Kumpulan Cerita Lucu Banget Tentang Tikus

Kumpulan Cerita Lucu Hewan Tikus – Definisi Cerita Humor adalah cerita singkat dan pendek dengan struktur naratif yang bertujuan membuat orang tertawa ngakak terbahak-bahak. Cerita humor lucu biasanya berbentuk cerita dialog yang diakhiri dengan kalimat lucu yang dihasilkan lewat permainan kata, ketidakcocokan dengan logika, bualan atau hal lainnya. Mayoritas cerita lucu / humor yang banyak ditemui di situs cerita lucu adalah cerita humor singkat atau cerita humor pendek.

riajenaka.com pada artikel ini mencoba untuk membagikan kumpulan cerita humor terbaru yang kami kumpulkan dari berbagai sumber. Ini adalah koleksi cerita lucu banget, terbaik, yang sudah diseleksi. Semoga Anda bisa tertawa ngakak dan menikmati kumpulan cerita lucu binatang Tikus dibawah ini.

Kumpulan Cerita Lucu Banget Tentang Tikus
1. Cerita Lucu Kesombongan Para Tikus

Disuatu siang hari yang terik, berkumpullah 4 ekor tikus yang bernama Gareng, Ateng, Semar, dan Mono. Kelihatannya mereka sedang ngobrol saling menyombongkan kehebatan masing-masing. Lantas siapakah tikus yang paling jagoan? Yuk kita simak.

Ateng: “Gw dooong,,! Hampir tiap hari ngelumat racun tikus, toh gw sampe sekarang masih seger buger, nggak kurang sesuatu apa,,! Gw nganggap racun tikus sama aja kaya ngemut permen, tau nggak,,,?”

Keangkuhan Ateng tikus dibalas dengan bualan sombong,

Gareng: “Kok kaki-kaki ane gatel-gatel gini, ya,,? Oh pantesaaan, hari ini gw belum nginjek jepitan jebakan tikus,,! Jepitan jebakan tikus buat gw sih udah kaya perawatan menikur pedikur gitu loooh,,!”

Semar: “Ane sih kalo nggak nyebrangin jalan gede yang penuh sesek sama motor, mobil, bis, dan truk perasaan gimanaaa, gitu,,,? Kelindes ban-ban mobil, motor, bis, dan truk ternyata jadi tritmen bagus buat badan ane kata dokter,,! Jadi kaya tritmen pijet shiatsu (Terapi pijat asal jepang) gitu, fren,,!”

Terakhir Mono nanggepin cerita tiga temennya sambil nguap karena ngantuk dan rada males denger ocehan temen-temennya.

Mono: “Oooaheeem,,! Gw pamit pulang dulu yah Brouw,,! Gw kelupaan mau nina boboin kucing gede di rumah gw, biar dia cepet bobo,,! Kucing gw kayanya harus diperiksa ke dokter, gw kuatir dia punya penyakit insomnia gitu deh,,!”


 

2. Cerita Lucu Tikus: Tidak Jadi Maafan

Kucing: “Bro, maafin gue yah, gue banyak salah sama lo.”

Tikus: “Sama Bro, maafin gue juga yah. Gue selalu ngumpet setiap lo nyariin gue”

Kucing: “Gapapa Bro, lagian gue kok yang keusilan. Ya udah, kita baikan nih ya.”

Tikus: “Iya dong, masa Idul Fitri masih aja musuh-musuhan. Eh tapi kalau gue inget yang kemarin itu, gaya lo nggak banget deh waktu nembak cewek.”

Kucing: “Lo tau darimana kalau gue nembak cewek?”

Tikus: “Ya waktu gue ga sengaja ketempat lo lah. Lo sih, nyimpen makanan nggak bagi-bagi.”

Kucing: “Oh, jadi yang berantakin acara makan malam gue waktu itu tuh elo!!”


 

3. Cerita Lucu Percakapan antara ibu tikus dan anak

Sang anak: “Ibu,, ibu… itu apa namanya yang terbang-terbang disana??”

Sang ibu: “Ooohhh… itu kelelawar namanya nak??”

Sang anak: “Siapa kelelawar itu bu?? kok dia bisa terbang ???”

Sang ibu: “Sebenarnya dia masing sebangsa dengan kita, cuma dia ambil jurusan penerbangan.”


 

4. Cerita Lucu Tikus Menipu Kucing

Seekor tikus kecil tertangkap basah oleh kucing, tidak pelak lagi, dia segera akan menjadi mangsa kucing itu.

Tikus: “Tahukah kamu, mengapa atasanmu, si beruang senantiasa dihormati oleh banyak orang?”

Sang kucing menggoleng-golengkan kepalanya,

Tikus: “Ini disebabkan karena sang beruang dalam jangka panjang hanya makan sayuran saja, jadi sangat berbeda dengan dirimu yang kesehariannya selalu makan daging. Sekarang kamu boleh menggigit beberapa batang buluku, karena bulu adalah sejenis sayuran.”

Sejenak kemudian, sesudah menggigit beberapa batang bulu tikus, kucing itu pun pergi.


 

5. Cerita Lucu Tikus Yang Lapar

Di sebuah rumah petani, seekor tikus keluar dari lubangnya untuk mencari makanan. Dia dengan sigap menemukan sebuah kantong makanan, karena laparnya bukan main, tikus itu tanpa melihatnya lebih lanjut dan tanpa basa-basi segera menerkam makanan tersebut dengan lahapnya. Pada saat itu seekor anjing datang masuk ke rumah petani itu.

Tikus: “Bang, makanan ini rasanya lezat sekali, mari kita sama-sama berbagi dan menikmatinya.”

Anjing itu dengan mata melotot memandang si tikus sejenak, kemudian dengan sekali sergap ia berhasil menjinakkan dan mencekik si tikus di lantai.

Anjing: “Kamu rupanya sudah bosan dengan hidup ini?”

Tikus: “Bang, mencuri sedikit makanan kan bukan masalah besar, Abang mengambil sikap semacam ini jelas sekali sedang mencari-cari urusan.”

Mendengar perkataan ini anjing itu dengan senyum kecut.

Anjing: “O, begitu? Coba kamu periksa sekali lagi dengan teliti, yang sedang kamu makan itu apa?”

Sejenak kemudian kedua mata si tikus tiba-tiba terbelalak, dua kata “Pakan Anjing” terpampang jelas di kantong makanan, maka itu ia pun kontan merasa kecewa dan putus asa.


 

6. Cerita Lucu Penjual Racun Tikus

Seorang penjual racun tikus sedang asyik menjual barang dagangannya di tengah pasar. Namun tiba-tiba ada seorang ibu-ibu yang marah-marah kepada penjual racun tikus itu.

Ibu: “Gimana sih Bang, kok racun tikusnya nggak mempan. Masa saya udah pasang lima racun tikus, tapi nggak ada satu tikus pun yang mati?? Padahal umpannya udah hilang. ”

Penjual: ”Lho,… kok bisa??? Memang Ibu menggunakan racun tikusnya gimana??”

Ibu: ”Ya saya pasang obatnya di tempat yang biasa dilalui tikus. Padahal saya juga udah melihat dengan mata kepala saya sendiri kalau ada seekor tikus yang menggondol racun tikus itu lho…. Tapi tetap aja nggak ada seekor tikus yang mati. Saya malah kayak kasih makan tikus aja nih Pak”

Penjual: “O…. Berarti Ibu salah dalam penggunaanya.”

Ibu: “Lha terus yang bener gimana??”

Penjual: “ Seharusnya… Ibu tangkap dulu itu tikus. Lalu Ibu cekik tuh tikus. Lalu pukul tikus itu pakai palu pada bagian kepala. Kalau udah nggak sadar, Ibu masukin racun itu ke hidung tikus. Tikusnya dijamin mati deh… .”


 

7. Cerita Lucu Penyakit Virus Tikus

Bapak Semar, seorang politikus handal dari partai berlambang “Tikus Kurus Beriler”, dirawat di RS Jiwa, karena stress berat akibat kalah pemilu. Gejala yang timbul adalah Semar jadi selalu minder, tidak pede, dan jalan merunduk-runduk merasa seperti tikus. Bahkan bicarapun seperti mencicit, dan jadi sangat takut dengan kucing.

Selama perawatan oleh Dr. Ahli Jiwa yang kondang, Semar menunjukkan kemajuan yang pesat. Setelah 4 bulan perawatan, Dr. Ahli Jiwa memutuskan Semar untuk pulang… dan dinyatakan membaik… Sembuh !!!.
Di ruang Dr Ahli Jiwa…., saat pemeriksaan akhir..

Dokter: “Silakan Masuk Pak Semar.. Selamat Pak. Bapak boleh Pulang..”

Semar: “Terima kasih Dok, tetapi..”

Dokter: “Apalagi.., bicara Bapak sudah lancar, tidak mencicit lagi..”

Semar: ” Ya, Dok, Tapi.”

Dokter: “Ya..ya.., Bapak masih sedikit minder.., itu normal.. Coba lihat Bapak sudah dapat berdiri tegak. Postur tubuh saat berjalan sudah tegap…”

Semar: ” Terima kasih dok.., anu Dok. Tetapi..”

Dokter: “Bapak sudah normal,.. sehat. Bapak jangan takut lagi dengan orang-orang, termasuk lawan politik Bapak.. Coba, apalagi keluhannya?”

Semar: “Anu Dok.. saya sebenarnya juga sudah merasa sembuh 100%. Saya memang politikus handal dan sekarang sudah tidak merasa sebagai tikus lagi.. tapi Dok.. Apakah kucing-kucing sudah tahu kalau saya bukan tikus lagi..”


 

8. Cerita Lucu Tikus Dimangsa Kucing 2 Bahasa

Suatu hari ada kucing mengejar tikus. Dengan sekuat tenaga si Tikus ini berlari dan melihat ada lubang tikus didepannya. Dengan menggunakan sisa tenaga, akhirnya si Tikus berhasil mencapai lubang dan lolos.

Tikus: “Phew.. hampir saja, aku jadi sate”

Dia mengintip keluar, ternyata si Kucing masih diluar menunggu. Dua jam. empat jam, enam jam telah berlalu, si Tikus mengintip kembali,

Tikus: “Wah, si Kucing sembunyi di pojokan, bah.. kalo begini gue bisa mati kelaparan nih..!”

Dia berusaha cari ide untuk keluar dari lubang dan cari cara untuk lolos dari si Kucing. Tiba-tiba terdengar suara anjing, dan gedebak gedebuk.. terdengar suara guk-guk.. dan meong-meong!

Si Tikus menunggu sampai suara mereka menjauh dan tidak terdengar lagi. Lima belas menit kemudian si Tikus keluar dari lubangnya dan …. huuuupp..tertangkaplah si Tikus di tangan si Kucing!! Si Tikus bingung dan bertanya..

Tikus: “Loh, bukannya elu udah lari dikejar anjing?”

Kucing: “Di abad 21 ini, kalo gue hanya mengandalkan satu bahasa saja, gue tidak bisa bertahan hidup..” lalu dilalapnyalah si Tikus.