Contoh Surat Perjanjian Kerja Sama

Contoh Surat Perjanjian Kerja Sama – Surat perjanjian kerja sama digunakan sebagai keterangan dan pengikat dua belah pihak yang melakukan kerjasama. Selain itu surat perjanjian kerja sama ini pun bermanfaat sebagai sebuah pegangan apabila hak dan kewajiban yang sudah tertera di surat tidak dipenuhi sehingga kita bisa membawa perkara ke hukum. Pada intinya, dengan surat perjanjian kerjasama hubungan bisnis pun bisa jauh lebih aman dari penipuan.

PERJANJIAN KERJA SAMA
Pada hari ini, Senin, tanggal 15 juni 1996 (lima belas Juni Seribu sembilan ratus sembilan puluh enam), Sulamun menghadap saya Mujiono
Notaris di Bandung (Surat Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor : C. 56 – HT. 06.02 Th. 1993 tanggal 5 Maret 1993) dengan dihadiri oleh para saksi yang akan disebut di bagian akhir akta ini dan saya notaris kenal:
1. Mujiono, Direktur PT. Makmur Abadi, bertempat tinggal di Bandung, jalan Pattimura Nomor 19.
• Menurut-keterangannya dalam hal ini bertindak berdasarkan Surat Penunjukkan oleh Dadang karena itu untuk dan atas nama : Mujiono sebagaimana yang tertanda dari Surat Penujukan ini tertanggal 5 Mei 1995, yang bermaterai Rp. 6000 (enam ribu rupiah) yang dilekatkan pada minuta akta ini
selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA
2. Sulamun, Direktur PT. RENGCANIS, bertempat tinggal di Bandung,]alan ‘Pahlawan 60 (Dalam Kartu Tanda Penduduk bertempat tinggal di jalan Cibadak Nomor 8).
Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA . Para penghadap dikenal oleh saya notaris, Dadang, SH. Terlebih dahulu menerangkan bahwa para penghadap berkehendak mengadakan kerjasama berdasarkan kesepakatan lahir batin, saling mufakat dan saling membawa keuntungan tanpa ada yang dirugikan.
Untuk kerja sama ini para pihak sepakat menentukan syarat-syarat sebagai berikut :
Pasal 1
DASAR DAN BENTUK KERJASAMA
Pihak Pertama dan Pihak kedua sepakat, bahwa dasar bentuk kerjasama ini, adalah suatu kerjasama yang berdasarkan kesepakatan lahirbatin, saling mufakat, untuk bekerja sama yang membawa keuntungan bagi masing-masing pihak, tanpa ada yang dirugikan.
Pasal 2
TUJUAN
Pihak Pertama dan (Pihak kedua’ Sepakat, bahwa tujuan kerjasama ini’adalah untuk pengadaan, Tafsir Al-Qur’an yang akan diedarkan dan dipasarkan di seluruh wilayah Indonesia dengan persetujuandari pihak Pertama.
Pasal 3
TUGAS DAN KEWAJIBAN
1. Pihak Pertama dan Pihak Kedua bersepakat bahwa, tugas dari kewajiban masing-masing pihak adalah sebagai berikut :
1.1. Pihak Kedua berhak mengadakan, mencetak, menerbitkan, dan memasarkan Tafsir Al-Qur’an di seluruh wilayah Indonesia dengan persetujuan dari Pihak Pertama.
1.2. Pihak kedua berkewajiban mengadakan dan mencetak, atau memproduksi Tafsir Al-Qur’an dengan kualitas baik serta berjumlah cukup.
1.3. Mengedarkan atau memasarkan dengan tertib dan teratur atas semua produksi butir 1.2. di atas kepada semua umat Islam yang berkepentingan ataupun-dipasarkan bebas, distributor, grosir, dan toko buku eceran di seluruh wilayah Indonesia.
1.4. Mengatur administrasi, distribusi, penjualan dan penerimaan hasil penjualan dalam suatu sistem pembukan yang rapi dan terbuka (open management).
2. Pihak Pertama berkewajiban atas dasar surat penunjukan dari Sulamun.yang dilampirkan pada surat perjanjian :
2.1. Membantu mengedarkan semua produksi pencetakan dan penerbitan kitab Tafsir .Al-Qur’an kepada Pondok-pondok Pesantren yang bisa dijangkau.
2.2. Memberitahukan atau melaporkan daftar Pondok Pesantren yang dikunjungi untuk setiap satu bulan mendatang secata berkesinambungan.
2.3. Bertanggung jawab atas administrasi dan keuangan hasil penjualan kitab-kitab yang terjual.
Pasal 4
HAK
Atas kerjasama tersebut dalam butir-butir di atas, Pihak Pertama dan Pihak kedua Sepakat membagi keuntungan amrusaha kerjasama ini sebagai berikut :
1. Kepada pemegang hak cipta yaitu akan diberikan sejumlah honorarium atau royalty Yang telah disepakati dari tiap-tiap keuntungan bersih produksi yang terjual.
2. Hasil keuntungan berikutnya setelah dikurangi honorarium atau royalty, masing-masing pihak akan menerima setengah bagiannya dalam arti Pihak Pertama akan menikmati Rp. 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah)  dan Pihak Kedua akan menikmati Rp. 5.000.000,00 (lima juta rupiah)
Pasal 5
Surat perjanjian kerjasama ini berlaku selama masa 2 (dua) tahun terhitung sejak ditandatangani akta ini oleh kedua belah pihak.
Pasal 6
LAIN-LAIN
Hal-hal yang belum tercantum dalam pasal-pasal perjanjian ini akan ditentukan kemudian atas dasar musyawarah untuk mufakat kedua belah pihak dan akan dituangkan dalam adendum tersendiri yang tidak terpisahkan ,dari surat perjanjian ini.
Pasal 7
KEPANITERAAN
Apabila dikemudian hari terjadi perselisihan pendapat dan setelah diadakan musyawarah untuk mufakat, tidak tercapai kesepakatan yang memuaskan masing-masing pihak, maka para pihak sepakat memilih tempat kedudukan hukum’yang umum dan tetap diKepaniteraaan Pengadilan Negeri di Bandung.
Ikut hadir di .hadapan saya dan yang saya notaris kenal :
1.Dadang Gantar, Swasta, bertempat tinggal di Jakarta, jalan Martadinata Nomor 20 (sementara berada di Bandung).
2. Deden, Karyawan Swasta, bertempat tinggal di Bandung, Pahlawan Nomor 2.
3.Dimas, Swasta, bertempat tinggal di Bandung, jalan Cikampek 50
4. Udin, Pedagang, bertempat tinggal di Bandung Jalan Sultan Taha Nomor 17. Yang menyatakan ikut mengetahui adanya Perjanjian Kerjasama ini.
Demikian akta ini, dibuat dan diselenggarakan di Bandung, pada hari dan tanggal tersebut di awal akta ini, dengan dihadiri oleh para saksi:
1..Saudara Imam Muktiono, Sarjana Hukum dan
2. Saudari Dewi Kunti, Sarjana Hukum, Keduanya Pegawai Kantor Notaris, bertempat tinggal di Bandung

Setelah saya notaris membacakan akta ini kepada para penghadap dan para saksi, maka segera akta ini ditandatangani para penghadap, para saksi dan saya notaris.
Dibuat dengan tambahan 28 (dua puluh delapan) kata.
Minuta akta ini telah ditandatangai dengan sempurna.

Demikianlah Contoh Surat Perjanjian Kerja Sama. Untuk mendapatkan contoh lain bentuk surat resmi dan juga pembahasan yang lebih mendalam, silahkan kunjungi kumpulan artikel surat resmi kami yang lain dalam kategori Surat Resmi. Untuk membaca artikel contoh surat resmi kami sebelumnya, silahkan klik Contoh Surat Penunjukan.

Contoh Surat Perjanjian

Contoh Surat Perjanjian – Surat perjanjian adalah surat yang berisi suatu kesepakatan bersama yang mengikat antara pihak-pihak tertentu untuk melakukan tindakan/perbuatan hukum yang telah disepakati bersama. Bunyi surat perjanjian tentunya bermacam-macam, tergantung kebutuhan dan kepentingan orang per orang, perusahaan, dan lain sebagainya. Contoh isi surat perjanjian ini bisa anda modifikasi sesuai situasi dan kondisi.

Berikut ini ada beberapa contoh Surat Perjanjian:

Contoh Dasar Surat Perjanjian

SURAT PERJANJIAN
Yang bertanda tangandi bawah ini,
1. Nama : Mujiono
Pekerjaan : Karyawan Swasta
Alamat : Jl. Bahureksa 99, Jakarta
Bertindak untuk dan atas nama PT. LINGGAJAYA
selanjutnya dalam surat perjanjian ini disebut sebagai pihak pertama (1).
2. Nama : Sulamun
Pekerjaan : Karyawan Swasta
Alamat : Jl. Virgo 25, Jakarta
Bertindak untuk dan atas nama Sulamun selanjutnya dalam surat perjanjian ini disebut sebagai pihak kedua (2).
Kedua belah pihak sepakat mengadakan perjanjian yang diatur dalam pasal-pasal seperti ini :
Pasal 1
Jenis Pekerjaan

PIHAK PERTAMA akan memberikan pekerjaan kepada PIHAK KEDUA berupa penggarapan konstruksi baja sebuah gudang dengan ukuran 30 m2 x 15 m2.

Pasal 2
Mekanisme

PIHAK PERTAMA akan menyediakan semua matrial yang diperlukan untuk melakukan penggarapan konstruksi baja hingga selesai.

Pasal 3
Pembayaran

PIHAK PERTAMA akan memberikan upah kepada PIHAK KEDUA sebesar Rp 70.000.000 (tujuh puluh juta rupiah) dengan cara pembayaran dilakukan dalam dua tahap, yaitu:
Pembayaran pertama dilakukan ketika progres pekerjaan sudah mencapai volume 40 %, dan pembayaran kedua akan dilakukan maksimal tiga hari setelah pekerjaan selesai.

Pasal 4
Ketentuan

PIHAK PERTAMA berhak untuk tidak melakukan pembayaran kepada PIHAK KEDUA apabila PIHAK KEDUA tidak menyelesaikan penggarapan konstruksi baja ruangan berukuran 30 m2 x 15m2 hingga selesai.
dan seterusnya menurut kebutuhan.
Jakarta, 3 Mei 2006
Pihak Kedua : Pihak kesatu :

(Sulamun) . (Mujiono)
Saksi :
1. Fried Hutagalung, SH
2. Arif Saragih, SH

Contoh Perjanjian Jual Beli

PERJANJIAN JUAL BELI
Yang bertanda tangan dibawah ini :
1. Nama : Mujiono
Pekerjaan : Karyawan Swasta
Alamat : Jl. Bahureksa 99, Jakarta
Selaku pihak kesatu selanjutnya disebut PENJUAL dan
2. Nama : Sulamun
Pekerjaan : Karyawan Swasta
Alamat : Jl. Virgo 25, Jakarta
Selaku pihak kedua selanjutnya disebut PEMBELI.
Dengan ini menerangkan telah mufakat sebagai berikut :
Pasal 1
PENJUAL menjual kepada pernbelj sebagaimana PEMBELI membeli dari penjual sebuah rumah tempat tinggal milik PENJUAL yang terletak di Bogor yang terkenal sebagai jalan Libra No. 30 yang diketahui benar-benar oleh PEMBELI.
Pasal 2
Dalam jual beli ini termasuk pula penyerahan dan penerima hak milik PENJUAL atas tanah tempat didirikannya rumah tinggal tersebut dalam pasal 1 serta pekarangannya, yaitu persil jalan Libra No. 30 yang terdiri dari satu buah bangunan rumah dan bidang tanah, luas
masing-masing 30 m2 dan 20 m2, sertifikat-sertifikat nomor 321 tanggal 3 Mei 1996 dan surat ukur nomor 235
tanggal 5 Mei 1996.
tidak termasuk dalam jual beli tersebut ialah segala perabot rumah yang merupakan barang bergerak, yang terdapat dalam rumah tinggal tersebut atau pekarangannya.
Pasal 3
Perjanjian jual beli ini diadakan untuk harga sebesar Rp. 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah)
Jumlah tersebut akan dibayar oleh PEMBELI kepada penjual pada waktu penandatanganan perjanjian ini, dengan diberi tanda penerimaan sendiri.
Pasal 4
Penyerahan rumah tinggal dalam keadaannya pada waktu ini akan diselenggarakan selambat-lambatnya 3 (tiga)  hari setelah penandatanganan perjanjian ini, yaitu : dengan jalan menyerahkan kunci-kunçi rumah tinggal tersebut oleh PENJUAL kepada PEMBELI.
Pasal 5
Mulai saat penyerahan kunci-kunci, maka segala resiko dan tanggung jawab berkenaan dengan jual beli ini beralih kepada PEMBELI, termasuk pembayaran pajak-pajak dan lain-lain.
Pasal 6
Segala tunggakan pajak dan lain-lain sampai saat penyerahan kunci-kunci tetap merupakan tanggungan PENJUAL..
Pasal 7
PENJUAL menjamin kepada PEMBELI bahwa rumah tinggal tersebut tidak diberati dengan hipotik atau dibebani dengan hal-hal lainnya yang bersifat hak benda.
Pasal 8
Pembalikan nama atau persil yang dipersoalkan dalam perjanjian atas nama PEMBELI akan diselenggarakan oleh PEMBELI, dan segala ongkos yang bertahan denganbalik nama itu serta perjanjian ini seperti bea materai akan dibayar dan menjadi beban PEMBELI.
Pasal 9
Di mana dan sejauh mana perlu PENJUAL dengan ini membeli kuasa yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari perjanjian ini, dan dengan hak substitusi, kepada PEMBELI untuk mengurus perijinan jika c,.q.` pembalikan nama yang bersangkutan atas nama PENJUAL.
hak benda dan oleh karena itu PENJUAL akan melepaskan PEMBELI dari segala tuntutan yang bersangkutan dengan hal itu jika ada.
Pasal 10
Kétiga pihak berjanji tidak akan membawa suatu perselisihan ke muka pengadilan sebelumnya diusahakan nama yang bersangkutan atas nama PENJUAL.
Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani dalam rangkap dua, yang kedua-duanya mempunyai kekuatan hukum yang sama.
Jakarta, 7 Mei 2006
Pihak Kedua : Pihak kesatu :

(Sulamun) . (Mujiono)
Saksi :
1. Fried Hutagalung, SH
2. Arif Saragih, SH

Demikianlah Contoh Surat Perjanjian. Untuk mendapatkan contoh lain bentuk surat resmi dan juga pembahasan yang lebih mendalam, silahkan kunjungi kumpulan artikel surat resmi kami yang lain dalam kategori Surat Resmi. Untuk membaca artikel contoh surat resmi kami sebelumnya, silahkan klik Contoh Surat Hibah.