Elektronik / Gadget

19 Cerita Lucu Telepon Yang Keren Abis

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Telepon – Cerpen lucu atau cerita pendek lucu berikut ini dijamin membuat Anda tertawa. Silahkan disimak, dibaca lalu kemudian tertawa ngakak. Cerita lucu ini merupakan kumpulan cerpen lucu terbaru bertema Telepon yang disarikan dari berbagai sumber yang sudah diuji kelucuannya.

Artikel cerita humor terbaru ini didalamnya terdiri dari cerita2, kisah2, kalimat2 dan kata2 lucu berkaitan dengan Telepon yang disatukan menjadi sebuah kumpulan humor lucu dan cerita lucu yg bikin ngakak terpingkal-pingkal. Semoga Anda menikmati, terhibur dan menangis tertawa setelah membaca cerita lucu singkat, ataupun cerita lucu panjang yang kami sajikan berikut ini.

19 Kumpulan Cerita Lucu Tentang Telepon Yang Keren Abis

1. Cerita Lucu Telepon Pemesanan Pizza

Percakapan telepon pemesanan Pizza tahun 2020.

Operator: “Terima kasih anda telah menghubungi Pizza Hot, Apakah yang bisa saya bantu?”

Konsumen: “Helooo, saya mau pesan pizza.”

Operator: “Boleh minta nomor kartu KTP anda pak.”

Konsumen: “Tunggu, ini nih; 6102049998-45-54610.”

Operator: “Ok Pak Semar, anda tinggal di jalan hangtuah no. 16, nomor telepon rumah anda 02177726378, kantor anda 021665872673 Hp anda 081127894022, anda menelpon dari mana?”

Konsumen: “Dari rumah, eh dari mana kamu tahu semua no telp saya?”

Operator: “Oh, kami terhubung ke database pusat pak.”

Konsumen: “Apakah saya bisa memesan Seafood Pizza?”

Operator: “Itu bukan ide yang bagus pak”

Konsumen: “Kenapa?”

Operator: “Dari medical record bapak, bapak memiliki tekanan darah tinggi dan kolestrol yang sudah berlebihan.”

Konsumen: “Jadi kamu merekomendasikan apa?”

Operator: “Mungkin bapak bisa memesan Low Fat Hokkien Mee Pizza.”

Konsumen: “Dari mana kamu tahu kalo saya bakal suka itu.”

Operator: “Hmmm, minggu lalu bapak baru meminjam buku yang berjudul ‘Popular Hokkien Dishes’ dari perpustakaan nasional.”

Konsumen: “Ok terserah lah, sekalian saya pesan paket keluarga, berapa semuanya?”

Operator: “Tapi paket keluarga kami tidak akan cukup untuk anak anda yang berjumlah 7 orang Pak.. Total keseluruhan adalah Rp. 190.000.”

Konsumen: “Bisa saya bayar dengan Kartu Kredit?”

Operator: “Sepertinya bapak harus membayar Cash, kartu Kredit anda telah Over Limit dan anda punya utang di bank sebesar Rp. 5.350.000 sejak bulan agustus lalu, itu belum termasuk denda untuk tunggakan kontrak rumah anda.”

Konsumen: “Ooh ya sudah, nanti saya ke ATM aja untuk narik duit sebelum orang mu datang nganter Pizza.”

Operator: “Mungkin nggak bisa juga pak, record anda menunjukkan bahwa batas anda menarik uang di ATM telah tercapai.”

Konsumen: “SHIT.. Udah lah anterin aja pizzanya kesini, saya akan bayar cash disini, berapa lama Pizza diantar?”

Operator: “Sekitar 45 menit pak, tapi kalo bapak bisa menunggu, bapak bisa mengambilnya sendiri dengan motor bebek bapak.”

Konsumen: “APA? Huh!”

Operator: “Menurut catatan kami, anda memiliki motor bebek tahun 2015 dengan no pol B3344CD betul kan pak?”

Konsumen: “Sialan, eh gogog bangsat, kagak sopan banget seh buka-buka record gue, belum pernah ngerasain di tonjok ya!!”

Operator: “Hati-hati dengan ucapan bapak, apakah bapak ingat 15 mei 2010 anda pernah di penjara 3 bulan karena mengucapkan kata kotor kepada seorang polisi?”

Konsumen: (Diam).

Operator: “Ada yang lain pak?”

Konsumen: “Tidak ada, eh tapi kalo pesan paket keluarga kan ada gratis coca cola 3 cup kan?”

Operator: “Betul pak, tapi menurut catatan kami anda juga mengidap DIABETES, jadi kami tidak mau mengambil resiko pak..”

Konsumen: “SIIALAAAAANNNNN.. BATALIN AJA SEMUA!”

Operator: “Terima kasih atas teleponnya pak, untuk kompalain, saran dan kritik anda bisa mengisi form online pada situs kami, username dan passwordnya tercetak pada bagian bawah kotak pizza yang anda pesan. Terima kasih anda telah mengubungi Pizza Hot.. Telepon berikutnya..


2. Cerita Lucu Telepon 20 Menit

Buat anak remaja, terutama anak SMP berusia 14 tahunan, komunikasi lewat telepon itu harus. Makanya, RatmiB29, anak manis kelas IX di salah satu SMP negeri tidak terkemuka ini, tidak segan-segan mencurahkan segenap waktunya untuk ‘berkomunikasi’ dengan teman-teman se-gengnya. Ia sering menghabiskan waktu berjam-jam tiap harinya untuk aktivitas ini. Padahal, perbincangan yang dilakukannya bukan perkara hidup dan mati, hanya gosip-gosip seputar idola dan kecengan saja.

Sayangnya, kebiasaan RatmiB29 ini tidak diridhoi oleh sang ayah. Bagaimana tidak, ketika sang ayah memeriksa tagihan telepon, mulutnya menganga, matanya melotot, sambil berulang kali menghitung ulang jumlah 0 di slip tagihan telepon. Kemudian dengan rasa tak percaya yang memuncak,

Ayah: “RatmiB29!!”

RatmiB29: (Dengan senyum manis dan wajah seolah malaikat tak bercela) “Apa, Yah?”

Ayah: “Mulai hari ini, kamu tidak boleh telpon lebih dari 20 menit sehari! Masa tagihan telepon sampai jutaan?” (dengan muka merah padam menahan marah).

RatmiB29: (Sambil cemberut) “Iya, deh.”

Keesokan harinya, ketika sang ayah sedang berleha-leha di depan tv, dering telepon pun bergema di seantero ruangan. Sebelum ia sempat berdiri, RatmiB29 sudah sampai di depan telepon dan mengangkat telepon. Dengan memicingkan mata, sang ayah memperhatikan RatmiB29 yang asyik menerima telepon sambil berkelai-kali mengecek jam dinding. Ternyata, tepat setelah 20 menit, RatmiB29 pun mengucap salam dan menutup telepon.

Ayah: (Dengan senyum lebar tersungging di wajah) “Wah, hebat anak ayah, bisa telpon-telponan cuma 20 menit.”

RatmiB29: “Iya donk, Yah. Kan kata ayah nggak boleh lebih dari 20 menit.” (sewot).

Ayah: “Ngomong-ngomong, kamu tadi ngobrol sama siapa? Kok tumben kamu bisa ngobrol sama temen cuma sebentar?” (penasaran).

RatmiB29: (Sambil mengedikkan bahu) “Nggak tahu tuh, Yah. Tadi salah sambung kok.”


3. Kisah Lucu Jenis Cowok Mutusin Ceweknya Lewat Telepon

COWOK TELMI:

Telpon yang pertama:

“Hi, apa kabar? Dari mana aja neh? Sebenernya gua mau ngomong nih.. Ehmm waduh kok jadi lupa ya, tar gua telpon lagi ya!”

Telpon yang kedua:

“Hi, gua baru inget nih.. Sorry ya sampe lupa.. Abis gimana ya, susah juga. Ehmm, tadi apa ya? gw mau ngomong apa tadi? Yah jadi lupa lagi. Elu sih!!”

Telpon yang ketiga:

“Hi, sorry ya telpon lu bolak balik.. Sorry lupa mulu, abis tadi lupa minum gibolan sih.. Cuma mau kasih tau neh.. Kita putus ya. Sebenernya sih gw mau kasih tau dari taon lalu, cuma lupa mulu. dahhh”

COWOK MURTAD:

(telepon ke bokap nyokap minta tolong bokap nyokap yang nyampaikan).

“Ini emak ya atau si abah? Ah terserah lah! eh lu orang denger ya baek-baek. Kasih tau sama si Nunung, gw mau putus,, tus,, tus.. Jangan tanya nape.. pokoknya putus, jangan lupa kasih tau die ya.. awas kalau lupa.. kalau lupa nih, gw hajar juga lu bedua!”

COWOK SOPAN:

“Asalammulaikum wr,wb.. Hallo say.. kamu baek baek saja? Begini lho say.. sehubungan dengan telah berlalunya waktu yang telah kita lewati bersama.. Maka aku menyadari bahwa aku dan kamu sebenarnya tidak ditakdirkan untuk bersama, maka daripadanya marilah kita bersama-sama lapang dada untuk memutuskan jalinan kasih ini.. Demikianlah untuk abang sampaikan, lebih kurangnya abang mohon maaf lahir batin seperti halnya abang memaafkan dikau. Akhir kata, Assalmmulaikum wr wb…”

COWOK SIMPLE:

“Hi, kita putus ya.. Cukup sekian!”

COWOK SUPER SIMPLE:

“Aku pergi..”

COWOK MATRE:

“Hallo say.. gw terpaksa telepon lu neh, karena lu pasti gak punya pulsa, Ya kan. Gini, maksud gue gimana kalau kita putus aja, gue gak bakalan bahagia ama elu. Karena lu pasti gak bisa beliin gw mobil, rumah, perhiasan, dll kamu kere deh!”

COWOK KERE:

“Hi cayang, lu pernah gak denger lagu liriknya begini: Cewe Matre Cewe Matre.. Kelaut ajeee! Keren juga ya. BTW lu pernah gak di suruh ke laut? Kalo gak pernah, gimana kalau elu ke laut aja. Bercinta ama hiu sono.”

COWOK GAK JELAS:

“Hi say, pa kabar? Jadi pada dasarnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh karenanya penjajahan harus di hapuskan dari muka bumi. Nah lu tau kan gw ini orang yang bebas dan merdeka. Jadi lu tau lah maksud gw. Udeh gitu aja. Bye!”

COWOK PEMALU:

“Cayangg, emh, hm. Ada sesuatu yg ingin gw sampaikan, tapi gue malu ni ngomongnya. gimana ya? Hmmm.. Hm.. Jadi malu ni.. gimana ya? Intinya gue malu deh jalan ama elu. Sorry.”

COWOK DURJANA:

“Alloww, elu kok masih idup? eh denger ya. Mulai detik ini gue gak mau liat muke lu lagi, awas lu kalau sampe gue liat lu lagi.. Gw mati’in lu!!”

COWOK KASAR:

“Eh monyong, kutu kupret muke gile.. Kita putusss..”

COWOK CAPE:

“Hallo.. Say.. Tiap inget elu gue cape deh, tiap denger nama elu gue cape de, tiap liat elu.. Gw lebih cape lagi deh. Gw bener bener cape deh.. kita putus ya!”

COWOK PANTUNIS:

“Hi Hon, abang kasih pantun ya. Nih dengerin baek baek.”

“Kalau ada sumur di ladang, bolehlah kita menumpang mandi.”

“Kalau ada umur panjang, mending kita tak jumpa lagi!”


4. Cerita Lucu Telepon Salah Sambung

Penelepon: “Halo. Apakah ini kediaman Pak Semar?”

Pelayan: “Maaf, Anda salah sambung, ini kediaman Keluarga Bagong”. (sambil menutup telepon).

(Tidak lama kemudian menelepon kembali).

Penelepon: “Halo. Apakah ini kediaman Pak Semar?”

Pelayan: “Salah sambung! Ini kediaman Keluarga Bagong.” (sambil menutup telepon).

(Beberapa saat kemudian).

Penelepon: “Halo.”

Pelayan: “Lagi-lagi kamu! Awas ya! Walau saya cuma pelayan, tapi bisa lapor polisi!”

Penelepon: “Apakah ini kediaman keluarga Bagong?”

Pelayan: “Aduh.. maaf, maaf. Tadi soalnya ada beberapa kali salah sambung. Mau cari siapa?”

Penelepon: “Pak Semar.”

Pelayan: “??!!@#@$!!” (sambil menutup telepon).

(Beberapa saat kemudian menelepon kembali).

Penelepon: “Halo.”

Pelayan: “Kamu lagi, kamu lagi!!”

Penelepon: “Saya Mr. Bagong.”

Pelayan: “Aduh! Maaf, tuan! Maaf, dari tadi ada orang gila telepon ke sini berkali-kali. Ada perlu apa tuan?”

Penelepon: “Panggilkan Pak Semar.”

Pelayan: (Menutup telepon langsung pingsan).

(Pada akhirnya).

Penelepon: “Halo!”

Pelayan: (Oh, ini suara yang berbeda) “Mau cari siapa, tuan?”

Penelepon: “Ini kediaman Keluarga Bagong?”

Pelayan: “Iya, betul.”

Penelepon: “Saya Pak Semar. Tadi ada orang cari saya?”


5. Cerita Lucu Telepon: Serba Salah

Line 1: “Hallo.”

Line 2: “Ya, hallo.”

Line 1: “Bisa bicara dengan salah sambung?”

Line 2: “Ya, saya sendiri salah angkat.”

Line 1: “Oh maaf, rupanya saya salah bicara.”

Line 2: “Tak apa, saya juga salah dengar kok.”

Line 1: “Mungkin tadi salah pencet.”

Line 2: “Atau situ mungkin salah minum obat?”

Line 1: “Tidak salah lagi! Ini pasti rumah sakit jiwa ya?”

Line 2: “Salah besar! Di sini pusat rehabilitasi khusus otak konslet!”

Line 1: “Ngung..” (salah naruh gagang telepon di sarang tawon).


6. Cerita Lucu Penemu Telepon

Bu Guru Omas: “Anak-anak! Siapa penemu alat komunikasi atau telepon?”

Petruk: “Ibu nanya-nanya gitu, memangnya ada telepon yang ilang, Bu?”

Nunung: “Ibu nggak inget nyimpen teleponnya dimana? Coba diinget-inget lagi, Bu!”

Gareng: “Sumpaaah, Bu,! Bukan saya yang ngambil teleponnya!”

Yati: “Kemungkinan telepon ibu hilang ada dua. Pertama karena teleponnya jatuh, dan kedua karena ada yang nyuri tuh, Bu!”

Bagong: “Daripada cuma ngomong aja, mendingan kita sama-sama cariin telepon Bu Guru yang hilang, temen-temen!”

Ateng: (Sambil gagap) Ttt ttt telepon iii iii ilang aaa aaa aja di di di diributin, ttt ttt tinggal bbb bbbeli aja di di di pa pa pasar cikapundung, di di di lan lan lantai du du duanya! No no nope aa aa aja uu uu udah da da dapet, kkk kkk kok!”

Bu Guru Omas: (Langsung minta berhenti jadi guru anak-anak bandel dan bego-bego).


7. Cerita Lucu Telepon KFC

– Telepon Pertama

Ateng: “Halloo.. Kaepsi?”

KFC: “Iya, ada yg bisa di bantu?”

Ateng: “Ayamnya ada apa enggak?”

KFC: “Oh ada.”

Ateng: “Coba bawa kesini, diadu sama ayamnya saya!”

KFC: “#&%*!”

– Telepon Kedua

Ateng: “hallooo.. kaepsi?”

KFC: “Iya.”

Ateng: “Delivery order?”

KFC: “Iya.”

Ateng: “24jam?”

KFC: “Iya.”

Ateng: “Oooh hebat ya, Kamu enggak Pernah Tidur!”

KFC: “#%^@%^”

– Telepon Ketiga

Ateng: “Hallooo.. Kaepsi?”

KFC: “Iya..”

Ateng: “Ayam ada?”

KFC: “Ada”

Ateng: “Nasi?”

KFC: “Ada.”

Ateng: “Es Krim?”

KFC: “Ada.”

Ateng: “Burger?”

KFC: “Ada! banyak! komplit!! (Operatornya mulai gemes).

Ateng: “Masih ada semua? Gak laku apa gimana?

KFC: “@$%&@%*”

– Telepon Keempat

Ateng: “Hallooo.. Kaepsi?”

KFC: “Kamu lagi! Mau ngeledek lagi apa?”

Ateng: “Woi gw mau pesen! ya udah, gw gak jadi pesen klo gitu!”

KFC: “Oh iya! mau pesen apa?”

Ateng: “Soto aja seporsi!”

KFC: “Guoblok amat loe!!”

(maksudnya, mana ada KFC jual soto).

– Telepon Kelima

Ateng: “hallooo.. Kaepsi??”

KFC: “Yaelah loe lagi, mau ngapain lagi sih loe!”

Ateng: “Mau pesen ayam!”

KFC: “Oh iya! Apa lagi?”

Ateng: “Ayam sama nasi tapi bungkusnya dipisah aja yak?, ntar klo di jadiin satu, takutnya nasinya habis di patokin ayam.”

KFC: “Wooooi Orang Gila! Gw gampar juga loe!!”


8. Kisah Lucu Gak Mau Ngangkat Telepon

Seorang bos perusahaan sedang merasa bahagia. Penyebabnya adalah, dia baru saja merekrut sekretaris baru yang cantiik, seksi, aduhai pokoknya mah. Selain itu, dia juga bisa diandalkan, semua tugas-tugas dapat diselesaikan dengan baik, tanpa perlu petunjuk dan pengarahan.

Namun ada satu hal yang membuat bos ini keheranan dan sering membuatnya kesal. Setiap telepon berbunyi, seketaris ini tidak pernah mengangkatnya. Bahkan ia terlihat tidak peduli dan seolah-olah tidak mendengar bunyi telepon. Mungkin dia sangat serius dengan pekerjaannya. Akhirnya dengan sedikit nggak enak bos itu menegurnya, supaya dia mau mengangkat telepon kalau telepon berdering.

Sekretaris: (Dengan polosnya) “Boss, aku kan baru disini, semua keluarga, kenalan dan temen-temen belum ada yg tahu nomor telepon kantor ini. Jadi kalo ada telepon bunyi, pasti bukan buat saya. Jadi saya gak bakal ngangkatnya”.


9. Cerita Lucu Telepon: Bedanya Marah Sama Jengkel

Seorang gadis yang sedang mengerjakan PR dari sekolah datang menghampiri ayahnya dan bertanya,

Anak: “Yah, apa bedanya marah dengan jengkel?”

Ayah: “Itu hanya masalah perbandingan. Coba aku jelaskan maksudnya.”

(Untuk menjelaskannya sang ayah mendekati telepon dan memutar nomor telepon secara acak).

Ayah: “Halo, apa Ateng ada?”

Pria: “Di sini tidak ada yang namanya Ateng. Kenapa Anda tidak mengecek nomornya dulu sebelum Anda menelepon?”

Ayah: “Lihat, Laki-laki tadi kelihatan tidak senang dengan telepon kita. Dia mungkin sedang sibuk dan kita membuatnya jengkel. Sekarang lihat..”

(Sang ayah menelepon kembali nomor yang sama).

Ayah: “Halo, apakah Ateng ada?”

Pria: “Dengar ya!! Anda baru saja menelepon ke nomor ini dan saya sudah bilang kalau tidak ada yang namanya Ateng disini! Telepon Anda benar-benar mengganggu!.”

Gagang telepon pun ditutup dengan keras. Sang ayah berbalik kepada putrinya dan berkata

Ayah: “Kamu lihat, itu yang namanya marah. Sekarang aku akan menunjukkan kepadamu apa artinya jengkel.”

Pria: “Halo!!”

Ayah: “Halo, ini Ateng. Apakah ada telepon untukku?”


10. Cerita Lucu Telepon: Pamer Teknologi

3 Orang tengah terdiam menikmati kehangatan sauna, yaitu orang dari Amerika, Jepang dan Indonesia. Keheningan didalam ruangan sauna dipecahkan oleh bunyi, bip, bip, bip.. Orang Amerika membuka telapak tangan kirinya, dan membaca tulisan yang tertulis ditelapak tangannya itu. Dua rekan se ‘sauna’ nya dengan kagum melihat tulisan yang muncul ditelapak tangan orang Amerika tersebut.

Orang Amerika: “Oh, telapak tangan saya telah ditanamkan chips, saya dapat langsung menerima pesan SMS tanpa alat, SMS nya langung tampil ditelapak tangan saya.”

Ketika melihat kedua rekannya bengong. Sesaat kemudian terdengar dering telepon, orang Jepang mengangkat tangan kanannya, jempol didekatkan ke telinga sedangkan jari kelingking kebibirnya,

Orang Jepang: “Oh maaf, saya terima telepon dulu, tangan saya sudah berisi chips, saya dapat menerima dan berbicara melalui 2 jari saya tanpa menggunakan HP.”

Melihat semua itu, orang Indonesia mulai gugup, Apa yang bisa saya tunjukkan untuk mengalahkan orang orang ini? pikirnya. Karena stress, keinginannya untuk buang air besar tidak tertahankan lagi. Usai buang air, dia kembali lagi ke ruang sauna, tetapi karena tidak biasa membasuh bokongnya dengan kertas toilet, seuntai kertas toilet masih berjuntai di belahan bokongnya. Dengan keheranan orang Jepang dan orang Amerika menunjuk ke untaian kertas ‘sisa’.

Orang Jepang dan Amerika: “Kertas apa itu yang tergantung dibokong anda?”

Orang Indonesia: “Oh maaf, saya baru terima Fax.”


To top