9 Cerita Lucu Humor Wartawan Yang Ngakak Banget

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Wartawan Terbaru – Anda penggemar cerita lucu? Ingin membaca cerita pendek paling lucu yang konyol, gokil, dan kocak? riajenaka.com tempatnya. Koleksi cerita humor disini terdiri dari beragam topik yang bisa membuat Anda tertawa lebih ngakak dari sebelumnya. Setiap terbitan artikel cerita lucu humor hanya disajikan dalam satu tema supaya Anda lebih puas dan terhibur.

Posting terbaru kali ini mengupas cerita lucu Wartawan. Silahkan disimak dengan baik dan siapkan ekstra energi untuk tertawa setengah mati. Kumpulan cerita lucu banget tentang Wartawan dikumpulkan dari berbagai sumber gokil cerita pendek lucu. Tentunya cerita humor Wartawan paling lucu yang dipilih sudah lulus uji standar kelayakan ngakak dan konyol minimum yang disyaratkan oleh pemerintah. Akhir kata, selamat menikmati cerita lucu gokil bikin ngakak dibawah ini.

9 Cerita Lucu Humor Wartawan Yang Ngakak Banget

1. Cerita Lucu Wartawan Meliput Kecelakaan

Di suatu pagi seorang wartawan sudah terlambat ke lokasi kecelakaan seperti yang ditugaskan padanya. Merasa harus terburu-buru untuk meliput kejadian, dia pun harus memutar otak bagaimana caranya agar bisa mendapat detail kecelakaan secepat mungkin dan lolos dari kerumunan orang yang ada di TKP. Lalu sebuah ide terlintas dikepalanya.

Wartawan: “Permisi, saya mau lewat. Saya, ayah korban! Tolong minggir!”

Tentu saja ide ini berhasil dan orang-orang pun akhirnya membiarkannya untuk lewat. Akan tetapi sang wartawan pun dibuat kaget karena komen salah satu warga.

Warga: “Bapak ini Ayah dari korban, ya?”

Wartawan: “Benar.”

Warga: “Oh. Bapak ini bapaknya monyet toh.”

Wartawan: “??!!”

Sang Wartawan pun terkejut karena melihat SEEKOR ANAK MONYET tergeletak tak berdaya


2. Cerita Lucu Wartawan: Penyebab Kecelakaan

Seorang wartawan mewawancarai satu-satunya penumpang yang selamat dari kecelakaan pesawat, yaitu hanya seorang anak kecil, berumur 5 tahun.

Wartawan: “Dik, bisa cerita penyebab kecelakaan.?”

Anak Kecil: “Bisa, Oom.”

Wartawan: “Waktu pesawat take-off orang-orang ngapain aja?”

Anak Kecil: “Penumpang duduk-duduk, pramugari gerak-gerak (maksudnya lagi memperagakan cara menghadapi kecelakaan), pilot pegang setir.”

Wartawan: “Kamu ngapain?”

Anak Kecil: “Saya ikut duduk-duduk.”

Wartawan: “Setelah 10 menit di udara, orang-orang ngapain?”

Anak Kecil: “Penumpang duduk-duduk, pramugari jalan-jalan (membagikan snack), pilot pegang setir.”

Wartawan: “Kamu ngapain?”

Anak Kecil: “Saya makan snack.”

Wartawan: “Setelah 20 menit, orang-orang ngapain?”

Anak Kecil: “Penumpang jalan-jalan (ke toilet, dll), pramugari jalan-jalan (melayani penumpang), pilot pegang setir.”

Wartawan: “Kamu ngapain?”

Anak Kecil: “Saya duduk-duduk.”

Wartawan: “Setelah 30 menit, orang-orang ngapain?”

Anak Kecil: “Penumpang tidur-tiduran, pramugari jalan-jalan (ke ruang pilot), pilot pegang setir.”

Wartawan: “Kamu ngapain?”

Anak Kecil: “Saya jalan-jalan.” (ngikutin pramugari).

Wartawan: “Setelah 45 menit, orang-orang ngapain?

Anak Kecil: “Penumpang ketiduran, kecuali saya, pramugari mencium pilot, pilot membalas ciuman pramugari.”

Wartawan: “Kamu sendiri ngapain?”

Anak Kecil: “Saya disuruh pegang setir, Oom.”

Wartawan: “Pantesan Jatuhhh..”


3. Cerita Lucu Wartawan Dan Nenek Tua

Di tengah teriknya matahari di siang hari, seorang nenek tua terlihat licah di atas tumpukan sampah. Sedikit demi sedikit ia mengayun gagang tongkatnya. Decuran keringat tak menghalanginya untuk mendapatkan sesuap nasi. Seorang wartawan muda terlihat iba dan menghampirinya. Ia langsung mewawancarai si Nenek.

Wartawan: “Nek, sudah berapa tahun nenek berpropesi seperti ini?”

Nenek: “Mungkin, sekitar 20 taunan.”

wartawan: “wah, sudah lama juga ya.”

Nenek: “Ya begitulah dek.”

Wartawan: “Apakah nenek punya anak?”

Nenek: “Ya, nenek punya 2 Anak.”

Wartawan: “Loh, mereka kemana, kok gak bantu nenek?”

Nenek: “Yang satu sudah 4 tahun di ITB (Institut Teknologi Bandung), dan yang satunya lagi baru 6 bulan di UPI (Universitas Pendidikan Indonesia).”

Wartawan: (Terkagum-kagum dan menghadap kearah kamera) “Sungguh luar biasa sekali pemirsa, si nenek, walau untuk mencari makan saja sudah susah tapi anaknya masih bisa bersekolah sampai ke perguruan tinggi. ini merupakan sebuah pelajaran bagi kita, bahwa setiap keinginan itu pasti akan kita dapatkan jika kita mau berusaha dan berdoa..” (Bertanya lagi) “Nek, kalo boleh saya tau, anak-anak nenek kuliah di fakultas dan jurusan apa saja?”

Nenek: “Mereka tidak kuliah..”

wartawan: “Lalu mereka di sana ngapain?”

Nenek: “Sama, mulung juga kaya nenek.”

Wartawan: (Langsung kejang-kejang di tumpukan sampah).


4. Cerita Lucu Seorang Wartawati

Seorang wartawati media cetak bertanya kepada pejabat yang diduga terlibat dalam kasus penyelewengan dana di sebuah kementerian.

Wartawati: “Pak, sebenarnya dana yang diterima kementerian Anda itu dikemanakan?”

Pejabat: (sambil mendekatkan kepalanya dan setengah berbisik) “Mbak, mbak ini bisa menyimpan rahasia tidak?”

Wartawati: “Ohh, pasti bisa, Pak. Pasti.”

Pejabat: (Memastikan) “Betul??”

Wartawati: (Bersemangat) “Pasti, Pak! Saya pasti bisa menyimpan rahasia, Pak. Saya tidak akan bercerita kepada siapa pun.”

Pejabat: “Begitu pula saya, Mbak..”

Wartawati: (Langsung nelen HP-nya yang dipake untuk merekam ucapan si pejabat).


5. Cerita Lucu Wartawan: Di Kira Bintang Sepakbola

Wartawan Petruk: “Kang Bagong?”

Pesebakbola Bagong: “Iya itu nama saya,! Ada yang bisa saya banting, eh bantu?”

Wartawan Petruk: “Ah, Kang Bagong mah suka bercanda aja ah! Gini, Kang! Saya mau nanya,”

Pesebakbola Bagong: “Maaf! Mau nanya apa ya?”

Wartawan Petruk: “Apa benar Akang seorang pemain bola?”

Pesebakbola Bagong: “Iya sih! Kata orang-orang sih emang gitu.”

Wartawan Petruk: “Selama berkarir sebagai pemain bola, sudah berapa kali Akang memasukkan bola ke gawang dalam setahun kira-kira?”

Pesebakbola Bagong: “Ng, ng, ng, kayanya sih lebih dari 50 kali deh!”

Wartawan Petruk: “Wuiiih, kereeen! Pasti Akang seorang bintang sepak bola dooong!”

Pesepakbola Bagong: (Sambil mesam-mesem malu) “Ah! Nggak juga, Mas! Saya pemain bola biasa aja kok.”

Wartawan Petruk: “Boleh tau posisi anda di tim sepakbola anda, Kang? Striker, winger, defender?”

Pesepakbola Bagong: (Pelan nyaris berbisik) “Saya itu KIPER alias PENJAGA GAWANG, Mas!”


6. Cerita Lucu Wartawan Bule Dan Gus Dur

Peristiwa ini terjadi saat Gus Dur mengadakan jumpa pers di Australia. Acara yang dihadiri ratusan wartawan bule itu berlangsung ramai dan riuh. Guna menghindari pertanyaan wartawan yang pedas-pedas, Gus Dur langsung punya siasat dengan melemparkan sebuah pertanyaan.

Gus dur: “Sudahkah kalian mengerti dengan apa yang saya sampaikan tadi?”

Wartawan: “Sudah.” (secara serempak).

Gus dur: “Kalau begitu tak ada gunanya kalian bertanya lagi,” (dengan singkat dan langsung berjalan meninggalkan para wartawan yang masih pada bengong dengan dituntun dua ajudannya).

Keesokan harinya, para wartawan kembali menghadiri acara yang sama. Gus Dur masih setia mengulangi pertanyaan yang sama dengan yang kemarin.

Gus dur: “Sudahkah kalian mengerti tentang apa yang saya sampaikan tadi?”

Wartawan: “Tidakkk” (dengan serempak).

Gus dur: “Kalau tidak, bagaimana bisa bertanya sesuatu yang nyambung dengan isi pidato saya!”

Wartawan: (Bengong lagi).

Gus Dur: (Dengan santainya langsung jalan dan pergi. Tak lupa digandeng oleh kedua ajudannya).

Hari ketiga kembali para wartawan meminta keterangan dari Gus Dur.

Gus dur: “Sudahkah kalian mengerti dengan apa yang saya sampaikan tadi?”

Wartawan: “Sudahhhh.”

Wartawan: “Tidaakkk.”

Gus Dur: (Tidak kehilangan akal dan dengan nada enteng) “Kalau begitu BAGUS. Yang sudah mengerti tolong menceritakan kepada yang belum mengerti.”

Gus Dur pergi. Semua Wartawan di dalam ruangan bengong melompong.


7. Cerita Lucu Wartawan Dan Drakula

Gareng berhasil menjadi pemenang Master of Drakula, lalu seorang wartawan coba menghampirinya untuk di wawancarai.

Wartawan: “Mas drakula, gimana perasaan anda setelah menjadi pemenang Master Of Drakula?”

Gareng: “Senang dong. Gimana seh lo.”

Wartawan: “Sejak usia berapa anda mulai menjadi drakula dan menghisap darah manusia?”

Gareng: “Eeegh, Sejak usia 5 tahun..

Wartawan: “Bisakah anda cerita sedikit tentang suka dukanya menjadi drakula?”

Gareng: “Kalo sukanya, ya puas dong dapet darah manusia. Kalo dukanya. kalo pas hujan.”

Wartawan: “Emang kenapa?”

Gareng: “Ya, gak lucu dong. Masa drakula bawa–bawa payung?”

Wartawan: “Yang lainnya?”

Gareng: “Kalo lagi musim banyak nyamuk.”

Wartawan: “Emang kenapa?”

Gareng: “Karena leher manusia suka di olesin lotion anti nyamuk (autan) jadi kalo pas di hisap darahnya agak pahit. Jadi males ngisepnya juga.”

Wartawan: “Berarti anda puasa hisap darah manusia dong?”

Gareng: “Ya gak lah. Tetep cari alternatif stok darah di tong sampah.”

Wartawan: “Loh kok di tong sampah?”

Gareng: “Kan banyak pembalut bekas pakai, terpaksa, kepepet.”


8. Cerita Lucu Wartawan: Wawancara Tukang Jamu

Cerita lucu rahasia sukses jualan jamu. Seorang wartawan mewawancarai seorang penjual jamu gendong mengenai rahasianya sukses berjualan jamu.

Wartawan: “Mbakyu, apa rahasia sukses jual jamu?”

Mbakyu Jamu: “Anu mas, setiap pagi sebelum melangkah jualan selalu saya lihat burung suamiku dulu.”

Wartawan: “Oohh, Maksudnya?”

Mbakyu Jamu: “Kalau burungnya arah kiri, saya mulai langkah keluar rumah ke arah kiri. Kalau kekanan, saya langkah keluar kearah kanan.”

Wartawan: “Oooh begitu ya? Kalau burungnya tegak lurus ke atas?”

Mbakyu Jamu: (Dengan tersipu malu) “Ya saya libur mas. Gak jualan jamu.”


9. Cerita Lucu Wartawan: Jual Bakso Tikus

Mak Oneng mau buka restoran bakso di Jakarta. Hasil uji cobanya baksonya enak sekali, jadi semua tetangganya sangat suka. Tapi ada 1 rahasia yang tidak ada orang tahu. Pada? suatu hari dari stasiun TV wartawan kepo memergokin mak Oneng sedang masak tikus buat bakso. Segera lah itu wartawan jepret-jepret foto itu Mak Oneng beserta tikus-tikusnya. Setelah begitu dengan gaya si wartawan ngancam Mak Oneng.

Wartawan: “Mak saya sudah ?foto itu mak lagi jualan bakso tikus. kalau mak gak mau fotonya beredar di instagram, mak bayar saya 10 juta.”

Mak Oneng: “Saya kaga takut itu foto disebar.”

Wartawan: “Kalau begitu gua sebarin?!” (Dan wartawan pun segera upload foto-foto bakso tikus di instagram dan masuk di koran).

Pada hari rumah makan Mak Oneng buka, antrian super rame?, sampai pengunjung antri-antri diluar sejak pagi. Kata Mak Oneng sih karena ada iklan gratis. Karena bingung si wartawan pun ajak? temennya dari TV dan satpol PP dan untuk bubarin itu antrian. Membacakan fakta bahwa Mak Oneng akan jualan bakso tikus, tetapi malah pengunjung pada keukeuh makan disana. Wartawan bingung? apa ni orang udah kena pelet atau gimana. Sampai pada akhirnya selubung penutup nama restoran Mak Oneng dibuka.

Tulisannya adalah: “Masakan Manado asli: menyediakan bakso tikus, tikus bakar dan kelalawar panggang. Pertama dan satu-satunya di Jakarta.”

Mak Oneng emang pinter ya dapat iklan gratis, masuk TV live pula.