Saudara / Teman Pinjam Uang, Tolak Atau Beri?

Memang susah bila Anda harus menentukan sikap untuk memberi pinjaman atau menolak meminjamkan uang kepada teman apalagi kepada saudara yang mau pinjam uang. Posisi Anda jadi serba salah, apa pun alasan mereka meminjam uang pada Anda. “Kita dapat terlibat dalam situasi ini karena merasa bertanggung jawab untuk membantu mereka,” kata Edie Milligan, konselor keuangan di Columbus, Ohio. “Masalahnya, kadang akhirnya kita malah menyakiti diri sendiri dengan memberi hutang kepada orang lain.”

Menolak Teman Pinjam Uang
Bagaimana caranya supaya Anda dapat mengatasi masalah ini? Ikuti 6 tips berikut sebelum memutuskan untuk memberi pinjaman uang:

1. Lakukan pendekatan “Head and Heart”. Jika permintaannya kelihatan cukup adil dan mengena pada sisi emosional Anda, silahkan mengambil kesempatan untuk meminjamkannya uang. “Bila kepala dan hati sudah setuju, tidak salah kalau Anda menolongnya. Tapi, salah satunya tidak acc, berarti Anda harus pikir-pikir lagi,“ kata David Kruger, MD., pengarang buku Emotional Business The Meaning and Mastery of Work, Money and Sucess.

2. Konsultasilah dengan pihak ketiga. Saran dari para profesional, seperti perencana keuangan, akan sangat berharga untuk mengambil sebuah keputusan. Atau minimal meminta saran dan pendapat kepada orang yang lebih bijak seperti orang tua. Jika teman Anda yang akan meminjam uang, maka pihak ketiga ini dapat menawarkan perspektif yang tidak memihak. Apakah uang benar-benar akan memecahkan masalahnya? Anda juga bisa meminta saran pada teman atau anggota keluarga lain yang biasanya sering Anda ‘todong’ pendapatnya untuk memecahkan masalah.

3. Serius mengatakan ‘tidak’. Seharusnya, Anda tak perlu ragu-ragu untuk menolak memberi pinjaman uang bila situasinya memiliki banyak risiko. Lebih baik, Anda membantu dengan cara lain. Misalnya, kalau ada teman Anda yang terjerat utang kartu kredit, beri saran padanya untuk mencari konselor keuangan nonprofit. Jangan lupa untuk memberi penjelasan padanya tentang penolakan Anda. Jangan biarkan ia yang mengambil keputusan tersebut. “Cari jalan untuk menyatakan bahwa keputusan Anda menolak meminjamkan uang karena pertimbangan keuangan, bukan karena hubungan persahabatan”.

4. Pikirkan matang-matang sebelum mengambil keputusan yang menyangkut masalah uang. Hati-hati bila Anda ingin memberikan suplemen (tambahan) kartu kredit pada orang terdekat Anda. Anda tidak mau kan kalau ia asal gesek dan Anda yang akhirnya menanggung bebannya? Lebih baik (bila Anda rela) berikan saja uang tunai.

5. Anggaplah pinjaman Anda sebagai hadiah untuknya. Bila problem keuangannya sudah membaik, katakan padanya bahwa Anda akan senang bila dia melunasi utangnya. Dengan ini, Anda dapat menjaga keutuhan hubungan dengan teman atau keluarga walaupun situasi keuangannya memburuk.

6. Jika Anda setuju untuk memberi pinjaman, buatlah perjanjian seformal mungkin. Buatlah surat pengakuan hutang dengan janji akan membayar pada waktu tertentu. Jadwalkan pembayarannya dan tentukan tingkat bunga yang reasonable (jika mau). Poin terakhir ini sangat krusial bila Anda meminjamkan uang dalam jumlah banyak.

Akhir kata, BERANIKAN DIRI BERKATA TIDAK jika Anda ragu untuk meminjamkan uang.

loading...