Gaib

11 Cerita Kuntilanak Lucu Yang Bikin Mules

Kumpulan Cerita Kuntilanak Lucu – Makhluk gaib diidentikan dengan sesuatu yang seram, horor, dan menakutkan. Tapi bukan riajenaka.com namanya jika tidak bisa menghadirkan cerita lucu dari hal-hal yang menyeramkan seperti hantu, kuntilanak, suster ngesot, pocong, genderuwo, tuyul, setan dan lain-lain.

Pada edisi kali ini, kami menghadirkan cerita lucu Kuntilanak yang bisa membuat anda tertawa ngakak karena sangat konyol. Jadi sudah tentu cerita lucu ini sangat aman dibaca oleh anak-anak atau pun orang yang penakut terhadap hal-hal mistis. Siapa tahu setelah membaca cerita Kuntilanak lucu ini, Anda berhenti takut terhadap mahluk dari dunia lain tersebut.

Cerita lucu tentang Kuntilanak ini kami kumpulkan dari berbagai sumber yang sudah diuji tingkat kocaknya. Kalau tidak bisa membuat Anda tertawa ngakak, minimal bisa membuat tersenyum. Dan juga Anda tidak perlu membutuhkan banyak waktu untuk segera menikmati khasiatnya sebagai obat stres karena ini adalah cerita pendek lucu tentang Kuntilanak. Jika Anda tidak punya moment santai, jangan bebani hidup Anda dengan membaca cerita panjang Kuntilanak. Langsung saja, berikut ini berbagai kisah lucu Kuntilanak, semoga Anda terhibur.

11 Kumpulan Cerita Kuntilanak Lucu Yang Bikin Mules

1. Cerita Lucu Ustad Dan Kuntilanak

Seorang ustadz pulang dari masjid melewati pepohonan rimbun dan sepi. Tiba-tiba Kuntilanak muncul mengagetkan.

Ustadz: (Kaget) “Astaghfirullah, Ya Allah lindungilah hambaMu ini dan hancurkanlah syetan ini.”

Kuntilanak: “Mulaiiii deehhh lebayyy.. Kamu ini apa-apa langsung lapor Tuhan. Aku kan bercanda doang..”


2. Cerita Lucu Kisah Cinta Kuntilanak Dan Pocong

Tepat jam 12, gerbang kuburan dibuka. Seketika mereka berhamburan keluar untuk mencari hiburan. Gerombolan pocong yang tergabung dalam geng Pocong langsung menuju markas di bawah pohon melinjo untuk pesta miras.

Teman Pocong: “Eh, elu nggak jalan ama cewek lu si Kunti?”

Pocong: “Dia cuma ngajak ketemuan. Sekarang nunggu di jembatan ujung jalan. He.. he..”

Teman Pocong: “Terus ngapain lu kesini?”

Pocong: (Dengan memasang tampang afgan nahan berak) “Itu dia masalahnya. Gue minta lu nganter gue. Perasaan gue nggak enak. Garing, galau ringan.”

Teman Pocong: “Malu ama muka. Masak muka serem gitu ketemuan aja minta dianterin. Ogah! Males gue kalo lewat depan bioskop itu. Manusia sekarang pada sadis melecehkan kita lewat film. Masak kita digambar ngelemprak
dengan tulisan POCONG NGESOT. Sebelahnya parah lagi, POCONG MANDI GOYANG PINGGUL. Sejak kapan kita bisa mandi sambil goyang pinggul? Mandi aja nggak pernah kan kita? Mereka fitnah seenaknya. Sakit ati gue!”

Pocong: “Santai aja bro. Gue ngeliat tulisan POCONG VS KUNTILANAK aja nggak marah. Padahal jelas-jelas yang sebenarnya adalah pocong love kuntilanak. Biarin manusia begitu. Dulu waktu kita masih hidup juga sering membuat fitnah. Ikhlasin aja.. Ayo ah anterin gue,” (sambil memaksa karenasudah tak sabar bertemu kekasih hatinya.”

Teman Pocong: “Ogah ah! Gue lagi pengen mabok bir cap kemenyan cihuy. Pocong Ateng yang bawa. Katanya barang
import. Lagian kalo gue ngikut ntar cerita ini jadi banyak tokohnya. Bikin pusing penulisnya nanti. Ha..ha..” (sambil berlalu, meninggalkan sahabatnya resah dalam garing alias galau ringan).

Dengan perasaan galau yang menelusup pikiran, akhirnya si Pocong menemui kekasih hatinya yang telah duduk manis di atas pagar jembatan. Pocong muncul setelah lewat setengah jam dari waktu yang dijanjikan.

Pocong: “Hai yayang Kunti, ma’af ya telat. Soalnya jalanan licin. Jadi pas loncat-loncat kepleset terus. Untung tadi numpang odong-odong” (beralibi).

Kuntilanak: “Hmmm..”

Pocong: “Aku kan udah minta ma’af. Kenapa kamu masih dingin gitu?

Kuntilanak: “Baru dari kulkas!!”

Pocong: “Owh.. Maksud aku kenapa mukamu pucat sayang?”

Kuntilanak: “Goblok! Ya iyalah. Aku kan setan. Bego dipiara.” (makin sebel).

Pocong: “Oh, bener juga ya? Tapi maksudku bukan itu. Kenapa wajahmu terlihat murung? Adakah yang kamu pikirkan
sayang?”

Kuntilanak: “Sepertinya, kita sudahi saja hubungan kita.”

Pocong: “Owh.”

Kuntilanak: Kenapa kamu nggak sedih?” (Sambil mengerutkan dahi).

Pocong: “Ya nggak apa-apa. Kan besok masih bisa bareng lagi. Cuma malam ini kan?”

Kuntilanak: “Maksud aku kita putus!!” (Sambil melotot).

Pocong: “Apa?! Kok gitu yang? Tapi kan..”

Kuntilanak: “Nggak ada tapi-tapian. Ngerti!”

Pocong: “Iya iya aku ngerti. Aku cuma butuh satu tapi,” (dengan muka memelas).

Kuntilanak: “Hiiihhh.. Susah ya ngomong ama Pocong otak profesor.”

Pocong: “Owh, pacar baru kamu Profesor?” (seakan tanpa dosa).

Kuntilanak: “Iya! Profesor Idiot!” (kesal meradang).

Pocong:”Yang, pliss.. Beri aku kesempatan. Aku sudah berusaha menjadi yang terbaik buatmu.” (Dengan susah payah mencoba berlutut. Namun apa daya terjungkal karena sempitnya kain kafan yang melilitnya).

Kuntilanak: “Apa? Terbaik? Kamu memelukku saja nggak pernah. Membelai rambutku juga nggak pernah. Kamunggak romantis! Dan satu lagi, nggak usah aku kamu, panggil lu gue aja. Kita udah putus! Titik.”

Pocong “Sayang, bukankah dulu kamu bilang mau menerima aku apa adanya? Aku emang nggak bisa memelukmu. Selain tanganku terbungkus, aku juga masih punya iman. Kita bukan muhrim yang..”

Tuyul: “Hai..” (memotong ratapan pocong). (Tuyul datang dengan membusungkan dada. Padahal tubuh kuntetnya tidak sedikitpun macho).

Kuntilanak: “Ma’af, aku sudah memilih dia,” (sambil menunjuk ke arah Tuyul).

Tuyul: “Ayo kita jalan-jalan ke mall. Kamu bisa pilih gaun apa saja, biar aku yang bayar,” (dengan sedikit melompat untuk meraih tangan Kunti).

Kuntilanak: (Tersipu, wajah pucatnya merona).

Pocong: “Dasar setan matre! Ke Masjid aje!”

Mereka berdua berlalu, meninggalkan pocong yang kini benar-benar ngesot dalam ratapan..


3. Cerita Lucu Ketemu Kuntilanak

Si Bagong anaknya rajin, penurut juga sholeh, dia selalu mematuhi perintah orang tuanya. Dan dia rajin pula mengaji dan shalat, setiap sore setelah pulang sekolah Dasar dia mengaji di taman Pendidikan Al-quran di kampungnya. Dia dikenal anaknya baik dan supel sehingga banyak temannya, tapi sayangnya dia agak susah mengikuti setiap pelajaran baik di sekolah Dasar maupun di Taman pendidikan Al-quran.

Dia sering pulang terlambat karena susah menghafal doa-doa harian, dan kalau pun hafal hanya satu doa yang dia hafal yaitu doa sebelum makan. Jadi kalau sholat si Bagong hanya mengikuti gerak teman-temanya, untuk doa shalat dia masih jauh dari hafal, kadang tanpa malu-malu dia membawa buku saku hafalan shalat. Padahal si Bagong sudah duduk di kelas empat SD, ibunya juga sampai keheran-heran dengan perkembangan anaknya itu.

Hingga pada suatu malam jumat Ibunya si Bagong menyuruh anak kesayangannya itu untuk shalat isa berjamaah di masjid, yang letaknya agak lumayan jauh. Kata pak ustadz shalat berjamaah di masjid itu pahalanya banyak 27 kali lipat, dan setiap satu langkah kita menuju ke masjid akan diganjar sepuluh pahala dan ampunan dari Allah SWT. Setelah selesai mandi dan makan Bagong langsung mengambil sarung dan pecinya, teman-temannya sudah menunggu.

Teman-teman Bagong: “Bagooonng,, ke masjid yuu.”

Bagong: (Sambil bersalaman dengan Ibunya: “Ya tungguin, saya pamitan sama Ibu dulu.“

Ibu Bagong: “Bagong sayang, habis shalat isa langsung pulang ya.”

Bagong: “Ya bu, Bagong tahu Ibu ingin dipijitin kan?“

Ibu Bagong: “Iya anak sholeh, jangan bercanda ya di Masjid. Gak boleh pamali.“

Bagong: (Mengangguk dan langsung menghampiri teman-temannya).

Singkat cerita Bagong dan teman-temannya selesai shalat, tapi Bagong langsung ke kamar mandi karena sudah tidak tahan ingin buang air, mungkin karena kekenyangan habis makan malam tadi. Teman-temannya mencari-cari ke samping masjid tapi Bagong tidak kelihatan, kemudian salah satu temannya mengajak pulang karena takut sudah malam, apalagi ini malam jumat kliwon. Iiih seram, karena warga sekitar sering digoda makhluk jahil kuntilanak.

Setelah selesai dari kamar mandi Bagong langsung bergegas mencari teman-temannya, melihat kondisi sudah sepi Bagong langsung cabut pulang. Bagong mulai ketakutan, mana jauh lagi pulangnya. Ketika di tengah-tengah gang yang sepi bulu kuduk Bagong mulai berdiri.

Bagong: “Ya Allah jangan sampe ketemu kuntiii. Iiih seraaam.“

Kuntilanak: (Menghadang Bagong yang gemeteran) “Hiiiii.. Hiiii.. Hiiiii..“

Bagong: (Ingat dengan satu doa) “Allahumma Baarik Lanaa, Fimaa Rozak tanaa Wakinaa adzaaban Naar. Amiin ya Allah.”

Kuntilanak: (Langsung ngacir ketakutan karena mendengar doa itu) “Seumur-umur jadi kuntilanak, baru kali ini mau dimakan bocah ingusan. Apess, apess. Untung saya langsung ambil langkah seribu.”

Bagong: (sesudah mengucapkan syukur pada Allah dihindarkan dari kejahilan si Kuntilanak) “Wah dasar kuntilanak koplak..”


4. Cerita Lucu Kuntilanak Dan Tukang Becak

Seorang tukang becak manyun karena gak dapat penumpang dari sore. Tukang becak pun memutuskan untuk pulang. Dalam perjalanan pulang, tiba-tiba muncul seorang wanita berambut panjang memanggilnya.

Tukang Becak: (Berpikir) “Wah, penumpang nih..”

Wanita: (Langsung naik).

Tukang Becak: “Mau kemana, dik?” (dengan sangat ramah).

Wanita: “Jalan aja Mas, nanti saya beritahu.” (dengan wajah datar).

(Ketika sampai di dekat kuburan, Tiba-tiba menyuruh becak berhenti).

Wanita: “Stop bang..”

(Pada saat si wanita turun, tukang becak melihat ternyata kaki wanita penumpangnya itu tidak menyentuh tanah).

Tukang Becak: (Sambil mengigil) “Hiiii.. Kuntilanakkkkkkkkk..”

Wanita: (Dengan spontan langsung melirik sinis ke arah si tukang becak) “Biarin.. Daripada lu, tukang becak!!


5. Cerita Lucu Belajar Dari Kuntilanak

Omas hari ini keliatan sangat lesu dan lemes sekali. Cahaya di mukanya pun meredup bahkan hampir nggak ada, udah gak keliatan lagi semangat di hidupnya. Sebagai teman yang baik, RatmiB29 sepertinya mengetahui masalah yang sedang dihadapi sama Omas, dan Omas kayak gitu pasti karena teringat mantannya. RatmiB29 akhirnya berusaha menghibur Omas..

RatmiB29: “Mas, Omas, lu pasti sekarang lagi galaww yaaa mikirin si Ateng?”

Omas: “Eh elu mi, iyaa nih gak tau kenapa gua kepikiran mulu sama si, Ateng!!”

RatmiB29: “Yaelah,, pan udah gua kasih tau dari dulu, Mas, Moofan, masih ada yang lebih baik dari si Ateng, tauuu!!”

Omas: “Moofan? Apaan tuh?? Move on maksut eluu?”

RatmiB29: “Iyee entu,, gua lupa dah gimana cara ngomongnya hahaha. Lu harusnya belajar menghadapi hidup dari KUNTILANAK dong kayak guaa, sekarang dia udah jadi PANUTAN HIDUP gua!”

Omas: “Zzz,, loh? Kok belajar sama KUNTILANAK sih, mi? Serem bener panutan hidup elu..”

RatmiB29: “Yeee!! Jangan sangka, KUNTILANAK itu selalu HAPPY orangnya, mau dia lagi GALAU kek, BAHAGIA kek, SEDIH kek, atawa BINGUNG kek, pasti aja KUNTILANAK itu SELALU KETAWA-KETAWA bahagia. Hiii.. Hii.. Hii.. Hiii..

Omas: (Pura-pura gak kenal sama RatmiB29).


6. Kisah Lucu Kuntilanak: Ekonomi Negara Dari Segi Hantu

Gambaran kemiskinan disuatu negara dapat dilihat dari pendapatan perkapita masyarakatnya dan gambaran setelah kematiannya (Hantu), berikut perbandingannya.

1. Eropa & Amerika: Drakula

Spesifikasi:

– Jas hitam dan setelannya, berdasi dan berpenampilan rapih dan elegan.

– Tempat tinggal kastil megah atau rumah mewah.

– Bermobil mewah.

– Berpendidikan tinggi.

(Lihat Film Twilight).

2. China: Vampir

Spesifikasi:

– Memakai pakaian adat bangsawan China lengkap dengan songkok hitam.

– Tinggal di kuil atau kastil mewah.

– Memakai perhiasan berupa kalung atau cincin giok.

3. Timur Tengah (Arab): Jin

Spesifikasi:

– Memakai pakaian bangsawan arab lengkap dengan sepatu khas timur tengahnya.

– Memakai anting dan perhiasan dari emas.

– Tinggal didalam lampu minyak yang terbuat dari emas dan berhias permata.

4. Indonesia: Kuntilanak dan Pocong

Spesifikasi Kuntilanak:

– Baju daster putih polos tanpa motif.

– Rambut panjang tidak terurus, kantung mata yang hitam legam dan wajah yang pucat pasih.

– Tinggal di pohon2, kadang digudang tidak terpakai.

– Profesi penjual jamu gendong, terkadang sampai menjadi PSK.

Spesifikasi Pocong:

– Muka jelek, tidak terawat.

– Pakaian kain kafan yang kumel karna tidak pernah dicuci.

– Tempat tinggal pemakaman umum atau dilorong–lorong yang gelap.


7. Cerita Lucu Kuntilanak: Pria Pemberani

Semar pulang sendirian di tengah malam sehabis begadang di kampung sebelah. Kebetulan malam itu adalah malam jumat kliwon yang kata orang malam paling seram. Jalanan gelap ditambah dengan rintik hujan menambah seram suasana. Saat melewati kuburan yang terkenal angker, tiba-tiba muncul hantu sundel bolong tepat di depan Semar. Tapi si Semar sama sekali tak takut, malah ngeledek.

Semar: “Hadew.. Hantu jelek aja pamer celengan. Nyindir ya? Mentang-mentang tahu kalo gua habis kalah judi.”

Sundel Bolong: (Tengsin dan ngeloyor pergi karena gagal nakut-nakutin).

Melihat temannya dipermalukan, hantu pocong ganti unjuk gigi melompat lompat di depan si Semar. Tapi lagi-lagi lelaki itu bukannya takut malah ketawa ngakak.

Semar: “Ini lagi.. Hantu kok lucu banget. Udah tahu jalannya mulus, ngapain lompat lompat?”

Pocong: (Tersipu malu lalu melompat pergi).

Melihat keberanian Semar, hantu yang lain jadi penasaran. Seluruh hantu penghuni makam mulai dari tuyul, suster ngesot, kuntilanak, genderuwo sampai nenek gayung muncul semua ngerubutin si Semar. Tapi mereka semua harus kecewa karena yang ditakut-takutin sama sekali gak takut.

Semar: “Percuma aja kalian berpose aneka gaya juga gua gak bakalan takut karena gak ada yang gua takutin di dunia ini.”(sambil ketawa ngakak).

Kumpulan hantu itupun nyerah dan kembali bobok manis di dalam kuburan. Tiba-tiba dari jauh terdengar suara teriakan perempuan memanggil Semar.

Perempuan: “Bang Semar!! Kemana aja sih lo dari tadi kok dicariin gak ada. Awas lo kalo pulang gua kemplang kepala lo!”

Semar: (Mendadak pucat dan cepat ngumpet di balik batu nisan).

Tuyul: “Eh, bro.. Hati-hati dong kalo jongkok. Kepala gua keinjak tahu?”

Semar: “Sst.. Jangan berisik. Kalo sampai ketahuan gua ngumpet di sini bisa berabe.”

Tuyul: “Emang yang nyariin lo tadi itu siapa sih kok sebegitu takutnya?”

Semar: “Bini gua.”


8. Cerita Lucu Menegur Kuntilanak

Bagong: “Eh Kuntilanak, loe dari dulu nakut2in orang mulu.. Napa sih?”

Kuntilanak: “Biarin,, dari pada loe dari dulu Jomblo terus.. Gak cape apa?”

Bagong: (Terdiam jd batu nisan).


9. Cerita Lucu Kuntilanak: Ketemu Cewek Cantik

Suatu malam Gareng pulang lembur, di jalan dia ketemu cewek cantik.

Gareng: “Neng, pulang lembur juga ya?”

Cewek: “Enggak. Sok tau deh.”

Gareng: “Berarti kalo bukan karyawan, brarti kamu bidadari dong? Abang rela lembur tanpa dibayar asalkan bisa
ketemu Neng tiap malam.”

Cewek: “??!!”

Gareng: “Baju kamu putih bersih ya, sama seperti hatiku.”

Cewek: “Masa?”

Gareng: “Iya, tidak ada noda satupun yg bisa mengotori hatiku kecuali senyummu.”

Cewek: “Gombal aja, pulang sana, kalo rumah Abang kebakaran gimana?”

Gareng: “Ga apa2, soalnya kalo ada kamu apinya jadi api asmara, hehe. Abang boleh kenalan ga?”

Cewek: “Yakin mau kenalan?”

Gareng: “Ya, yakinlah. Kalo kamu ga punya nama berarti bener dong kamu bidadari?”

Cewek: “Ih lebay deh dari tadi bidadari bidadari mulu, saya ini KUNTILANAKK bang hihihihihihi… (ngikik horror).

Gareng: “EBUSET!” (kabur dan salto mundur ke belakang).


10. Cerita Lucu Memperkosa Kuntilanak

ini cerita 2 sahabat sejati sebut saja Petruk dan Ateng ketika mereka sudah kuliah di bsi, waktu itu dia sudah memasuki semester akhir dan sudah skripsi, karena dia tidak yakin akan lulus dalam sidang ujian skripsi, akhir nya 2 sahabat sejati itu, kedukun untuk konsultasi..

Dukun: “Punya siapa ini burung kenari, sedang apa kalian berdua kemari?”

Petruk: “Gini mbah kita berdua kan 3 hari lagi mau ujian skripsi, kita mau minta saran mbah.”

Dukun: “Gampang itu bisa diatur!!”

Ateng: “Nggak pake WANI PIRO yah Mbah?”

Dukun: “Nggak lah emang gw iklan djarum 69.”

Ateng: “Terus jangan senam hamil yah mbah.”

Dukun: “KAGA lah emang GW DUKUN EXIS.”

Petruk: “Terus syarat nya Apa mbah?”

Dukun: “Gini syarat nya cukup mudah, salah satu kalian harus memperkosa kuntilanak dan salah satu dari kalian harus merawat anak dari hasil perkosaaan kalian.”

Ateng dan Petruk: “Eh busedddd dah horor banget dunk.”

Dukun: “Kalian mau sukses ujian nggak? mau lulus nggak?”

Ateng & Petruk: “Oke deh mbah kami terima syarat nya.”

Dan pulang lah Ateng dan Petruk dari tempat dukun tersebut, dan mulai menyusun rencana syarat yang di kasih oleh dukun tersebut

Petruk: “Ok, gini yah rencana nya Teng, Gw yang perkosa itu kuntilanak lo yang ngerawat anak nya yah?”

Ateng: “Walah masa lo doank yang dapet enaknya, gw malah yang dapet anak nya.”

Petruk: “Lah kan syarat nya salah satu dari kita harus kek gitu, lo mao lulus nggak??”

Ateng: “Yaude dah gak apa-apa, tapi gw nyicip dikit yah di isep2 juga nga ape2 dah, plissss.”

Dan akhirnya sesuai kesepakatan tadi siank, malamnya 2 sahabat sejati itu hunting untuk mencari kuntilanak di sebuah kuburan angker yang yang ada di dekat rumah mereka, dan ngak lama mereka melihat sesosok kuntilanak yang sedang GALAU, di bawah pohon rambutan yang sambil goyang karawang dan hampir kesurupan,

Ateng: “Truk, tuh kuntilanaknya bro, waaahh klo gini mah gw yang rugi Truk,, kuntilanak nya sexy mirip2 jupe and depe.”

Petruk: “Alaah ude terima aje nasib lo.”

Kemudian mereka melanjutkan aksi nya memperkosa kuntil anak tersebut, dan kuntilanak yang sedang GALAu itu pun itu tidak berontak sedikit pun, lumayan lah untuk melepas kerinduan karena sudah lama mati dan sedang galau,pikir si kunti, dan setelah puas dengan aksi mereka mereka pun pulang dan menunggu anak dari kuntilanak itu. Hari yang di tunggu pun datang hari pengumuman kelulusan sidang skripsi, dan disitu ada Petruk yang sedang bersorak kegirangan dan Ateng yang berwajah suram.

Petruk: “HOREEEE! Gw lulus!! eh, Teng nape muke lo ditekuk aje kek dompet blom gajian?”

Ateng: “Gw sedih banget Truk mau jadi ape gw Truk, skripsi gw GA LULUS, di tambah gw harus merawat anak kuntilanak, gw udah nggak punya biaya lagi neh buat kuliah nanti, apes bener hidup gw, Dasar dukun tukang bohong.”

Petruk : “Ude nggak usah kecewa gitu Teng, tu dukun nggak ngibul kok, buktinya sekarang gw LULUS dan sekarang gw mulai kencan sama kuntilanak yang kemaren kita perkosa kemaren, kalo diliat dia cantik juga sih, aahh hidup gw indah banget.”

Dan tahun demi tahun berlalu dan kedua sahabat itu pun berpisah, tidak terasa sudah 5 tahun sejak mereka tidak bertemu, kebetulan mereka bertemu lagi saat reuni kampus Petruk, yang dulu lulus duluan dari kampus nya, yang dulunya dia berbadan lumayan gemuk sekarang terlihat sangat kurus lesu dan lusuh, berbeda dengan Ateng yang tidak bisa mendapat gelar sarjananya, sekarang malah terlihat keren mentereng dengan setelan jas mahal dan sebuah mobil jaguar yang di parkir di parkiran miliknya..

Ateng: “Petruk my broo, whats up bro kenapa lo terlihat sangat lusuh sekali berbeda pada saat lo pas lulus dari kampus.”

Petruk: “Iya neh Teng, beda banget sama lo, yang padahal nggak lulus dari kampus, gini cerita nya, lo maseh inget kan sama kuntilanak yang waktu itu?”

Ateng: “Iye gw inget.”

Petruk: “Nah itu masalahnya setelah gw lulus gw mulai kencan tuh sama si kunti, doi cantik sih, cuma aduh ampunnn, dia hipersex bangettt, bayangin jo setiap hari gw harus memuaskan hasrat nya kurang lebih 50 kali setiap hari, nggak di kantor dijalan, dikamar mandi pun sering, makanya gw jadi lemes dan kurus gini, anehnya sering gituan, dia nggak pernah hamil Teng makanya sampe sekarang gw nggak punya anak, tapi yang gw lebih aneh kenape sekarang lo terlihat sukses kayak gini, padahal lo kan kaga lulus kuliah.”

Ateng: “Wakakakaaa, malang bener nasib lo sob, gini yah gw ceritain kenapa gw bisa sukses kayak gini, tapi lo jangan cerita sama siapa2 yah, lo inget kan waktu dukun itu nyuruh gw apa? Gw di suruh merawat anak kuntilanak itu kan, nah gara2 anak itu sekarang gw bisa sukses kayak gini.”

Petruk: “Masa sih?, emang nya lo ngerawat anak apa Teng?”

Ateng: “Itu rejeki gw sob, itu kuntilanak ngelahirin ANAK TUYUL wkakaka makanya gw bisa sukses kayak gini..”


11. Kisah Lucu Suara Kuntilanak

Pada suatu hari gua bersama rekan-rekan OKP, GANESPA. Pergi mendaki gunung cermai, ketika gua sampai di lokasi ada sebuah kejadian yang sangat mengerikan. Tau tidak apa yang terjadi wah..! gila benar-benar gila lo pasti kaga percaya apa yang gua lihat dengan mata kepala gua sendiri. Tau tidak ada seorang yang baru meninggal di turunkan oleh ranger gua aja jujur deh.. kaga percaya. Tapi karena gua seorang petualang yah.. mau tidak mau gua harus tetap melanjutkan pendakian.

Awalnya sih tidak di izinkan untuk rombongan naik pendakian pada hari itu, Namun dengan modal meyakinkan kuncen setempat pada akhirnya rombongan gua di izinkan untuk naik. wah, jujur loh gua bersama rombongan hanya modal nekat untuk menaklukan gunung cermai walau pada dasarnya kuncen itu tidak mau bertanggung jawab.

Pada hari pertama gua dapat masalah dengan turunnya hujan yang sampai tengah malam deras di tambah lagi dingin yang menggigil wah. rekan-rekan pasti deh tidak bisa bayangkan bagai mana merasakan hujan di tengah gunung. Malam itu gua dapat giliran jaga pertama. tau tidak apa yang gua dengar suara kuntilanak lo.. lo.. pasti tau lah bagai mana suara kuntilanak. Kalau lo pada kaga tahu berarti lo orang-orang kota yang bodoh masa kalah dengan orang desa yang selalu hidupnya menanti bintang, pada malam itu juga gua bangunkan rekan-rekan rombongan namun apa jawaban mereka malah bilang gua penakut.

Pada akhirnya sampai pagi hari namun hujan kembali berlanjut. wah.. kaya cerbung aja tuh hujan pake nambah lagi. Dengan terpaksa gua dan rombongan menetap di tenda tanpa bisa apa-apa kita hanya berdiam diri dengan tenda dum yang ukuran delapan orang minim. hujan tak mau berhenti sampai kembali pada tengah malam. Benarkan tuh hujan kaya cerbung aja, dan malam itu kawan gua Semar seorang petualang yang sejati dia dapat giliran gua jaga, apa yang terjadi dia mendengar apa yang sama gua dengarkan dengan bergegasnya dia membangunkan kawan-kawan dan yang anehnya semuanya mendengar suara yang aneh itu, suaranya Hi.. hii.. hiiii.. sungguh memyeramkan dengan keyakinan pada Tuhan kami semua ingin lebih tau suara apa itu sesungguhnya walau sebenarnya kami takut.

Rekan-rekan kami semua mendekati dengan berjalan sambil tiarap sudah seperti kaya ABRI mau latihan perang masalah nya kami berjalan dengan tiarap, semakin kami mendekati suara itu semakin kencang dan mengerikan. Jujur bulu kuduk kami semua pada merinding dan semakin kami dekat tau tidak kami melihat sebuah gubuk yang sudah reot tau-tau nya suara itu berasal dari situ kami terus mendekati tempat itu, setelah kami sampai di tempat itu dengan rasa panik di sertai takut kami mendobrak gubuk tua itu setelah terdobrak apa yang kami lihat dari suarayang sempat membuat kami takut tahu-tahu nya suara itu adalah dari suara seorang nenek-nenek yang sedang mencabutin bulu keteknya.

To top