Manfaat Lebah Untuk Kesehatan: Dari Madu Hingga Sengatan

Manfaat Lebah Untuk Kesehatan: Dari Madu Hingga Sengatan – Selaras dengan namanya, Tawon atau Lebah Madu merupakan serangga penghasil madu. Di bumi, jenis lebah bisa mencapai 20.000 spesies. Menurut kajian ilmiah lebah madu termasuk dalam genus Apis. Binatang ini memakan sari bunga atau nektar, dari nektar inilah madu dihasilkan setelah diolah dengan fungsi sekresi khusus pada lebah. Bagi segerombolan lebah, madu dapat berfungsi sebagai persediaan makanan untuk musim dingin. Madu inilah yang kemudian diketahui sebagai sumber gizi yang tinggi.

Manfaat Lebah Untuk Kesehatan Dari Madu Hingga Sengatan
Madu sudah dikenal lama bahkan semenjak jaman Nabi. Di kitab suci umat Islam, madu mendapat tempat tersendiri, yakni dalam QS. An-Nahl 68, 69. Ayat tersebut berbunyi: Dan Tuhan-mu mewahyukan kepada Iebah : “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhan-mu yang telah dimudahkan (bagimu)”. Dari perut lebah ini keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.

Madu mengandung glukosa (dekstrosa) dan fruktosa (levulosa) dalam jumlah tinggi yang dapat menjadi stimulan bagi pencernaan dan menambah nafsu makan. Madu juga bersifat anti-mikroba, berdasarkan hasil peneliti Komara pada 2002, madu memiliki aktivitas senyawa anti-bakteri terutama pada bakteri Gram (+), yakni: bakteri S, Aureus, B. Cereus.

Madu dapat dikonsumsi oleh semua usia, dari janin hingga lanjut usia. Khusus untuk ibu hamil, madu dapat memperkuat janin dalam kandungan, menambah asupan gizi anak, juga membantu perkembangan otak anak. Bagi si ibu, minum madu juga akan meningkatkan stamina dan kesehatan. Khasiat madu telah terbukti dan dikenal di seluruh dunia. Aristoteles, bapak “Natural Science” menganggap bahwa madu memiliki sifat unik yang dapat meningkatkan kesehatan manusia serta memperpanjang usia. Demikian juga Ibnu Sina (Avicenna), ilmuwan yang tersohor itu menganjurkan kita mengonsumsi madu, karena madu dapat menjaga kekuatan kita hingga masih mampu bekerja pada usia lanjut.

Penelitian terakhir di Jepang dan Australia menunjukan bahwa kanker perut dan kanker tulang stadium lanjut dapat diatasi dengan madu dan kayu manis. Selain itu mengonsumsi madu tiap hari bisa mengurangi kolesterol dan resiko serangan jantung. Di panti jompo Amerika dan Kanada, ramuan madu digunakan untuk mengobati pasiennya yang memiliki gangguan pembuluh darah karena tersumbat dan berkurang fleksibilitasnya karena usia lanjut.

Selain madu, sengatan lebah juga dapat digunakan untuk terapi pengobatan. Bisa/racun lebah di dalam sengatnya terdiri dari berbagai komposisi biokimia dan farmakologis, seperti: histamine, dopamine, melittin apamin, peptide-M, minimine, dan enzim phospsolipase A. Pengobatan alternatif lewat sengat lebah yang terkomposisi dengan baik bisa mengobati rematik, penyakit urat saraf, dan keseleo.

Menurut penelitian Heinrich Mack Nach, sengat lebah dapat memberi efek nyata pada pengobatan bermacam jenis penyakit, termasuk di berbagai jaringan dalam tubuh. Balai Penelitian Penyakit Kanker di Berlin, Jerman, juga telah membuktikan bisa/racun lebah dapat berfungsi sebagai zat anti-tumor.

Demikianlah artikel Manfaat Lebah Untuk Kesehatan: Dari Madu Hingga Sengatan. Topik yang serupa dengan artikel ini, dapat Anda temukan dalam kategori Manfaat dan Khasiat Hewan.

Jika Anda tertarik dengan artikel sebelumnya silahkan klik Manfaat Laron Untuk Kesehatan: Gurih Sumber Protein. Silahkan kunjungi artikel terbaru Manfaat dan Khasiat Hewan kami yang lain.

About these ads