “Karena di sana ga ada jaringan.”

Gareng: “Ouw.. Oke deh makasih..” (TUT TUT TUT).

(1 jam kemudian)

Petruk: “Hallo.

OPERATOR: “Ya hallo.. Ada yang bisa saya bantu.”

Petruk: “Tolong bantu saya mbak.”

OPERATOR: “Dengan siapa saya bicara?”

Petruk: “Dengan saya mbak.”

OPERATOR: “Ya, Nama anda siapa?”

Petruk: “Nama saya Petruk mbak.. Masa lupa sih?”

OPERATOR: “Oh, Kamu lagi. Ada apa?”

Petruk: “Begini mbak. Tadi saya mau isi pulsa..”

OPERATOR: “Ya terus?”

Petruk: “Kata yang jual, pulsanya tinggal yang elektrik.”

OPERATOR: “Ya.. Trus kenapa?”

Petruk: “Nah.. Pulsa elektrik itu nyetrum gak mbak?”

OPERATOR: “ENGGAK!! (TUT TUT TUT).

(1 jam kemudian)

Gareng: “Hallo.”

OPERATOR: “Ya hallo.. Ada yang bisa saya bantu?”

Gareng: “Mau tanya mbak.”

OPERATOR: “Dengan siapa saya bicara?”

Gareng: “Dengan orang mbak.”

OPERATOR: “Kamu lagi. Mau nanya apa?”

Gareng: “Telkomsel udah bisa di pake di bulan belum?”

OPERATOR: “KAGAK BISA!”

Gareng: “Kapan bisanya mbak?”

OPERATOR: “KAGAK TAU!” (TUT TUT TUT).

(1 jam kemudian)

Petruk: “Hallo.”

OPERATOR: “Ya hallo. Ada yang bisa saya bantu?”

Petruk: “Ada mbak.”

OPERATOR: “Dengan siapa saya bicara?”

Petruk: “Dengan saya mbak.”

OPERATOR: “Hmmm.. Kamu lagi. Ada apa lagi?”

Petruk: “Saya mau tanya mbak.”

OPERATOR: “Mau tanya apa?”

Petruk: “Kok saya masih ga bisa nelpon ya mbak?”

OPERATOR: “Udah isi pulsa belum?”

Petruk: “Udah mbak 10.000.”

OPERATOR: “Emang mau nelpon ke daerah mana?”

Petruk: “Saya mau nelpon temen saya di bulan mbak.”

OPERATOR: “NGACO KAMU! MANA BISA NELPON KEBULAN”

(1 jam kemudian)

Gareng: “Hallo.”

OPERATOR: “Ya hallo.. Ada yang bisa saya bantu?”

Gareng: “Mau tanya mbak?”

OPERATOR: “Dengan siapa saya bicara?”

Gareng: “Dengan orang mbak.”

OPERATOR: “Kamu lagi.”

Gareng: “Saya mau tanya mbak.”

OPERATOR: “DI BULAN KAGAK ADA JARIGNAN! PUAS?”

Gareng: “Saya bukan nanya itu mbak..

OPERATOR: “Oh maaf.. Mau tanya apa emang?”

Gareng: “Di bulan ada yang jualan pulsa ga mbak?”

OPERATOR: “KAGAK ADA! AAARRGG!! (TUT TUT TUT).


2. Cerita Lucu Operator Telepon Pemesanan Pizza

Ceritanya, pada tahun 2021, seorang customer melakukan order ‘Pizza Huy’ via Call Center.

Operator: “Terima kasih anda telah menghubungi Pizza Huy. Ada yang bisa saya bantu?”

Konsumen: “Hallo, saya mau pesan pizza Mbak.”

Operator: “Baik. Maaf, tolong nomor KTPnya ya Bapak.”

Konsumen: “Ya, 0851051078996-7765.”

Operator: “Baik, saya bicara dengan Bapak Mono. Anda tinggal di Jl.Mak Nyoss III no.74 RT.01/03. Anda adalah seorang Programmer yang bekerja pada PT.Ngalor Ngidul. No telfon rumah anda 021-84032341, HP anda 0812346532789, no kantor anda 021-617189342. Maaf Bapak Mono, sekarang anda menelfon dari mana?”

Konsumen: “Dari rumah Mbak. By the way, kamu kok tau semua no telfon saya yah? Tau dari mana?”

Operator: “Oh, maaf jika Bapak merasa terganggu dengan semua detail data Bapak. Kami saat ini terhubung ke database pusat Pak.”

Konsumen: “Ohh, ya sudah. Saya mau pesan SeaFood Pizza donk Mbak.”

Operator: “Maaf Bapak Mono, sepertinya Seafood Pizza bukanlah ide yang bagus sebagai pilihan Bapak saat ini”

Konsumen: “Lah, emang kenapa Mbak?”

Operator: “Berdasarkan track record medical check up Bapak di database kami, Bapak memiliki tekanan darah tinggi serta kolesterol yang berlebihan.”

Konsumen: “Jadi kamu merekomendasikan apa?”

Operator: “Baik, mungkin Bapak bisa memesan Bha Nyak Cingcong Pizza, karena varian tersebut low fat sehingga tidak bermasalah bagi kesehatan Bapak.”

Konsumen: “Hah?!? Dari mana kamu tahu kalau saya bakal suka itu?”

Operator: “Baik. Minggu lalu Bapak Mono baru saja meminjam buku yang berjudul ‘Popular and Good Delicious Bha Nyak Cingcong’ dari perpustakaan Nasional.”

Konsumen: “Oke lah kalau begitu, terserah kamu aja deh, atur aja! Saya pesan paket keluarga ya. Berapa jadinya semua?”

Operator: “Baik Bapak, tapi maaf. Dengan 1 combo Paket Bha Nyak Cingcong Pizza tidak akan cukup untuk keluarga Bapak, terutama untuk anak anda yang berjumlah 6 orang. Total keseluruhannya Rp.234.500,- Bapak.”

Konsumen: “Oke, saya bayar pake Kartu Kredit.”

Operator: “Oh, maaf Bapak Mono. Sebaiknya anda membayarnya dengan uang cash, karena kartu Kredit anda sudah mencapai limit. Bahkan anda memiliki hutang di Bank sebesar Rp.2.549.325,- sejak dua bulan lalu, dan semua itu belum termasuk denda untuk biaya sewa rumah anda”

Konsumen: “Ffiiuuhh, ya udah deh! Nanti saya ke ATM, saya bayar cash! Nanti setelah orang anda datang mengantar Pizza saya tarik duitnya.”

Operator: “Baik, tapi maaf juga Bapak. Database kami disini menunjukkan, batas penarikan uang pada 2 account Bank yang anda miliki sudah habis Bapak. Jadi sepertinya Bapak tidak bisa menarik uang di ATM.”

Konsumen: “Ckckck, udah deh. Anterin aja tu Pizza kesini. Saya bayar kok cash kok, berapa lama lagi Pizzanya datang?”

Operator: “Kurang lebih sekitar 1 jam 20 menit Bapak. Tapi itu kalau Bapak bersedia menunggu. Atau Bapak bisa mengambilnya sendiri dengan motor bebek Bapak.”

Konsumen: “Hah? Saya jemput sendiri?”

Operator: “Maaf Bapak, itu kalau Bapak bersedia. Karena menurut database kami, anda memiliki motor matic tahun 2019 dengan nomor polisi B 4176 KE, benar kan Bapak?”

Konsumen: “Eh kamu, kurang aja banget ya. Berani-beraninya buka-buka track record saya! Belum pernah ngerasai bogem mentah ya?!? Saya pecaih kepala kamu nanti, dasar nggak tahu sopan santun”.

Operator: “Mohon maaf Bapak, tapi memang seperti ini sistim kami Bapak. Secara otomatis kami langsung terkoneksi dengan database setiap individu sehingga kami bisa mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan memberikan solusi terbaik untuk semua customer kami.”

Konsumen: “Aahhh, banyak bacot lu! Gue tonjok lu nanti!”

Operator: “Hati-hati dengan ucapan Bapak. Apakah Bapak ingat, bulan April tahun 2017 anda pernah dipenjara 6 bulan karena mengucapkan kata kotor kepada seorang polisi?”

Konsumen: “Diiaaaaaammmmmm!”

Operator: “Baik, ada lagi yang lain yang bisa saya bantu bapak?”

Konsumen: “Sementara tidak ada! Eh Mbak, kalau pesan paket keluarga dapat Coke 3 cup gratis kan?”

Operator: “Betul Pak, tapi menurut catatan kami anda juga mendapat diabetes. Jadi, kami tidak berani mengambil resiko dengan memberikan Coce gratis tersebut Bapak.”

Konsumen: “Sudahhh, mau pecah lama-lama kepala saya. Batalin aja semua!”

Operator: “Baik. Terima kasih Bapak atas telfonnya. Untuk keluhan customer, saran dan kritikan, anda bisa mengisinya secara online pada website kami. Jika Bapak belum pernah daftar, silahkan daftar terlebih dahulu agar Bapak Mono bisa sign in dan mengisi form-nya pada website kami. Terima kasih telah menghubungi Pizza Huy, selamat sore..”


3. Kisah Lucu Tips Nelpon Gratis Ke Semua Operator

Tips nelpon gratis ke semua operator tahukah Anda dengan menggunakan kartu Fren kita dapat melakukan panggilan telepon gratis ke semua operator di seluruh Indonesia? Mungkin ada beberapa web site yang menjual informasi ini, tetapi anda bisa mendapatkan “Trik Rahasia Telepon Gratis Ke Semua Operator di Seluruh Indonesia” ini dengan gratis dari riajenaka.com.

Untuk membuktikan sediakan satu HP CDMA yang menggunakan FREN dengan pulsa Rp. 0 (nol) milik anda, dan satu lagi HP FREN teman anda, pulsa harus diatas Rp. 50.000,- Kemudian lakukan 3 langkah ini dengan seksama (butuh ketelitian):

1. Pastikan sinyal HP FREN anda Full, usahakan dekat pemancarnya FREN.

2. Dekatkan HP teman anda pada jarak 50 cm posisi sejajar saling berhadapan.

Setelah 2 langkah tersebut telah dilakukan dengan benar, sekarang memasuki langkah ketiga yang sangat penting karena menentukan keberhasilan anda bertelpon ria dengan gratis ke semua operator dalam dan luar negeri.

3. Ucapkan: “FREN FREN pinjam handphonenya bentar aja. Gue mo telpon, pulsa lagi abis nih. Penting banget.”

Selamat Fren, anda kena tipu.


4. Cerita Lucu Operator Telepon Restoran Ayam Goreng

Operator KFC: “Terima kasih telah menghubungi pesan antar KFC, dengan Ateng bisa dibantu??”

Customer: “Saya mau pesan ayam, mas.”

Operator KFC: “Dengan ibu siapa saya berbicara.”

Customer: “Saya Oneng, saya mau pesan ayam tapi bulunya jangan dicabutin yaa mas.”

Operator KFC: (dalam hati, Wah ibu ini mau ngerjain gw nih) “Tidak bisa ibu, ayam kami tersedia dalam keadaan sudah matang ibu.”

Customer: (Kesal) “Tapi saya maunya seperti itu, masa gak bisa.”

Operator KFC: “Baik. Bisa kalo ibu mau, tapi saya kirim sekalian sama KANDANGnya yaa.”

Customer: (Tut.. tut.. tut.. Langsung ditutup)


5. Cerita Lucu Disuruh Operator Telepon Tekan Pagar

Dua Anak kampung namanya Ateng dan Bagong .. Maklum baru punya HP jadi agak Gapteklah, Ateng nanya ke Bagong yg nampak berdiri di pagar sedari tadi.

Ateng: “Bagong. Lagi ngapain kamu? dari tadi pegangin pagar.”

Bagong: “Ini Teng. Saya mau isi pulsa. Operator telepon bilang suruh tekan pagar. eh sudah dua jam lebih saya tekan, belum juga masuk tu pulsa. heran.”

Ateng: “Aku pun heran sama operatorku. Aku malah di suruhnya pencet bintang. Gila!”


6. Cerita Lucu Operator Telepon Gila

Oneng wanita yang biasa hidup glamour dan tak mampu terlepas dari hp kesayangannya, suatu hari dia ada janjian penting dengan salah seorang temannya karena akan membahas tentang demonstrasi meminta kenaikan harga serabut kelapa dan kayu bakar. Maka ditelponlah teman-temannya takut kalau ada yang terlupa akan janjian rapat tersebut. Dipencetnya sebuah rangkaian nomor di hpnya. Tooooot.. Toooot, tak berapa lama terdengar manis suara wanita yang tak lain adalah operator.

Operator: “Tekan 1 untuk tinggalkan pesan, tekan 2 untuk tinggalkan oleh-oleh anda, dan tekan 3 untuk tinggalkan suami atau pacar anda.”

Oneng: (Sambil mematikan telepon) “Oalah operator edan, masa pacarku mau diminta. coba telpon lagi ah, siapa tahu tadi cuma salah pencet nomor.”

Tat, tit, tut, tot, tat, tit, tut, demikianlah suara keypad hp Oneng dipencet kembali. Kemudian toot, toot, toot, dan terdengar suara manis wanita lagi.

Operator: “Ouw, anda lagi, silahkan tekan 1, 2, 3, atau tekan 4 untuk meninggalkan dompet dan uang tabungan anda.

Oneng: (Buru-buru mematikan teleponnya) “Kok gini sih, operatornya nggak beres nih.” (Coba sekali lagi. Maka dicobanya sekali lagi nomor tersebut, dan terdengarlah suara manis seorang pria).

Oneng: (Nah ini baru betul.”

Suara: (Yang ternyata operator juga) “Pulsa anda tidak mencukupi untuk melakukan panggilan ini, silahkan isi pulsa terlebih dahulu atau pinjam hp tetangga.”

Oneng: “Wuih pulsaku habis toh, pinjam hpmu aja pak.”

Suara: “Punya hp bagus kok nggak ada pulsanya, hpnya dijual aja neng buat beli pulsa.”


7. Cerita Lucu Operator Telepon Layanan Darurat

Seorang pria asing sedang berjalan kaki pada dini hari yang sepi di sebuah jalan di Jakarta ketika ia melihat sesosok mayat tergeletak di trotoar. Dia segera mengambil HP di sakunya dan menelepon layanan darurat 112 dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata.

Operator: “Sekarang dia ada di mana?”

Pria Asing: “Saya di Wahid Hasyim.”

Operator: “Bagaimana mengejanya?”

Pria Asing: “W-a-c-h Tidak, w-a-h-c, tidak, w-h-u-c. oh, begini saja, biarkan saya menyeretnya ke Sarinah dan saya akan menelepon anda kembali nanti.”


8. Cerita Lucu Operator: Meminta Dokter Hewan

Seorang wanita sedang panik dan menelepon nomor panggilan darurat.

Operator: “Anda menginginkan polisi, pemadam kebakaran, atau ambulans?”

Wanita: “Saya ingin dokter hewan!” (dengan panik).

Operator: “Seorang dokter hewan?” (terkejut) “Untuk apa?”

Wanita: “Untuk membuka rahang Bulldog.”

Operator: “Tetapi mengapa anda menelepon nomor panggilan darurat?”

Wanita: “Saat ini sedang ada lengan pencuri di dalamnya!”


9. Cerita Lucu Operator Telepon Kepolisian

Seorang pria terbangun satu malam untuk menemukan ada beberapa penyusup yang masuk di gudang penyimpanannya. Dia segera menelepon polisi, melaporkan penyusup itu dan kemungkinan itu merupakan pencurian atau perampokan.

Operator: “Apakah mereka di rumah anda?”

Pria: “Mereka tidak masuk ke rumah, hanya dalam gudang penyimpanannya di belakang rumah.”

Operator: “Tidak ada polisi yang tersedia pada saat ini.”

Pria: “Terima kasih.”

(sambil menutup telepon dan menghitung sampai 30 dan menelepon lagi).

Pria: “Saya baru saja menelepon anda tentang para penyusup di gudang penyimpanan saya. Anda tidak perlu khawatir, karena saya baru saja menusuk mati mereka semua!”

Dalam kurang dari 5 menit ada 3 mobil polisi dan ambulans di lokasi kejadian. Setelah menangkap basah para penyusup yang ternyata masih segar bugar itu,

Polisi: “Saya pikir anda mengatakan Anda telah menusuk mati mereka semua?”

Pria: “Saya juga pikir anda mengatakan tidak ada polisi yang bisa ke sini!”


10. Cerita Lucu Operator Kantor Perwakilan Jepang

Ada orang menelepon kantor perwakilan pedagang Jepang.

Orang: “Aku hendak mencari Tuan Tanaka.”

Operator: “Sorry, Minggu yang lalu beliau telah meninggal dunia.”

Hari kedua dan hari ketiganya, orang itu menelepon lagi.

Orang: “Aku ingin berbicara dengan Tuan Tanaka.”

Operator: (Karena tak sabar) “Aku bukan hanya sekali ini memberi tahumu Minggu yang lalu beliau telah meninggal, mengapa kamu masih mau telepon lagi?”

Orang: “Karena itu, aku justru sangat senang mendengarkan kabar ini.”